My Little Baby

My Little Baby
177. Ada apa kak ?



Malam sudah sangat larut, Adit pun kembali ke penginapan mereka, ia berjalan mengendap-endap, supaya tak ada yang mencurigai kepergian nya, namun saat malam itu Sarah kebelet ingin buang air kecil, hingga tanpa sengaja ia melihat di sebalik gorden bayangan seorang lelaki yang mencurigakan, ia pun membuka kecil layar gorden itu hingga ia dapat melihat secara nyata bahwa kakak nya masuk kedalam kamar mereka dengan cara sembunyi-sembunyi.


"kakak, apa yang kakak lakukan malam-malam seperti ini?" tanya Sarah, ia ingin keluar untuk menanyakan nya dan memastikan nya, namun Adit sudah keburu masuk kedalam kamar mereka, Sarah pun mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"semoga besok kakak bisa jelas kan, pada ku ?" ujar nya lirih sambil kembali ke alam mimpi nya.


Keesokan paginya pintu kamar Sarah di gedor-gedor dari luar, hingga membuat Sarah dan bulan yang masih tertidur harus terpaksa bangun memastikan siapa yang mengendor pintu sepagi ini,


Sarah pun berjalan membuka ganggang pintu, ia sangat terkejut seketika melihat pemandangan di depannya ini, seorang wanita cantik dan seksi dengan bikini seksi nya sedang berdiri meliuk kan tubuh seksi nya, seperti sebuah model di majalah.


"kak Novi ?"ujar Sarah membelalakkan matanya, seumur umur ia tak pernah melihat Novi seperti ini, kemarin pun di pantai Novi masih mengenakan pakaian yang sopan dengan baju kaos serta celana jeans pendek nya, namun sekarang ia malah berbikini seksi seperti ini.


"apa yang kakak lakukan ?" tanya Sarah, sambil menarik kasar pergelangan tangan Novi.


"awww, sakit tau..." ujar Novi sambil mengibaskan tangannya yang serasa sakit di tarik oleh Sarah,


Sarah pun menutup pintu kamar nya, ia sangat yakin pasti kak Adit tidak mengetahui kepergian Novi, hingga wanita ini bisa berpakaian seperti ini.


"mama ada apa ?" tanya bulan sambil memperhatikan Novi dan Sarah secara seksama.


"Tante kenapa berpakaian seperti itu, kata mama kita sebagai seorang perempuan tidak boleh berpakaian seperti itu, itu tidak sopan..." tambah bulan lagi, Sarah melirik Novi ia juga ingin mengatakan hal serupa namun sudah keburu oleh anak nya.


"kita kan mau ke pantai ! yah seperti ini berpakaian yang cocok saat di pantai, kalian lihat kan kemarin para turis yang datang juga bergaya seperti ini, kenapa kalian kuno sekali sih...maka nya ikut trend..." ujar Novi berlenggak lenggok memperlihatkan lekuk tubuh nya.


"bulan sayang, sini Tante dandanin kamu supaya kamu juga seksi sama kayak Tante..." panggil Novi, terlihat Sarah menggeleng kepala nya kearah bulan, hingga bulan juga enggan mendekati Novi.


"Sarah, kok kamu sama Kono nya dengan kakak mu sih, kalian memang kampungan, maka nya ikut trend, lihat gaya-gaya orang-orang, tidak pernah tuh aku lihat orang-orang di pantai mengenakan pakaian seperti mu..."tutur nya lagi.


"udah ah, kalau kalian nggak mau, aku bisa sendirian kesana, jalan kaki sebentar pun juga akan sampai..." Novi pun berjalan keluar kamar meninggalkan Sarah dan bulan yang menatap bingung kearah nya,


tanpa berlama-lama Sarah langsung mengendong bulan menuju kamar Adit, kamar nya tidak di kunci sehingga mudah bagi Sarah langsung menerobos masuk.


"Kak, apa yang terjadi sama kakak...?" ujar Sarah berlari kearah kakak nya, sambil menurunkan bulan dari dekapan nya.


"bulan, bantu mama cari pisau nak, coba bulan cari di dapur yah ?" ujar Sarah, ia pun membuka bekap mulut kakak nya, sedang bulan sudah keluar mencari pisau untuk membantu memotong tali ikatan di tubuh kakak nya.


"Kak, ada apa kak ?"tanya Sarah, Adit terlihat menarik nafas panjang, setelah Sarah menarik kain di mulut nya.


"Novi, Novi mana ?" tanya nya seketika.


"kak Novi sudah pergi kak..." ujar Sarah, ia masih bingung, masa ia Kakak ipar nya yang melakukan ini terhadap kakak nya.


"kak apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kakak terikat seperti ini ?" tanya Sarah lagi.


"ma, ini pisau nya..." ujar bulan sambil memberikan sebuah pisau kepada mama nya.


"terima kasih nak," Sarah pun menerima nya dan membuka ikatan di tubuh kakak nya.


"Sarah, kamu dan bulan di sini saja yah, jangan kemana-mana, kakak akan mencari Novi sekarang juga..." Adit pun berlari keluar kosan tanpa menjawab pertanyaan dari Sarah.


"kak, hati-hati kak..." teriak Sarah.


"ma, om Adit kenapa terikat seperti tadi ?" tanya bulan lagi.


"ouh, om sama Tante hanya main penculikan, jadi om pura-pura di culik oleh Tante..." ujar Sarah berbohong, ia tak ingin mental anak nya terganggu nanti nya.


"ooo seperti itu ma, waaah asyik tuh, bulan juga mau ikut ma..." ujar bulan girang.


"iya sayang, kalau Tante Novi sudah ketemu kita ikut main yah, sekarang bulan sama mama kembali ke kamar kita dulu, kita mandi dan ganti baju bagus, supaya main nya lebih enak..." tutur Sarah.


" iya ma, ayo..." bulan pun menarik tangan mama nya, ia sangat antusias bermain pura-pura seperti yang di katakan mama nya.