Love Struggle

Love Struggle
Chapter 166



🌻Apabila tujuan hidupmu adalah menjadi bahagia maka setiap penderitaan akan terasa seperti kegagalan🌻


.


.


.


.


"Tutup mulut sialanmu itu bodoh!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


"Kamu mengatai aku bodoh honey?" tanya Thomas sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ya karena kamu memang bodoh" dengus Valeria dengan sinis.


"Kamu keterlaluan honey aku ini suami kamu" ketus Thomas dengan wajah kesal.


"Lalu" jawab Valeria dengan santai.


"Ckk! Menyebalkan" gumam Thomas menggerutu.


Valeria hanya menatap suaminya saja tak perduli dengan ucapannya barusan. Sedangkan Thomas mengelus kepala anaknya dengan lembut tapi sesaat matanya menangkap tatapan mata putranya yang menatapnya dengan sinis.


Apa aku berhalusinasi, batin Thomas dengan kening berkerut.


Thomas menggelengkan kepalanya dan mengerjab matanya beberapa kali mungkin karena kelelahan jadi ia berpikir kalau apa yang ia lihat barusan mungkin hanya halusinasi saja.


Kenapa lagi dengan suami gue dan kenapa gue ngak bisa baca pikirannya lagi, batin Valeria dengan penuh tanda.


"Kamu kenapa honey?" tanya Valeria dengan suara lembut setelah melihat anaknya sudah tidak mau menyusu lagi.


"Kamu tidak marah lagi honey?" tanya balik Thomas.


"Aku tidak marah hanya kesal karena kamu menganggap nama pemberian kamu itu salah" ketus Valeria.


"Maafkan aku honey" pinta Thomas sambil memeluk keduanya.


"Heemmm"


Thomas lalu mengendong anaknya karena ia tidak mau istrinya terlalu capek apa lagi Valeria baru saja sadar. Tak berselang lama Ares masuk sambil membawakan sarapan untuk keduanya.


"Ares sebarkan berita tentang pewaris VA Corp yang sudah lahir" titah Thomas.


"Baik tuan"


"Honey apa mau beritahu ayah dan ibu juga sekalian?" tanya Thomas.


"Iya honey. Tapi kamu yang beritahu mereka langsung" jawab Valeria.


"Oke honey"


Ares lalu melakukan perintah Thomas barusan dan juga membuka kembali cctv di kastil. Setelah semenit pemberitaan kelahiran anak Thomas dan Valeria detik itu juga akun Instagram keduanya dibanjiri dengan ucapan selamat.


Bukan hanya itu saja perusahaan VA Corp sampai kelelahan menerima banjir hadiah yang datang dari rekan kerja dan pemerintah setempat.


Bahkan cabang VA Corp di belahan dunia juga turut dibanjiri hadiah pada waktu bersamaan.


Setelah membersihkan tubuh anaknya Thomas memilih berjemur di balkon ruang perawatan Valeria sambil mengendong baby Mikhail.


Terima kasih Tuhan buat anugerah-Mu yang begitu luar biasa telah mengirimkan malaikat kecil di tengah keluarga kami, batin Valeria dengan penuh syukur.


Ceklek................


Lamunan Valeria buyar saat pintu di buka dengan kuat dari luar dan masuklah Yorla dan Bryan bersamaan.


"Sister" ucap Yorla dengan suara gemulai.


"Val gimana keadaan loe?" tanya Bryan dengan khawatir.


"Gue baik-baik aja tinggal pemulihan aja"


"Syukurlah" ucap Bryan dengan lega.


"Sister dimana pangeran eke?" tanya Yorla celingak-celinguk mencari keberadaan bayi Valeria.


"Lagi berjemur sama daddynya" tunjuk Valeria ke arah balkon.


"Eke udah ngak sabar pingin gendong keponakan eke" pekik Yorla dengan histeris.


Baru saja Yorla ingin menyusul Thomas ternyata Thomas dan baby Mikhail lebih dulu masuk ke dalam. Gerakan Yorla terhenti melihat tatapan tajam Thomas yang menyuruhnya untuk tidak mendekat.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Sister" adu Yorla dengan wajah cemberut.


"Jangan berisik banci sialan anakku sedang tidur" ucap Thomas dengan suara dingin.


Yorla mengerucut bibirnya mencabik karena lagi-lagi ia dilarang Thomas untuk mendekati baby Mikhail. Padahal sedari kemarin ia sudah sangat penasaran ingin melihat wajah bayi mengemaskan itu.


"Kamu boleh melihatnya tapi tidak boleh menyentuhnya" ucap Thomas.


"Beneran" pekik Yorla dengan mata berbinar.


"Heeemmm"


Yorla mendekati box baby Mikhail dan melihat dengan saksama bayi mungil itu. Berkali-kali Yorla hampir histeris melihat baby Mikhail tapi langsung di hardik Thomas untuk tidak membangunkan sang anak.


"Siapa namanya sister?" tanya Yorla.


"Mikhail Zeno Parker"


"Baby Mikhail! Uuuhhhhh.......gemesnya pengen eke cubit tuh pipi deh" gemes Yorla.


"Yorla" desis Valeria dengan tatapan tajam.


"Hehehehe........bercanda sister" ucap Yorla sambil terkekeh.


"Selamat ya buat kelahiran anak kalian berdua" ucap Bryan.


"Thank's dude, Bryan" ucap keduanya dengan serentak.


"Wajahnya mirip sekali sama Thomas" ucap Bryan yang memperhatikan baby Mikhail.


"Benar brother. Semua yang ada di tubuh baby Mikhail persis kayak brother Thomas tidak ada bagian sister" tambah Yorla dengan teliti.


"Ya iyalah karena gen aku lebih kuat" sombong Thomas di sebelah istrinya.


"Ckk! Sombong" decak Yorla dengan tatapan sinis.


"Honey apa kamu sudah menelpon ayah?" tanya Valeria.


"Aku lupa honey" ucap Thomas menepuk keningnya.


Ia lalu bergegas mengambil hpnya yang berada di atas sofa setelah tadi mengirim pesan kepada Xavier, Kevin, dan Albert mengenai kelahiran putranya.


Tangannya dengan lincah mencari kontak Ayah Mertua dan langsung menelponnya. Pada dering ketiga barulah panggilannya dijawab.


"Halo"


^^^"Halo ayah mertua apa aku menganggu"^^^


"Tidak Thomas. Ada apa?" tanya Budi to the point.


^^^"Aku cuma mau ngabarin kalau istriku sudah melahirkan kemarin sore dan anak kami laki-laki"^^^


"Apa" teriak Budi dari seberang sampai Thomas menjauhkan hpnya dari telinga.


****! Untung kamu ayah mertua aku jika tidak sudah aku cincang kamu, batin Thomas dengan kesal.


^^^"Baik ayah mertua"^^^


"Titip salam buat anak dan cucuku"


^^^"Iya ayah mertua nanti aku sampaikan"^^^


"Heemmm"


Thomas mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Budi di seberang. Ia lalu duduk kembali di samping istrinya dan menyandarkan kepala Valeria di dadanya tak perduli dengan kehadiran Yorla dan Bryan.


~ Mansion Kusumo ~


Setelah menerima telpon dari Thomas dengan cepat Budi segera memanggil bi Susi untuk menyiapkan koper untuknya dan istrinya.


"Mas ada apa sih?" tanya Arinta yang baru keluar dari dapur mengambil teh untuk suaminya.


"Kamu siap-siap sekarang sayang kita harus pergi sejam lagi" ucap Budi.


"Memangnya kita mau kemana mas?" tanya Arinta yang masih diliputi kebingungan.


"Dubai. Barusan Thomas memberitahu kalau Valeria sudah melahirkan" jawab Budi.


"Oh"


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


"Apa" teriak Arinta menggelegar karena baru memahami ucapan suaminya.


"Aduh sayang kuping aku sakit" kesal Budi.


"Ayo kita siap sekarang mas jangan buang waktu lagi" ucap Arinta dengan antusias.


Budi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya. Keduanya masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk berangkat ke Dubai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Loh ayah sama ibu mau kemana?" tanya Bagas yang baru pulang bersama istrinya dari luar.


"Dubai. Adikmu sudah melahirkan jadi ayah dan ibu akan ke sana" jawab Budi.


"Apa! Valeria sudah melahirkan" pekik Bagas dengan suara tinggi.


"Aduh Bagas ini bukan hutan nak" dengus Arinta sambil mengorek kupingnya yang sakit.


"Kapan adik melahirkan bu dan kenapa ibu sama ayah pergi sendiri saja?" tanya Bagas dengan cepat.


"Kata Thomas kemarin sore Valeria sudah melahirkan. Loh memangnya istrimu sudah bisa jalan jauh?" tanya balik Budi.


"Balum ayah........hehehehe" ucap Bagas sambil terkekeh karena lupa jika istrinya saat ini sedang hamil muda dan belum bisa di ajak berpergian jauh.


"Nanti kalau kandungan istrimu sudah kuat baru kalian ke sana lihat anak Valeria" ucap Arinta.


"Iya bu"


"Bu titip salam ya buat Valeria dan Thomas" ucap Camelia.


"Pasti sayang. Kamu ingat jaga kandunganmu selama ibu dan ayah pergi" nasihat Arinta kepada menantunya.


"Pasti bu"


"Nak perhatikan istrimu jangan terlalu forsis bekerja karena istri dan anakmu butuh perhatian lebih dari kamu" ucap Arinta menatap putranya Bagas.


"Iya bu nanti aku akan bagi waktu untuk mereka"


"Heemmm"


"Ayah percayakan perusahaan dan mansion ke kamu son" ucap Budi menepuk pundak putranya.


"Iya ayah"


"Ayah dan ibu berangkat dulu" pamit Budi dan Arinta.


"Hati-hati ayah, ibu. Sampai disana jangan lupa kabari kami" ucap Bagas.


"Pasti nak" ucap Arinta.


Arinta dan Budi memeluk putra dan menantu mereka sebelum pergi. Bagas memeluk pinggang istrinya dengan erat sambil menatap kepergian mobil yang membawa kedua orang tuanya ke bandara.


3 Tahun kemudian


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan tidak terasa sudah 3 tahun berlalu. Anak pertama mereka Mikhail tepat lusa akan berumur 3 tahun dan saat ini Valeria tengah mengandung 7 bulan anak kedua.


Sifat Mikhail duplikat seperti Valeria yaitu dingin, angkuh, dan sombong. Di umur yang akan menginjak 3 tahun lusa kelakuan Mikhail semakin menjadi-jadi dan sangat nakal.


Seperti saat ini Valeria menutup mata menormalkan emosinya melihat taman bunga baby breath kesukaannya yang hancur karena kelakuan putranya itu.


"MIKHAIL ZENO PARKER" teriak Valeria menggelegar membuat seisi kastil menutup telinga mereka.


Thomas yang sedang melihat sistem keamanan perusahaan Wesly dari iPad di taman samping kaget bukan main saat mendengar teriakan istrinya yang memanggil nama putra mereka.


"Son" panggil Thomas dengan tegas menatap putranya yang sedang tiduran di perut Boy sambil minum susu.


Mikhail menatap sang daddy dengan tajam seakan tidak memperdulikan panggilan Thomas.


Grep..............


"Daddy put me down" (papa turunkan aku) teriak Mikhail sambil memberontak karena Thomas tiba-tiba menggendongnya.


"Diam bocah nakal. Kita temui mommy sekarang jangan membuatnya kesal" hardik Thomas dengan suara tegas.


"Ckk!"


Mikhail tak berontak lagi dan memeluk leher Thomas sambil minum susu di dot. Keduanya lalu menuju ke taman kaca milik Valeria.


"Ada apa honey?" tanya Thomas dengan suara lembut.


Valeria berbalik menatap suaminya dengan tatapan tajam apa lagi melihat putranya yang bergelayut manja di lehernya.


"MIKHAIL" panggil Valeria menekan kata-katanya.


"Mommy" jawab Mikhail berbalik menatap Valeria.


"Katakan" ucap Valeria dengan tegas.


"Aku tidak suka melihat kembangnya mommy. Menurutku itu sangat jelek jadi aku cabut saja" ucap Mikhail dengan santai.


Phew................


Valeria menghembuskan napasnya dengan kasar mendengar jawaban sang anak. Thomas yang bingung dengan pembicaraan keduanya lalu menatap ke arah bunga kesayangan sang istri.


Matanya melotot melihat bunga kesayangan sang istri yang hanya tinggal daun dan batang saja sedangkan bunganya sudah tidak ada lagi.


Sepertinya bocah setanku membangunkan singa yang sedang tertidur, batin Thomas.


❄❄❄❄❄


To be continue.................