
Beberapa hari pun berlalu, Akhirnya Alex bangun dari koma nya, ia pun menengadah menatap ke sekeliling ruangan.
"dimana aku ?" tanya Alex di dalam hati.
Alex mencoba bangkit dari tidur nya, namun sebagian tubuh nya tidak bisa di gerakkan, Alex pun berusaha mengangkat kaki nya namun ia sangat kaget, bahkan lebih kaget setelah mengetahui kaki nya di penuhi oleh banyak perban.
"apa yang terjadi dengan ku..."pekik Alex, ia sangat syok dan terkejut saat ini.
Alex pun melirik kearah anggota tubuh nya yang lain, ia di penuhi oleh jarum infus dan perban, Alex mencoba mengingat kembali kejadian yang telah menimpa nya.
Hingga akhirnya Alex mengingat hari itu, dimana musibah itu datang menghampiri nya.
Alex sedang memotong jalan raya dengan kecepatan penuh, sambil berteriak-teriak histeris memanggil nama Sarah dan bulan hingga ia mengakui kebodohan nya dan sesekali Alex memukul keras stir mobil dengan sangat keras nya, hingga ia lengah tanpa sengaja mobil nya menghantam keras sebuah mobil truk dan terguling di atas aspal hingga ia tidak bisa mengingat lagi apa yang terjadi setelah itu, penglihatan nya menjadi gelap, yang ia tau hanya suara teriak kan orang-orang meminta tolong di sekitar kecelakaan nya.
"syukur lah kakak sudah sadar" ucap seorang pria yang tak asing lagi menurut Alex.
"Arsya...ada apa dengan kakak ?" tanya Alex bingung ke arah Arsya.
"kakak tenang yah, Arsya panggil kan dokter terlebih dahulu..." Arsya pun langsung menekan sebuah tombol merah yang berada di dekat Alex.
tak berselang lama terlihat beberapa orang suster berlari tergopoh-gopoh memasuki ruangan Alex, saat sampai di ruang rawat Alex, suster malah kaget mendapati Alex yang sudah duduk di atas ranjang nya.
"suster, saya kenapa?" tanya Alex kepada suster yang mendekati nya saat ini.
"tenang yah pak Alex, ini adalah mukjizat, anda sudah koma selama dua Minggu..."sahut salah seorang suster tersebut.
"apa saya koma ? dua Minggu ?"ujar Alex kaget ia tak percaya sudah berada di tempat itu selama ini.
"benar pak, sekarang bapak istirahat terlebih dahulu yah, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa keadaan bapak..."ucap seorang dokter lagi.
"kak, kakak istirahat yah, Arsya akan hubungi mama terlebih dahulu..."ujar Arsya.
Alex kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur, ia tidak bisa mengerakkan anggota tubuh nya lebih leluasa apa lagi kaki nya sedang di perban saat ini.
tak berselang lama dokter pun masuk kedalam ruangan ruang rawat Alex, ia pun langsung memeriksa tubuh Alex.
"syukur lah, pak Alex bisa Melawati masa kritis..."ucap seorang lelaki yang mengenakan almamater putih.
"saya kenapa, ada apa dengan saya dan kenapa kaki saya tidak bisa di gerak kan ?"tanya Alex lagi, ia pun memandang kearah kaki nya yang masih terparban
"maaf pak, kaki anda menggelami ke lumpuhan namun masih bisa di sembuhkan jika anda menjalani terapi rutin."ucap dokter itu lagi.
"hah, kalian mau menipu ku lagi yah, kalian bisa ku tuntut atas semua ini, kalian pikir aku bodoh hah, dulu kalian juga mengatakan aku lumpuh, tapi aku malah sembuh setelah ke luar dari rumah sakit ini, kalian sengaja kan membuat aku lumpuh seperti ini..."ujar Alex histeris.
"haah saya bisa memecat anda dokter, Ingat itu, saya lebih berkuasa di rumah sakit ini, jadi jangan coba-coba berani mempermainkan saya seperti itu..."ucap Alex sambil menatap tajam kearah dokter yang menangani nya saat ini.
"maaf kan saya pak Alex jika saya pernah melakukan kesalahan terhadap anda, tapi untuk sekarang ini anda benar-benar menggelami kelumpuhan di bagian kedua kaki anda akibat terbentur terlalu keras ..."terang dokter tersebut.
"haha,kalian memang hebat dalam berdrama..."ujar Alex tersenyum sinis.
" Arsya..." panggil Alex lagi hingga membuat Arsya mendekat kearah nya.
"Arsya, pecat dokter ini dan semua suster serta perawat yang bekerja sama ingin mencelakakan ku..." ucap Alex hingga membuat dokter dan beberapa orang suster terbelalak mendengar ucapan nya.
"anda tidak bisa memecat saya seperti itu pak Alex, kontrak saya masih berjalan beberapa bulan lagi..." ujar dokter tersebut.
"saya tidak mau tau, kalian semua pergi...dari ruangan saya, saya jijik melihat kalian ada di sini..." Beberapa orang suster pun saling memandang satu sama lain, mereka tidak menyangka akan di pecat secara tidak hormat seperti itu, meskipun Alex atasan mereka, tetap saja Alex tidak berhak menuduh mereka mencelakai nya.