
"Apa buk,!
Sarah sudah pulang kampung...?" tanya lelaki tampan yang mengenakan jas putih nya,
"iya, dek Agam...
Sarah sudah pulang pagi tadi, di jemput sama kakak nya..."
"ouh, gitu yah buk...
terima kasih ya buk info nya,"
"iya dek Agam..."
"kenapa Sarah nggak kasih tau kalau ia mau pulang kampung !!!
mana aku lupa lagi nanyain alamat lengkap Sarah,..."
______________________________________________
"Sarah,
tata semua barang-barang kamu !
biar kakak Yang jagain bayi kamu,"
"iya, baik kak,"
"Alhamdulillah,kak Adit sudah mulai suka sama baby Bulan,"
batin Sarah.
POV AUTHOR
Sarah pun memindahkan semua barang-barang nya kedalam kamar lama nya,
termasuk barang-barang milik bulan.
Sarah berencana untuk menghias kamar almarhum orang tua nya, yang lebih besar, untuk ia dan bulan tepati,
mumpung Bulan nggak rewel dan lagi ada yang jagain, Sarah pun berpikir untuk membersihkan kamar almarhum orang tua nya sekarang juga,
setelah membersihkan kamar almarhum orang tua nya sebersih mungkin, ia pun mulai menata kembali, mulai dari tata letak ranjang nya, lemari nya, meja hias nya, hingga ia meninggal kan sedikit ruangan kosong untuk menyimpan mainan-mainan bulan nanti nya biar tidak berserakan pikir nya,
setelah semua di kira selesai,
Sarah pun keluar untuk menemui kakak tercinta nya dan anak kesayangan,
yang ternyata sedang berada di depan televisi di ruang tamu, baby bulan hanya diam di pangkuan paman nya, yang sambil mengelus kepalanya,
"Sarah, sudah selesai...?" ucap sang kakak, yang melihat adik nya berdiri di samping nya.
"udah kak, semua sudah Sarah bersih kan,
Sarah berencana menepati kamar mama dan papa untuk jadi kamar Sarah dan baby bulan saat ini"
"ouh ya udah,
kalau udah selesai, boleh kakak mengobrol sebentar, ?"
"eeh boleh kak,"
Sarah pun duduk bersebelahan kakak nya,
yang sedang menghadap ke depan televisi yang masih menyala.
"Sarah, kakak mau tau,
"rencana...?"
"iya rencana mu, untuk masa yang akan datang..."
"sa-sarah, belum memikirkan nya kak"
"apa kamu masih mau kuliah...?"
"kuliah...?"
"kalau kamu masih mau kuliah, kamu bisa kok kuliah di sini saja,"
"nanti bulan gimana kak,
kalau Sarah kuliah, bulan mau tinggal sama siapa??"
"kuliah kan tidak setiap hari Sarah, nanti saat-saat kamu kuliah, biar kakak minta tetangga buat jaga anak kamu, kata orang-orang dia bertalenta merawat bayi,
karena pernah menjadi baby sitter di kota lain"
"nanti biaya kuliah Sarah gimana...?
buat gaji orang yang menjaga baby bulan gimana, Sarah kan gak punya uang kak,
lagian Sarah nggak mau nyusahin kakak lagi,"
"kalau masalah kuliah kamu, kamu nggak usah pikirin kan, saat kamu masih SMA kakak udah siap-siap untuk biaya kuliah kamu,
kalau masalah gaji nya baby sitter, kan dia nggak kerja setiap hari, karena kamu kan nggak kuliah setiap hari, dia akan kakak kasih gaji perhari selama dia bekerja saja,"
"gitu yah kak"
"iya,
gimana apa Sarah masih mau kuliah...?"
"kak, kenapa kakak selalu baik sama Sarah,
padahal Sarah banyak salah sama kakak,
Sarah menyesal kak,maaf kan Sarah ya kak... "
"Sarah, semua sudah terjadi,
anggap saja ini sebagai pelajaran untuk kamu dan untuk kakak, supaya menjadi lebih baik lagi,"ucap Adit sambil mengelus kepalanya sang adik,
"terima kasih ya kak, selalu baik sama Sarah,
terima kasih ya kak selalu menyayangi Sarah..."
"hmm iya, Sarah "
"maaf kan Sarah iya kak...?"
"iya, kakak selalu maaf kan kamu,
maaf kan kakak juga ya dek,kakak sempat menampar kamu waktu di rumah sakit,"
"iya kak,"
adik, kakak itu pun berpelukan dalam waktu yang cukup lama,
melepaskan kerinduan satu sama lain,
"Sarah sayang sama kakak"