Love Struggle

Love Struggle
Chapter 120



🌻Jangan pernah merusak kepercayaan orang lain, karena sekali saja kita merusaknya maka orang lain tidak mau berbisnis dengan kita🌻


.


.


.


.


"Nyonya semuanya sudah siap" ucap Ares.


"Heemmm" deham Valeria dengan suara dingin.


Keduanya segera keluar dimana disana Yorla dan Rehan sudah menunggunya di depan pintu kamar. Rehan dan Yorla menganga karena pesona kecantikan Valeria saat ini.


Ia memakai gaun terbaru Yorla yang hanya ada 1 saja di dunia. Long dress berwarna merah menyala bertabur berlian kecil, potongan panjang di bagian kaki kiri hingga paha menunjukkan kaki indahnya.


Bagian atasnya yang terbuka memperlihatkan kulit putih mulusnya. Rambutnya yang di tata seanggun mungkin ditambah make up natural membuat penampilan Valeria sangat mempesona malam ini.


"Merah seperti darah sister" puji Yorla melihat lipstik yang di pakai Valeria malam ini.


Valeria hanya menatap Yorla dengan wajah datar tak mengatakan satu kata pun. Ketiganya segera masuk ke dalam lift meninggalkan Ares yang memberi hormat di depan lift.


"Loh Ares ngak ikut sister?" tanya Yorla.


"No"


"Emang kenapa sister?" tanya Yorla dengan penasaran.


"Tanya aja sama orangnya" ucap Valeria dengan suara dingin.


Yorla tak bertanya lagi karena tahu Valeria tak akan memberitahunya. Rehan melirik Yorla sekilas dan terkekeh karena rasa penasaran Yorla harus ditahan.


Rasain loe banci sialan jadi penasaran kan loe, batin Rehan.


Sialan tuh pak tua pasti dia lagi tertawain eke, batin Yorla dengan kesal.


Valeria diam saja mengetahui isi pikiran keduanya ia tak memperdulikannya karena menurutnya itu tidak penting.


Sampainya di lobby para pengawal sudah stand by di samping limousine. Ketiganya segera masuk ke dalam limousine, baru saja mereka duduk hp Valeria berbunyi panggilan masuk dari Bryan.


^^^"Heeemmm"^^^


"Halo Val! Apa benar yang di bilang ubur-ubur gagal itu kalau loe malam ini akan ketemu sama mantan ortu loe?" tanya Bryan to the point.


^^^"Ya"^^^


"Val loe ngak kenapa-napa kan kalau ke sana"


^^^"No"^^^


"Jaga diri loe di sana ya Val. Apa lagi pasti Dimitri ngak akan tenang sampai balas loe"


^^^"Heemmm"^^^


Valeria langsung memutuskan panggilannya sepihak, ia sudah memikirkan semuanya makanya ia menyuruh Ares untuk tidak ikut dan memanipulasi cctv selama di Kusumo Group nanti.


~ Kusumo Group ~


Limousine milik Valeria akhirnya tiba di depan gedung perusahaan Kusumo Group. Acara kali ini akan diadakan di aula Kusumo Group seperti tiap tahun.


Rehan dan Yorla keluar lebih dulu dan langsung di sambut oleh bunyi blitz kamera. Ternyata acara kali ini juga mengundang wartawan untuk meliput siapa saja tamu undangan di pesta Kusumo Group kali ini.


"Sister di luar banyak wartawan. Apa sister masuk saja lewat lift di basement?" tanya Yorla melirik ke dalam limousine.


"Tidak perlu" ucap Valeria dengan suara dingin.


Ia segera keluar dari dalam limousine dan saat keluar semua orang tercengang melihat penampilan Valeria. Mereka semua berdecak kagum melihat sosok itu bahkan mereka bertanya siapa sosok yang digandeng oleh desainer Yorla Keung.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


^^^"Juan bagaimana kondisi di dalam" ucap Valeria dengan suara pelan lewat earpiece yang mereka pakai.^^^


"Semua aman master"


^^^"Anak buah Dimitri"^^^


"Tidak ada master"


^^^"Periksa semuanya dengan teliti. Gue yakin an***g Rusia itu ngak bakalan diam aja"^^^


"Baik master"


Ternyata sudah banyak yang berubah di sini, batin Valeria melirik sekelilingnya.


"Selamat datang tuan dan nyonya. Bisa tunjukkan undangannya" ucap petugas dengan sopan.


Yorla memberikan undangannya ke petugas untuk di scan. Bagas sebenarnya ingin menjemput Valeria langsung tapi ia menolaknya.


"Terima kasih atas kerja samanya desainer Yorla Keung dan silahkan masuk"


"Oke" ucap Yorla dengan suara gemulai.


Ketiganya segera masuk ke dalam aula acara saat masuk Valeria menatap keempat orang di atas panggung sambil tersenyum smirk.


"Ckk! Kenapa ja***g itu harus berdiri disana juga sih!" dengus Yorla dengan kesal.


"Yah dia kan putri kedua Kusumo jadi otomatis harus hadir dong banci" balas Rehan ketus.


"Eke pengen ulik-ulik thu muka 3 manusia disana" ketus Yorla dengan emosi.


"Loe berdua bisa diam ngak" ucap Valeria dengan suara dingin.


Keduanya langsung diam tak bersuara sedikit pun. Mereka memilih diam dari pada mengusik singa yang sedang tidur.


Ngak nyangka gue orang itu tetap melihara anak haram itu meski dia udah ngerusak nama kalian, batin Valeria penuh dendam.


Tatapan matanya berkilat melihat ketiga orang yang paling ia benci di atas panggung.


Grep..............


"Cucuku.........hiks hiks hiks.......kamu cucuku Valeria kan?" tanya seorang nenek yang entah datang dari mana langsung memeluknya.


Deg.............


Jantung Valeria berdetak dengan cepat melihat siapa yang memeluknya sambil menangis. Beruntung mereka sedikit jauh dari para tamu jadi tidak ada yang mendengar suara menangis.


"Eyang" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Hiks hiks hiks.........eyang ternyata ngak salah ini beneran kamu sayang......hiks hiks hiks.......jangan pergi lagi cucuku.....hiks hiks hiks" ucap eyang putri sambil menangis histeris.


Valeria membalas pelukan eyangnya dengan erat melepas rindu kepada orang yang paling ia sayangi selain Bagas.


Eyang putri sendiri sangat bersyukur karena sosok yang ia lihat sedari tadi adalah cucunya yang telah lama menghilang.


Tatapan Bagas dari atas panggung membuatnya sudah tak sabar ingin turun. Setelah sambutan ayahnya selesai ia bergegas turun dari panggung dengan langkah cepat pergi ke arah Valeria dan eyangnya.


"Kemana Bagas mas?" tanya Arinta.


"Mas ngak tahu sayang. Mungkin dia mau ketemu rekan kerja yang lain" jawab Budi.


"Iya mungkin juga sih mas"


Budi dan Arinta lalu mengobrol bersama rekan kerja mereka sedangkan Bianca yang melihat keduanya tersenyum penuh arti di balik masker.


Sebentar lagi kalian tinggal nama saja, batin Bianca dengan tak sabar.


Di sisi lain Bagas tersenyum manis melihat adiknya yang sedang memeluk sang eyang. Ia sangat senang karena Valeria akhirnya datang padahal sedari tadi ia sudah menunggunya.


"Dek" ucap Bagas mengagetkan kedua orang yang sedang berpelukan.


"Bagas kamu disini nak" ucap Putri.


"Iya eyang! Kangmas pikir kamu ngak datang dek"


"Gue datang kok kangmas" ucap Valeria dengan suara dingin.


Putri terkejut melihat cara bicara Valeria yang sangat dingin apa lagi wajahnya yang datar tak ada eskpresi apapun. Ia lalu melihat kedua adik kakak itu bergantian.


"Kamu susah bertemu dengan adikmu Bagas?" tanya Putri.


"Iya eyang. Sekitar 3 minggu yang lalu di Jakarta" jawab Bagas.


"Apa! Kenapa kamu ngak beritahu eyang! Hah!" pekik Putri dengan kaget.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Aku yang nyuruh kangmas jangan beritahu siapa pun eyang" potong Valeria dengan cepat.


"Tapi kenapa nak? Apa kamu tidak merindukan eyang lagi?" tanya Putri dengan sedih.


"Valeria sangat merindukan eyang tapi maaf eyang Valeria butuh waktu untuk bisa kembali lagi kesini" ucap Valeria sambil tersenyum lembut.


Putri mengelus pipi Valeria mengerti kenapa Valeria memilih untuk tak kembali secepatnya. Ia yakin cucunya pasti tidak mudah melupakan semua itu dengan mudah.


"Kamu baik-baik saja kan selama ini nak?" tanya eyang Putri.


"Aku baik kok eyang"


"Syukurlah nak. Selama ini eyang selalu kepikiran tentang kamu sayang"


"Maaf sudah membuat eyang kepikiran"


"Tidak apa-apa nak itu bukan salah kamu"


"Iya eyang"


Yorla dan Rehan hanya diam saja mendengar ucapan ketiganya. Dalam hati Yorla ia mendengus kesal karena keluarga sister itu tidak tahu apa yang selama ini sudah Valeria alami.


Gimana kalau kalian tahu apa yang sudah sister alami selama ini, batin Yorla dengan kesal.


"Yorla" desis Valeria dengan tatapan membunuh.


"Maaf sister" cicit Yorla dengan takut.


"Dek ikut kangmas yuk" ajak Bagas.


"Heemmm" deham Valeria.


Valeria berjalan sambil diapit oleh Bagas dan eyang putri. Matanya menatap ke arah depan dimana disana ada 3 orang yang paling ia benci sedang berbicara dengan rekan kerja mereka.


Deg...............


3 orang di depannya kaget bukan main melihat sosok yang diapit oleh Bagas dan eyang putri menuju mereka. Wajah itu perpaduan antara Arinta dan Budi tapi tatapan matanya yang tajam dan dingin membuat ketiganya tak bisa bergerak.


"Siapa yang diapit oleh eyang dan ka Bagas" ucap Sandra.


"Mungkin pacar ka Bagas" sambung Natan.


"Ngak mungkin" sambung Rafa.


"Valeria" ucap Edo dengan mata melotot.


Hah.............


Ketiga orang tadi kaget mendengar ucapan Edo tentang sosok yang di apit oleh Bagas dan eyang mereka. Dengan cepat keempatnya segera menuju ke sana untuk membuktikan ucapan Edo.


"Selamat malam tuan dan nyonya Kusumo" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


"Kamu" tunjuk Budi dengan suara dingin.


"Benar tuan Kusumo. Ini saya Valeria Anastasia" ucap Valeria sengaja mengeraskan suaranya.


Valeria bukannya itu nama putri pertama keluarga Kusumo ya?


Valeria itu siapa?


Siapa gadis cantik itu


Namanya Valeria! Bukannya itu sama dengan nama putri pertama keluarga Kusumo


Bisik-bisik tamu undangan membuat wajah Budi dan Arinta menegang. Keduanya menatap Valeria dengan emosi karena membuat kegaduhan di acara kali ini.


"Sepertinya kehadiranku tidak diharapkan disini" ucap Valeria.


"Jangan bicara seperti itu dek. Kamu itu tamu kehormatan kangmas" ucap Bagas dengan suara lembut.


"Jadi kamu yang mengundang anak sialan ini Bagas" ucap Budi dengan suara dingin.


"Jangan mengatai adikku sialan tuan Kusumo!" bentak Bagas dengan suara tinggi.


Terjawab sudah siapa sosok yang sedang dibicarakan para tamu saat ini. Mereka semua bingung melihat tatapan permusuhan antara tuan Kusumo dan tuan muda Kusumo.


"Bagas jangan bicara dengan emosi nak" ucap Putri dengan suara lembut.


"Maaf eyang aku terbawa emosi" ucap Bagas dengan suara lembut.


"Iya ngak apa-apa nak"


Arinta menatap Valeria dengan tatapan tajam mengingat semua yang pernah di lakukan putrinya. Hingga detik ini ia belum bisa memaafkan semua yang di lakukan oleh putri kandungnya itu.


Valeria tersenyum menyeringai membalas tatapan Arinta apa lagi saat melihat Bianca ia semakin tidak sabar ingin membuat anak haram itu membayar semuanya ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Sister apa ini orang yang sister ceritain" ucap Yorla dengan suara gemulai.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.


"Ah! Ternyata dia desainer yang berprofesi sebagai ja***g juga ya sister" pekik Yorla dengan histeris sambil menunjuk Bianca.


"Siapa yang kamu bilang ja***g! Hah!" bentak Bianca dengan emosi.


"Ck!! Hey you ja***g su***l, faktanya you itu emang ja***g berkedok desainer" dengus Yorla dengan ketus.


"Tutup mulut sialan loe banci" teriak Bianca.


"Bianca jaga sikapmu!" bentak Budi dengan suara tinggi.


"Ckk! Keluarga yang harmonis" decak Valeria dengan sinis.


"Jaga ucapanmu Valeria. Kamu itu harusnya sadar diri ngak di harapkan di sini lagi!" bentak Arinta.


"IBU" teriak Bagas dengan emosi.


Semua tamu undangan berbisik-bisik melihat perdebatan mereka. Selama ini mereka tahunya keluarga Kusumo adalah keluarga yang harmonis tapi ternyata itu semua salah.


"Untuk tamu hadirin sekalian mohon maaf tapi acara kami tutup sampai disini" ucap Dion dari atas panggung.


"Kenapa harus ditutup om Dion? Apa om takut jika para tamu tahu sosok asli dari seorang BUDI KUSUMO?" tanya Valeria dengan suara lantang menekan nama Budi.


"VALERIA!" bentak Budi menggelegar di dalam sana.


"Jangan pernah membentak master kami tuan!" bentak Rehan menunjuk Budi dengan tatapan emosi.


Valeria tersenyum menyeringai melihat kepala pengawalnya yang mulai emosi. Matanya melirik melihat Juan yang mengangguk kepala jika mereka sudah menangkap tikus-tikus Bianca.


"Valeria kamu cucuku kan" ucap Arya dengan mata berkaca-kaca.


"Eyang kakung" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Hiks hiks hiks........kamu kemana selama ini cucuku......hiks hiks" ucap Arya sambil menangis memeluk Valeria.


"Kenapa eyang menangis? Bukannya waktu itu eyang dan lainnya ngak percaya sama aku" ucap Valeria dengan wajah dingin.


Semua keluarga Winata diam seketika saat Valeria mengatakan hal itu. Mereka tak bisa mengelak lagi karena apa yang di bilang oleh Valeria memang benar adanya.


"Val gue kangen sama loe" ucap Edo memeluk Valeria saat eyang kakung melepas pelukannya.


"Terima kasih ka Edo udah berusaha nyari bukti tentang gue selama ini"


"Loe tahu" ucap Edo dengan kaget.


"Heemmmm"


Bianca menatap Valeria dengan tatapan penuh kebencian selama ini ia pikir Valeria pasti hidup susah diluar sana tapi ternyata tidak.


"Val akhirnya loe kembali..........hiks hiks hiks.....gue kangen sama loe Val" ucap Bianca sambil pura-pura menangis.


"Oh jangan repot-repot keluarin air mata buayamu itu anak haram" ucap Valeria dengan sinis.


Budi melotot mendengar ucapan Valeria barusan ia mengepal tangan menahan emosi karena ucapan Valeria membuat para tamu semakin berbisik-bisik penasaran dengan ucapannya.


❄❄❄❄❄


To be continue...............