My Little Baby

My Little Baby
182. Di dandani



Pagi-pagi sekali, ayu sudah datang kekediaman Sarah dengan membawa seorang MUA yang akan mendandani mereka ke acara opening restoran teguh.


dan yang pertama kali di dandani adalah ayu, hingga Sarah pun punya sedikit waktu untuk membersihkan tubuh bulan beserta mengantikan pakaian nya.


"kita mandi yuk sayang, supaya cantik dan wangi, setelah itu bulan bisa pakai kan baju bagus nya bulan yang ini..." ujar Sarah memperlihatkan pakaian yang akan di kenakan oleh bulan.


Bulan pun melirik sekilas kearah baju nya dan langsung membuang muka, hingga bulan berlari meninggalkan mama nya yang melirik kepergian nya itu.


bulan pun berjalan menuju sebuah pintu,. ia tak suka dengan baju yang di tunjukkan oleh Sarah, anak kecil itu sudah bisa memilih sendiri pakaian apa yang akan di kenakan nya, hingga ia merasa sangat tidak cocok dengan selera nya, saat Sarah memperlihat kan baju pesta berenda kepada nya.


Bulan pun meraih ganggang pintu dan ia ingin pergi dari rumah ini, bulan ingin menemui Adit saja dan tidak berniat ikut mama nya ke pesta, jika harus mengenakan baju yang tidak sesuai dengan selera nya.


Sesaat bulan membuka handle pintu, ternyata teguh dan yoga sudah berdiri di depan pintu tersebut, hingga membuat Sarah sontak kaget dengan kedatangan mereka yang sangat tiba-tiba.


"hallo bulan..." sapa teguh sambil tersenyum manis kearah bocah itu dengan membungkuk kan sedikit tubuh nya.


"hallo om..." jawab bulan lagi sambil melompat ke pelukan teguh dan sontak membuat teguh refleks menangkap tubuh kecil nya.


"om, ayo kita pergi dari sini, bulan nggak suka baju yang di berikan oleh mama..." ujar nya meminta teguh membawanya pergi.


"ouh, ayo..." teguh pun mengendong bulan dan membawanya ke arah mobil.


"teguh Lo mau bawa bulan kemana ? dia kan belum mandi, astagaaaa ?" ujar Sarah, sambil melirik kepergian teguh yang sudah memasukkan bulan kedalam mobil nya di depan rumah sarah.


"biarkan saja, supaya dia lebih akrab dengan calon papa nya..." ujar yoga tersenyum bahagia.


"maksud Lo ?" ucap Sarah menatap yoga meminta penjelasan.


"iya, sebab sebentar lagi teguh akan mengungkapkan perasaan nya terhadap Lo, dan alangkah lebih baik nya, mengambil hati anak nya terlebih dahulu, setelah itu baru hati mama nya..." ujar yoga tersenyum menggoda Sarah.


"ada-ada saja Lo..." Sarah tidak mempercayai ucapan yoga, sebab ia hanya menganggap teguh tak lebih dari seorang sahabat.


"gue serius loh, teguh sudah sangat lama suka sama Lo, hanya saja dia masih malu mengungkapkan perasaan nya..." timpa yoga lagi, hingga membuat Sarah terdiam mendengar panutan nya.


"teguh juga sudah siap untuk menjadi ayah sambung nya bulan, kalau Lo mau menerima nya..." tambah yoga.


Tak berselang lama, MUA pun memanggil Sarah, sebab ayu sudah selesai di dandani saat ini.


"wah, princess gue cantik banget..." puji yoga saat memandang wajah ayu yang sudah di make up.


Saat di dandani, Sarah berusaha mencerna ucapan yoga, yang seperti nya yoga sangat serius dengan ucapan nya itu.


Beberapa menit kemudian sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Sarah, terlihat teguh keluar dengan mengendong tubuh bulan yang sedang menggenggam sebuah paper bag, senyum bulan mengembang bahagia saat ini.


"Jalan-jalan nya udah dulu yah sayang, nanti lagi kita lanjut nya, sana bulan mandi dulu dan pakaikan baju baru bulan itu yah..." ujar teguh menurunkan bulan di dalam dekapan nya.


anak kecil yang hampir berusia lima tahun itu pun berlari mencari mama nya, namun ia melihat mama nya sedang di dandani cantik oleh seorang MUA, sehingga ia pergi menemui Adit dan Novi yang sedang berjaga di warung bakso depan.


"Tante...tante..." panggil bulan sambil mendekati Novi yang sedang duduk di depan meja kasir.


"iya sayang ada apa?" jawab Novi sambil memandang kearah bulan yang masih menggenggam paper bag.


"Tante, tolong bantu bulan yah ? bulan mau cantik kayak mama, bulan mau mandi terlebih dahulu, setelah itu ganti baju baru bulan dan di dandani dengan cantik yah..." pinta anak itu, hingga Novi mengangguk dan membawa bulan menuju rumah, setelah berpamitan kepada adit,


terlihat di dalam rumah sudah penuh dengan sahabat-sahabat Sarah.


"kak Novi, apa kabar..." ucap teguh dan yoga secara bersamaan saat melihat Novi memasuki rumah.


"kakak baik-baik saja, kalau kalian apa kabar?" tanya Novi lagi


"kami baik juga kok kak..." jawab teguh dengan disusul oleh senyuman manis nya.


"oouh, syukur lah... hmm iya sudah kalian duduk dulu saja yah, kakak mau dandani bulan supaya cantik..." ujar Novi lagi.


"iya kak..." jawab teguh.


"Tante, yang beliin baju baru buat bulan ini, om teguh Loh Tante, om teguh baik banget, bulan di beliin baju baru dan sepatu pesta baru..." ucap bulan senang, sambil berjalan kearah kamar Tante dan om nya.


"waaah bagus itu, apa bulan sudah ucapkan terimakasih sama om teguh ?" tanya Novi saat mereka sudah berada di kamar Novi.


"ehhh, bulan lupa..." ujar bulan menepuk jidat nya.


"iya sudah, nanti saja ucapin terima kasih nya yah..." sambung Novi yang melihat bulan ingin berlari lagi kearah luar.


"eeeh, nggak apa-apa Tante ?" tanya bulan lagi.


"iya nggak apa-apa, setelah bulan cantik bulan baru ucapin terima kasih nya, supaya om teguh senang lihat penampilan bulan yang cantik karena pakaian dan sepatu yang om teguh beli." jelas Novi dan terlihat bulan hanya mengangguk mengiyakan.