
Alex terlihat kebingungan saat ini, ia tidak tau harus mencari pekerjaan dimana, uang tabungan nya, semua nya telah ia berikan untuk Bima, karena ia yang terlanjur berjanji untuk menyekolahkan Bima hingga serjana.
Alex yang merupakan anak pemilik rumah sakit swasta xxx dan farmasi harus mengundurkan diri, karena mama nya yang menginginkan ia dan Sarah berpisah,
alex sangat menyayangi Sarah dan bulan, ia tak ingin meninggalkan mereka, bahkan ia rela menyerahkan rumah sakit dan perusahaan farmasi kepada mama nya, supaya mama tidak memiliki alasan untuk memisahkan alex dengan keluarga nya.
semua rumah sakit di kota ini telah alex datangi, awal nya semua tempat sangat senang menerima Alex namun setelah melihat data-data Alex dan di sana juga tertulis besar nama 'MAHESA', mereka jadi berubah pikiran untuk menerima alex di rumah sakit mana pun,
ia sangat yakin saat ini, pasti ada campur tangan mama nya,
mama pasti meminta semua rumah sakit untuk tidak menerima nya dimana pun,
setelah berkeliling cukup lama, akhirnya ada sebuah apotik yang bersedia menerima nya dengan gaji yang tidak terlalu besar,
ia pun terpaksa menyanggupi nya untuk berkerja di apotik tersebut, dari pada ia menjadi pengangguran nanti nya.
Setelah pekerjaan nya selesai, ia pun pulang ke rumah utama keluarga Mahesa, karena saat ini Sarah dan putri nya bulan juga tinggal di sini,
sesampainya di rumah,
tidak Alex dapati keberadaan anak dan istri nya,
mungkin mereka di kamar pikir alex, ia pun pergi kekamar hingga mama nya berteriak memanggil nya,
alex pun berjalan kearah mama dan
dia terpaksa mengundurkan niat untuk menemui anak dan istri nya terlebih dahulu,
dan alex hanya diam mendengarkan apa yang mama ucapkan itu, meski awal nya alex berniat untuk tidak mempedulikan ucapan mama, namun lambat laung alex merasa menjadi anak yang durhaka semenjak menikahi Sarah, entah apa yang terjadi pada nya saat ini,
alex seketika termakan oleh omongan mama nya dan berjalan menuju kamar untuk menemui Sarah dan bulan.
di kamar Sarah terlihat berkutik dengan ponsel nya, sedang kan bulan putri nya tengah tertidur lelap.
"Sarah, ini uang bulanan kalian yah,
kalau kakak udah gajian,kakak tambahin lagi..."ujar alex memberikan nafkah sejumlah sepuluh lembar uang berwarna merah,
Alex sangat yakin Sarah pasti akan menerima nya, bukan nya saat tinggal bersama Adit kakak nya sang penjual bakso, Sarah sangat jarang memegang uang sebanyak itu.
"kak, maaf sebelumnya,
apa ini nggak salah...?"tanya Sarah sambil melirik kearah alex dan itu sedikit membuat Alex kecewa.
"kenapa ?"tanya nya penasaran.
"ini nggak cukup kak untuk keperluan kita selama sebulan..."ujar Sarah sambil memberikan kembali uang tersebut ke tangan Alex, alex merasa kecewa dengan ucapan Sarah barusan, Sarah seperti tidak bersyukur dengan apa yang alex berikan saat ini.
"kakak hanya kerja di apotik sekarang ini dan gajian nya bulan depan, kamu berhemat aja yah saat ini, sabar untuk menunggu bulan depan kakak gajian,
dan sekarang kamu juga sudah kerja online kan,
lagi pula Adit juga tetap menafkahi kamu selama kamu kuliah kan "ujar Alex, meski ia juga enggan mengharapkan apa pun dari Adit, sahabat nya tersebut.