
"kamu serius mau menerima Alex lagi ?" tanya Adit yang tiba-tiba sudah duduk bersama Sarah di luar rumah.
Sarah hanya diam, dia bingung dan bimbang, di lain sisi dia sangat lelah di sakiti oleh Alex dan disisi lain Sarah juga tak bisa menerima perlakuan semua orang menghina dan membuli nya.
"Sarah bingung kak..." jawab Sarah sambil menunduk kan kepala nya.
"apa kamu masih mencintai Alex dek ?" tanya Adit lagi, sedang kan Sarah hanya diam sambil memutar kepalanya kearah jendela rumah, terlihat Alex sedang tertawa riang bersama anak nya.
Sarah pun menarik nafas panjang dan kembali beralih pandang kearah kakak nya.
"Sarah tidak tahu kak, bagaimana perasaan Sarah saat ini, Sarah bingung, Sarah merasa setengah hati Sarah sudah mati untuk kak Alex...tapi setelah melihat bulan yang begitu bahagia bertemu ayah nya, entah mengapa Sarah merasa bersalah telah memisahkan mereka..." jawab Sarah menatap kakak nya, terlihat Adit terdiam membalas tatapan adik nya.
"kak, Sarah boleh tidur di dalam warung kakak ?" tanya Sarah seketika hingga membuat Adit terbelalak kaget.
"maksud nya ?" tanya Adit lagi.
"Sarah belum siap tidur sekamar lagi dengan kak Alex..." jawab Sarah sambil menunduk kan kepala nya dan Adit sangat paham, dia bahkan juga tak rela adik nya di apa-apakan oleh Alex nanti nya.
"baik lah, kamu tidur di kamar kakak saja bareng Novi, biar kakak yang tidur di sofa ruang tamu nanti nya..." jawab Adit tersenyum kearah Sarah.
"tapi kak ?" Sarah sangat merasa bersalah terhadap kakak nya, gara-gara dia Adit jadi tidur berpisah dengan istrinya.
"kamu tenang saja, Novi pasti bersedia..."tambah Adit, sambil pergi meninggalkan Sarah masuk ke kamar nya dan seperti nya Adit ingin meminta izin terhadap istri nya supaya Sarah bisa tidur di kamar nya.
tak berselang lama Adit dan Novi pun keluar, terlihat Novi berjalan kearah Sarah dan langsung tersenyum manis kearah Sarah.
"terima kasih kak..." jawab Sarah, meski pun ia merasa telah merepotkan kakak nya dan kakak ipar nya.
"iya..."
Alex menunggu kedatangan Sarah di kamar, sedang kan bulan sudah terlelap karena kelelahan bermain, Alex pun perlahan menaiki kursi roda nya dan menjalankan kursi otomatis itu mencari keberadaan Sarah, namun Alex malah terbelalak kaget melihat Adit yang sudah terlelap di atas sofa dengan selimut tebal yang membalut tubuh nya.
"sial..." geram Alex sambil memutar kursinya, ia sangat yakin pasti Sarah tidur bersama Novi saat ini,
Alex sangat kesal, sebab sudah berbulan-bulan ia menahan hasrat nya untuk tidak melepaskan ke wanita lain, dia sangat berharap bisa melepaskan kebutuhan biologis nya itu kepada Sarah malam ini.
Pagi ini Sarah sudah terbangun dan langsung menuju dapur untuk membuat makanan sarapan pagi mereka, Sarah membuat, sayur asem, sambal terasi, tahu goreng, dan ayam goreng balado.
namun Sarah menyembunyikan sambal ayam goreng balado untuk kakak nya nanti, Sarah hanya akan mengajak Alex menikmati sayur asem, sambal terasi dan tahu goreng saja.
Seperti ekspetasi Sarah, Alex sangat tidak menyukai makanan itu dan dia seperti nya terpaksa memakan nya hingga membuat Sarah ingin menertawai nya saat melihat ekspresi wajah Alex yang seperti itu.
"mau tambah kak ?" tanya Sarah namun dengan cepat nya Alex menggeleng kan kepalanya.
Sarah sengaja berbuat demikian, untuk menguji sejauh mana Alex menerima kehidupan sederhana nya itu nanti nya.
"kamu kemana malam tadi, Kakak menunggu mu di kamar ?" seketika Alex bertanya kepada Sarah perihal kepergian Sarah malam tadi.
"maaf kan Sarah kak, Sarah berhalangan saat ini, takut nya kakak tidak bisa menahan hasrat kakak melihat Sarah..." ujar Sarah, terlihat Alex begitu geram dan langsung memutar kursi nya pergi meninggalkan Sarah yang masih duduk mematung di depan meja makan.