My Little Baby

My Little Baby
145. Suasana haru



"soal nya kebutuhan Sarah dan terlebih bulan sangat banyak kak, sedang kan Sarah hanya bekerja di restoran kecil dengan gaji yang tidak terlalu banyak, bagaimana cara Sarah membantu keuangan kakak ?"tanya Sarah ia tak ingin di anggap tinggal gratis di rumah ini, meski di tempat kakak nya sendiri.


"ya ampun, kalau masalah itu tidak perlu kamu pikirkan dek, itu urusan kakak biar kakak yang memikirkan itu semua, asal kamu dan bulan bahagia,tidak tersiksa lahir dan batin kakak sudah sangat bahagia..."jawab Adit ia semakin tersiksa jika melihat kesedihan adik nya, namun ia tak bisa membantu apapun, ia merasa tak berguna saat ini.


"tapi kak, Sarah nggak mau menjadi benalu di rumah ini, Sarah nggak mau nyusahin kakak sama kak Novi terus menerus, lagian Sarah masih berhutang besar terhadap kalian, Sarah belum bisa membayar semua kebaikan kalian terhadap Sarah dan bulan selama ini..." air mata Sarah mengalir deras ia memang tidak berguna.


"kenapa kamu berpikir seperti itu dek, kamu dan bulan adalah keluarga kakak, hanya kalian yang kakak punya, kakak tidak pernah keberatan jika harus menanggung kalian, kakak menyayangi kalian dek, kakak harap kamu tidak berpikir yang tidak-tidak, kakak akan selalu menyayangi dan melindungi kalian, kakak mencintai kalian dek, lagi pula Novi juga tidak keberatan dari awal Novi juga sudah tau kalau kakak punya kewajiban yang harus kakak lakukan, Novi masih menerima kakak apa adanya, sudah lah dek, kakak nggak ingin masalah ini menjadi kan beban untuk mu, kakak sudah berjanji terhadap almarhum ayah untuk menjaga dan melindungi mu apapun yang terjadi kelak, kakak bahkan merasa bersalah dek, karena tidak bisa berbuat apa-apa saat kamu di siksa oleh orang lain, kakak mereka tidak berguna dek."ujar Adit dengan air mata yang mengenang di balik mata nya.


"betul Sarah, kak Novi juga tidak mempermasalahkan itu, kak Novi senang kalau kamu dan bulan senang, kak Novi juga sudah menanggap kamu sebagai adik kandung kak Novi sendiri, kakak tidak ingin kamu berpikir seperti itu, kak Novi tau apa yang tengah kamu pikirkan itu, namun percaya lah, kak Novi tidak pernah keberatan apa pun yang akan di lakukan Adit terhadap kalian meskipun Adit lebih menyayangi kalian atau mementingkan kalian, kak Novi tidak keberatan, sebab dari awal menikah, bukan hanya kami berdua yang di persatu kan namun keluarga juga ikut di persatu kan, dan kakak sudah menerima konsekuensinya, karena hanya kalian keluarga yang Adit punya, juga keluarga kakak."Novi tersenyum tulus kearah Sarah, ia memang tidak pernah merasa keberadaan atau sebagai nya, bagi nya gaji nya sudah sangat cukup untuk biaya hidup mereka dan ia memang tidak membutuhkan gaji Adit, biar kan hasil jerih payah Adit di berikan kepada Sarah dan bulan, karena Novi sudah bertekad akan hal itu.


"maaf kan aku kak, maaf kan aku, yang terjebak masa lalu kelam dengan kak Alex, kalau bukan masalah itu aku tidak akan seperti ini, aku malu kak jika harus mengingat apa yang telah aku lakukan kan dahulu, aku hamil tanpa suami, aku melahirkan tanpa keluarga aku berjuang mempertahankan anak ku sendirian, demi bulan aku dengan bodoh nya menerima lelaki itu lagi, maaf kan aku kak, maaf kan aku, aku malu kak, aku malu..."tangis Sarah tumpah ia sangat menyesali perbuatannya karena sudah membuat aib di keluarga nya.


"hmm sudah-sudah, yang telah berlalu jangan di ungkit lagi, yang penting sekarang Sarah dan bulan sudah mau tinggal di sini..."sela Novi sambil melirik Sarah dan Adit bergantian.


"kak, setelah aku merenungi apa yang di katakan kak Utami seketika aku sandarkan bahwa hidup ku memang sangat berarti saat aku tinggal di sini, dari pada bersama dengan orang yang sangat aku cintai namun hanya untuk di hina dan di caci maki."Sarah menarik nafas dalam-dalam ini adalah keputusan terbaik untuk nya dan bulan.


"percaya lah Sarah, ada begitu banyak kebahagiaan yang menanti mu dan bulan di depan sana..."sambung Novi sambil meraih tubuh adik ipar nya dan memeluk erat tubuh Sarah, Novi memang menganggap Sarah seperti adik kandung nya sendiri ia tidak pernah protes akan apapun yang di lakukan Adit terhadap Sarah dan anak nya, selagi Adit bisa berlaku Adil terhadap mereka.


"Sarah ingin mencari kebahagiaan Sarah sendiri kak, Sarah ingin menjadi orang tua tunggal untuk bulan dan menghidupi bulan hingga menyekolahkan hingga ia menjadi orang yang sukses nanti nya..."ucap Sarah, sambil meraih kakak nya Adit, mereka pun berpelukan di ruangan tamu tersebut, suasana haru pun menyelimuti keluarga ini malam ini, Adit menitikkan air mata nya sambil mengecup bergantian kepala adik dan istri nya, ia sangat senang dengan pemikiran adik nya saat ini, ia sangat mendukung jika apa yang di lakukan Sarah adalah untuk kebahagiaan nya dan anak nya.