
π»Hanya orang bodoh yang menilai buku dari sampulnyaπ»
.
.
.
.
Bryan mengumpat kesal karena tidurnya terganggu akibat Mikhail. Dengan malas ia berjalan keluar dari kamar menggunakan celana tidur tanpa atasan bergegas menuju penthouse Valeria.
"Yang mulai raja" ucap pengawal Valeria yang berjaga di sekitar lantai penthouse kaget melihat Bryan yang datang.
Bryan mengibas tangannya untuk tidak memperdulikannya. Ia lalu masuk ke dalam penthouse Valeria bergegas menuju kamar utama.
Ceklek...................
Thomas menatap ke arah pintu saat pintu terbuka melihat muka bantal Bryan apa lagi dia tidak memakai baju hanya memakai celana tidur.
"Bawa Mikhail ke tempatmu" ucap Thomas yang masih memeluk tubuh istrinya.
Bryan memicing matanya melihat Valeria yang dipeluk erat oleh Thomas. Keningnya mengerut merasa ada yang tak beres dengan Valeria.
"Istriku lepas kendali"
"Serahkan Mikhail kepadaku" ucap Bryan sambil mengendong Mikhail yang sudah terlelap kembali.
"Heemmm"
Bryan bergegas pergi dari sana bersama Mikhail meninggalkan Thomas dan Valeria sendirian disana. Thomas lalu melepas pelukannya dan menatap mata sang istri yang terlihat kosong.
"Honey"
"Ares" gumam Valeria dengan suara pelan.
"Aku mohon sadar honey. Ingat kandungan kamu honey" lirih Thomas dengan sendu.
"Ini semua karena kamu sialan" hardik Valeria dengan suara tinggi.
"Iya ini semua salah aku honey"
"Karena kamu Ares rusak bangsat. Kalau kamu tidak pergi Mikhail tidak akan diculik dan Ares tidak akan rusak anj**g" maki Valeria dengan suara tinggi.
Prang..........prang..........prang.........
Thomas menutup mata melihat kemarahan istrinya yang menghancurkan barang didalam kamar. Ia membiarkan saja Valeria berbuat sesukanya sampai ia puas.
"Honey ingat kandungan kamu! Aku tidak ingin kalian berdua kenapa-napa honey" pinta Thomas dengan memohon.
"Aku membencimu sialan!" bentak Valeria.
Valeria berlalu keluar dengan wajah mengelap membuat Thomas dengan cepat mengikutinya dan menghadangnya.
"Lepaskan aku! Lepas" teriak Valeria menggelegar.
"Tidak honey! Kamu boleh marah tapi jangan berani keluar" tegas Thomas.
"Lepas sialan"
Thomas memeluk tubuh Valeria dengan erat tak membiarkan istrinya pergi karena dia yakin Valeria pasti akan menuju markas Devil Dragon.
Mata merahnya berkilat tajam terlihat ada kemarahan dan dendam didalam sana membuat Thomas menghembuskan napasnya dengan kasar.
Bugh.............
Valeria menendang Thomas hingga terpental ke belakang saat merasa pelukan Thomas agak mengendur.
Terdengar ringisan kecil dari mulut Thomas saat mendapat tendangan kuat dari istrinya. Valeria menatap suaminya dengan sinis tak perduli sedikit pun.
Mata Thomas melotot melihat istrinya keluar sambil membawa kunci mobil. Dengan sekuat tenaga ia menyusul istrinya yang sudah masuk ke dalam lift.
"Sial" umpat Thomas dengan kesal karena lift sudah turun ke bawah.
Thomas kembali masuk ke dalam penthouse dan mengambil hpnya lalu menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan helikopter sekarang.
Selang 10 menit helikopter sudah sampai di rooftop dan segera pergi setelah Thomas masuk. Mereka lalu menuju ke markas Devil Dragon karena Thomas yakin istrinya pasti akan ke sana.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sedangkan Valeria melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan pengawal yang jauh di belakangnya.
~ Markas Devil Dragon ~
Cekittt..................
Bunyi decitan ban terdengar jelas di depan pintu masuk markas Devil Dragon bersamaan dengan helikopter yang dinaiki Thomas landing di samping markas.
Xavier yang mendengar suara helikopter segera bangun dan keluar dari kamar pribadinya diikuti oleh Chloe yang juga terbangun.
Saat keluar Xavier menatap Albert dan Kevin yang juga ikut terbangun karena suara helikopter. Ketiganya saling melihat bertanya apa yang sedang terjadi.
"Siapa yang datang?" tanya Albert kepada Ken yang hendak naik ke lantai dua untuk mengabarkan siapa yang datang.
"Bos Thomas dan istrinya bos" jawab Ken.
"Mereka datang dengan helikopter?" tanya Kevin dengan penasaran.
"Bos Thomas datang dengan helikopter sedangkan istrinya datang dengan mobil"
Eehh..............
Mereka semua melongo mendengar ucapan Ken barusan tentang kedatangan Thomas dan Valeria sendiri-sendiri.
Saat Albert akan bertanya lagi mereka mendengar suara bentakan di bawah sana dan itu terdengar seperti suara Thomas yang sedang beradu mulut dengan Valeria.
"Kita ke bawah" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Oke bos" ucap Albert dan Kevin dengan serentak.
Sebelum pergi Xavier menatap Chloe bertanya apa ia ingin ikut atau tidak. Chloe mengandeng lengan suaminya memilih mengikutinya ke bawah dan melihat apa yang terjadi.
"Honey tenangkan diri kamu" hardik Thomas dengan suara dingin.
"Tutup mulutmu bangsat! Jangan menghalangiku sialan" maki Valeria dengan emosi.
"Jangan paksa aku untuk menggunakan kekerasan honey" ucap Thomas dengan suara dingin.
"Kamu pikir aku takut? Buktikan ucapanmu jangan hanya di mulut saja" ejek Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Bugh................
"Jangan sebut nama sialan itu di namaku bangsat" maki Valeria sambil memukul Thomas tepat di rahangnya dengan kuat.
Thomas terpental ke belakang tak kuat menahan pukulan Valeria yang sangat kuat. Ia meringis sakit merasa rahangnya seperti bergeser.
"Bawa sialan itu kemari berengsek. Jangan buat aku ratakan markas kalian sekarang!" bentak Valeria menatap anak buah Devil Dragon yang sedang melihatnya.
"Siapa kamu berani memerintah di markasku" hardik Xavier dengan suara dingin dari depan.
"Ckk!! Kalau kamu hanya mengurung sialan itu mending berikan dia kepadaku" ketus Valeria dengan suara tak kalah dingin.
"Tidak semudah itu nyonya Parker" ejek Xavier.
"Ah! Sepertinya aku harus meratakan tempat ini ya" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
"Cukup honey!" bentak Thomas menggelegar.
Emosinya sudah tak bisa ditahan lagi saat mendengar ucapan sang istri barusan yang ingin meratakan markas sang bos.
"Bos ikuti saja ucapan istriku. Bos tahu betul jika apa yang istriku ucapkan tidak main-main" ucap Thomas.
"Heemmm" deham Xavier sambil mengangguk kepala membenarkan ucapan Thomas barusan.
Albert lalu melirik Ken dan memberinya isyarat untuk membawa Kaili ke sini. Tak berapa lama Kaili di dorong Ken dengan kuat hingga terjatuh di lantai.
"Jadi ini orang yang sudah membunuh saudaraku" mata Valeria berkilat tajam menatap Kaili sambil tersenyum menyeringai.
"Apa maksudmu pria bermata merah yang berdiri di sebelahmu waktu itu?" tanya Kaili sambil tersenyum menyeringai.
Valeria tersenyum smirk melihat keberanian Kaili yang membalas ucapannya tapi saat menatapnya Valeria ingin tertawa melihat wajah Kaili yang tak tenang dan gugup.
Crash..............crash............
Aaarrghhh..............
Teriak Chloe dan Kaili bergema bersamaan didalam markas Devil Dragon saat Valeria tiba-tiba menebas kaki kiri dan tangan kanan Kaili.
Hahahahahaha...............
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria tertawa kencang mendengar teriakan kesakitan Kaili yang terdengar merdu di telinganya. Sedangkan Chloe seketika lemas beruntung suaminya dengan cepat menangkapnya sebelum ia jatuh.
"Honey biarkan aku yang menghukum dia ya" bujuk Thomas.
"Diam di tempatmu!" bentak Valeria dengan aura membunuh.
"Heemmmm" deham Thomas mengangguk kepalanya mengikuti kemauan istrinya.
Sedangkan Valeria menatap Kaili kembali sambil tersenyum menyeringai seperti monster yang sedang memindai mangsanya.
"Kematian mutlak untukmu" ucap Valeria dengan suara dingin.
Thomas menutup mata mendengar kata yang sangat populer di dunia bawah karena itu adalah kata peringatan dari Queen Black Shadow.
Sret.........sret.........sret.........sret..........
Seperti monster berdarah dingin Valeria mencabik-cabik tubuh Kaili dengan emosi. Ia sesekali tertawa mendengar jeritan kesakitan Kaili.
Thomas dan lainnya kaget bukan main melihat apa yang dilakukan oleh Valeria saat ini. Bahkan Chloe sampai pingsan tak sanggup melihat kekejaman Valeria.
Aarrrgghhhh................
Teriak kesakitan Kaili sebelum menghembuskan napasnya terakhir saat Valeria menc**t jantungnya. Semua yang disana bergidik ngeri melihat kekejaman seorang Queen Black Shadow.
"Jadi ini sosok asli The Queen of Blood" ucap Albert bergidik ngeri.
"Heemmm" deham Xavier.
"Mengerikan" ucap Kevin dengan wajah pucat melihat aksi Valeria.
Saat Valeria sedang melakukan aksinya ternyata ada anak buah Xavier yang melihatnya dengan tatapan penuh kebencian.
Beraninya kamu membunuh pamanku, batin orang itu sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.
Cling...............
Semuanya kaget tiba-tiba ada bunyi benturan yang sangat keras dan saat mereka melihatnya ternyata itu adalah peluru yang bertabrakan dengan suriken.
"Peluru! Suriken!" ucap Albert dan Thomas dengan serentak.
"Siapa yang berani menembak istriku" hardik Thomas dengan suara menggelegar.
Valeria terkekeh sambil berdiri didepan tubuh Kaili yang sudah tercabik-cabik. Ekor matanya melirik ke belakang melihat orang yang tadi menembaknya.
"Ada pengganggu rupanya" sinis Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Wush..............
Tiba-tiba saja Valeria sudah berdiri di belakang orang itu membuatnya kaget bukan main. Thomas dan lainnya juga tak kalah kaget melihat gerakan Valeria yang tidak terlihat.
"Bagaimana bisa?" tanya Kevin dengan mata melotot kaget.
"Honey apa yang kamu lakukan? Turunkan pisaumu!" ucap Thomas.
"Dia ingin membunuhku"
"Apa" pekik Thomas dengan kaget.
Thomas baru saja ingin melangkah mendekati keduanya tapi dengan cepat orang itu mengarahkan pistolnya ke perut Valeria.
Wush............sret..............
Arrghhh.............
Teriak orang itu bersamaan dengan pengawal bayangan yang keluar saat melihat isyarat Valeria. Mereka memotong lengan orang itu membuat semuanya kaget melihat 3 orang ninja yang berdiri mengelilingi Valeria.
"Ini?" tanya Thomas dengan kaget.
"Pengawal bayanganku honey" ucap Valeria sambil terkekeh.
βββββ
To be continue.............