
POV ADIT
Beberapa hari yang lalu, kami sudah menyiapkan beberapa persiapan yang akan di lakukan untuk menyambut pernikahan adik ku dengan sahabat ku,
awal nya aku tak setuju dengan panutan Alex,
namun, mau tidak mau ini harus dilakukan untuk kebahagiaan bersama,
Novi selalu menyakinkan ku bahwa ini semua akan baik-baik saja.
aku ingin melihat adik ku bahagia dan mungkin itu adalah cara terbaik untuk kebahagiaan mereka.
setelah pernikahan itu berlangsung, kami pun makan malam dengan makanan seadanya yang sudah ku siap kan tadi,
namun, Sarah adik ku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dan ia juga beralasan kalau ia belum lapar saat ini,
aku khawatir terhadap adik ku, apakah ini yang terbaik untuk nya atau kah sebaliknya,
apa yang sedang dia pikir kan saat ini.
maaf kan kakak dek, kakak harus menikah kan kalian, karena ini jalan satu-satunya untuk kebahagiaan mu dan bulan.
bulan sedang berada di pangkuan Arsya saat ini, ia sangat menyukai Arsya seperti nya.
sedangkan Alex memaksa diri untuk menemani Sarah,
dengan perlahan membawa kursi roda nya,
aku sangat khawatir dengan mereka,
apakah semua akan baik-baik saja,
hmm semoga semua baik-baik saja.
______________________________________________
"kak Alex sangat tampan dengan rambut basah nya itu,
ia selalu tersenyum kearah ku, apa ia sebahagia itu dengan pernikahan ini..."
Sarah pun membantu membopong tubuh Alex di atas ranjang dan membaringkan nya.
"Sarah..."lirih Alex.
"iya kak" jawab Sarah.
"apa kamu menyesal dengan pernikahan ini ?
apa kamu malu dengan kondisi kakak yang cacat seperti ini ?" tanya Alex seketika.
"pertanyaan yang buat ku gusar,
sebenarnya di bilang menyesal, aku tak menyesal, hanya saja aku cukup kecewa dengan cara pernikahan kami ini, dan di bilang malu dengan pisiknya suami ku, aku tidak malu, hanya saja aku merasa tak enak hati saat ini, aku tak ingin di anggap mencari kesempatan saat suami ku lemah seperti ini " batin Sarah.
"tidak kak, Sarah tidak menyesal dan tidak malu dengan kondisi kakak,
Sarah menerima kakak apa ada nya," ujar Sarah berdalih.
"iya kak..."
"syukur lah,
hmm sayang, mmm i-tu, mmm
karena kita sudah jadi suami istri, apa kamu mau melakukan itu sekarang juga...!" ucap Alex sambil menatap wajah cantik Sarah.
HAAAAH
teriak Sarah, kaget atas ucapan Alex.
"itu ?
itu apa kak, Sarah, Sarah nggak ngerti...?" lanjut Sarah dengan wajah yang merah merona Semerah tomat.
" itu lah sayang, jangan pura pura nggak tau lah,kita kan sering lakukan itu, saat kita pacaran,
kamu mau kan, hadiah kan bulan seorang adik kecil...!"ucap Alex menggoda.
"aah kakak apaan sih..."ujar Sarah Dengan membuang wajah malu-malu.
"tapi kak, aku kan sudah lama tidak melakukan itu, aku takut kak,
pasti sakit kan kak..." lanjut Sarah dengan wajah memelas.
"kita pelan-pelan saja Giman?" tanya Alex lagi.
"hmm pelan-pelan yah kak...?" tanya Sarah lagi.
"iya pelan-pelan,
sini Sarah mendekat kearah kakak...?"
"mendekat..?" tanya Sarah lagi.
"iya sini sayang, mendekat kearah kakak..."
"aku lupa lagi, kan kak Alex lumpuh saat ini, bagaimana bisa dia m*ngauli ku ,
masa aku yang harus !,
aaah bikin malu aja,
kelihatan banget kan,kalau aku yang mau..."
batin Sarah.
"kak aku...!"
"kenapa Sarah..?"tanya Alex lagi sambil melihat rona malu-malu dari wajah Sarah.
"ya sudah,kalau Sarah belum siap, kita tunda dulu aja ya malam nya,
nanti kalau sarah sudah siap, Sarah bisa lakukan apapun terhadap kakak..."