
POV AGAM
Hari ini adalah hari yang indah untuk keluarga kami, pasalnya entah sudah berapa tahun lama nya,kami tidak berkumpul seperti ini,
hingga hari ini pun terjadi.
ntah angin apa yang membuat Dady ku,
mengajak aku dan mommy berkunjung ke rumah utama keluarga besar kami,
meski banyak pasang mata yang memandang kearah kami dengan senyuman namun tidak sedikit yang memandang penuh ejekan,
aku yang menghilang selama beberapa tahun, tiba-tiba kini telah kembali,
tentu saja akan membuat para anggota keluarga tercengang melihat kearah ku, bahkan aku merasa tegang saat bertemu dengan Saudara-saudara ku.
kulihat Dady berusaha untuk mencair kan suasana, ia pun membawa aku dan mommy untuk menikmati hidangan yang telah di sajikan,
belum selesai rasa canggung dan tegang di antara kami, namun tiba-tiba kulihat dua orang wanita dengan salah satu nya membawa seorang anak, berjalan kearah kerumunan pesta ini, aku pun sontak kaget,
karena salah satu wanita itu tak lain adalah,
tetangga ku di kota xxx yakni adalah Sarah,
aku tak pernah menyangka akan bertemu dengan Sarah di acara pesta ini.
tanpa sadar aku pun mendengar seseorang memanggil nama Sarah, tapi siapa yang memanggil Sarah...?
karena Sarah tidak bergeming aku pun berpikir mungkin aku salah dengar,
aku pun menatap ada yang aneh dengan wanita yang berada di samping Sarah saat ini,
ia tiba-tiba menangis dan berkata kepada saudara ku.
"ja-jangan ti-tingali aku..."
semua orang yang berada di pesta ini terlihat bingung termasuk diri ku dan saudara ku pun melirik kearah orang tua ku, untuk meminta maaf karena tidak bisa melanjutkan pertunangan ini, hingga ia pun pergi bersama wanita itu.
sedang kan Sarah hanya diam membisu,
hingga suara mungil bayi kecil memanggil nya, apa kah itu anak Sarah?
yang Sarah lahir kan malam itu?
anak nya sudah besar sekarang, anak nya juga sangat cantik,
aku tidak bisa menemui Sarah pada saat ini,
karena keadaan tidak memungkinkan kami untuk bertemu sekarang ini.
_____________________________________________
"akhirnya aku bisa bernafas lega,
untung saja semua berjalan dengan baik,
semoga Arsya dan ayu bisa selalu bersama untuk selamanya,"
"MAMA...MAMA...WUSSSS"
ucap bayi kecil ku,
"kamu haus ya nak !
iya, minum dulu yah nak..."
"untung saja mama sempat bawa botol susu tadi, jadi kamu bisa minum dengan banyak,
tanpa harus pulang lagi ke rumah lagi,
karena kalau nyusuin di depan umum mama harus bawa aprom menyusui lagi, tambah ribet jadi nya,
ya udah kamu minum dulu yah sayang, mama juga mau istirahat sebentar, pegal kaki mama,
dorong kamu dari tadi nak..."
Sarah pun beristirahat di sebuah bangku panjang di dekat sebuah taman, sambil memperhatikan anak nya yang sedang menghisap DOT susu yang ia berikan tadi.
"sayang, mama sayang sekali sama Bulan,
Bulan cepat besar yah nak, supaya kita bisa jalan-jalan, mama mau mengajak Bulan ke pantai, ke zoo, kita swimming pool, dan banyak lagi tempat wisata yang lain nya yang ingin mama kunjungi bersama bulan, mama ingin menghabiskan sisa hidup mama bersama bulan, meski mama tau suatu saat bulan pasti akan meninggalkan mama,
karena bulan akan menikah, hiks hiks hiks kok mama jadi melow gini sih nak, mama cengeng sekali kan...huhuhu..."
"kamu mikir apa sih Sarah,
lebay amat..."
ujar batin sarah.