My Little Baby

My Little Baby
131. Lika liku kehidupan



"Sarah, ajak bulan istirahat, dia pasti kecapekan? " ujar Novi dan Sarah hanya mengangguk dan memasuki kamar yang sudah beberapa lama tidak ia tempati.


TOK TOK TOK


pintu kamar di ketuk, Adit pun masuk kedalam kamar adik nya itu.


"kalau kamu capek, biar bulan sama kakak aja, kamu bisa istirahat dek..." ujar Adit sambil duduk di bibir kasur.


"tidak apa-apa kak, kakak kan juga capek, lagian saat di mobil Sarah juga sempat tiduran sebentar, sedang kan kakak tidak istirahat sama sekali sejak kemarin, nanti kakak sakit loh kak, kakak istirahat dulu yah, Sarah dan bulan tidak apa-apa lagiaan bulan juga mau tidur kak..."ucap Sarah sambil melihat bulan yang sudah menutup kedua matanya.


"hmm iya sudah, kakak keluar dulu yah, kalau ada apa-apa kamu panggil kan kakak yah dek ?"


"iya kak."


Sarah tidur terlelap hingga pagi pun tiba, Sarah menghirup udara segar dan sangat bahagia karena ia sudah sangat lama tidak tidur senyenyak ini, ia sangat merindukan ketenangan dan ketentraman seperti ini.


Sarah melirik ke tempat tidur bulan, ternyata bulan sudah tidak ada di kasur, terdengar suara tawa dari anak nya itu dari arah luar,


"dek ayo makan..." panggil Adit kedalam kamar adik nya.


"iya kak..."


.


mereka sudah duduk di meja makan, mereka sangat menikmati makanan masakan Adit, bagi Sarah, masakan terenak hanya masakan Adit, yang Mateng nya pas dan rasa nya juga nikmat di lidah.


"rencana kamu setelah ini bagaimana dek ?"tanya Adit di sela makan.


"hmm entah lah kak, belum Sarah pikir kan."ujar Sarah, ia masih bingung apa yang akan ia lakukan di sini, ia ingin kembali berjualan online namun handphone nya di sita oleh Alex, dan ia juga tidak mungkin meminta kepada kakak nya untuk di beli kan handphone, pilihan satu-satunya hanya kembali menjadi honorer dengan gaji lima ratus ribu perbulan.


setelah selesai makan, Sarah pun membantu Novi mencuci piring di dapur, terlihat Sarah sangat cekatan dalam mencuci hingga membuat Adit tercengang memperhatikan adik nya saat ini, saat ini ia semakin yakin jika adik nya di perlakukan semena-mena bagaikan seorang babu di rumah Alex, Adit sangat sedih mengenang nasib Sarah yang selalu menderita.


tumbuh tanpa kasih sayang orang tua sejak kecil sudah membuat hidup mereka berat, apa lagi cobaan hidup yang datang silih berganti, itu lah Lika liku kehidupan.