
Saat ini mereka sedang berjalan-jalan keliling kota, Sarah sengaja mengajak ayu untuk ikut supaya tambah ramai pikir nya.
"kita mau kemana yah ?" tanya kak Utami sambil melirik ke sekitar arah.
"ke minimarket aja yuk, buat membeli beberapa cemilan..."ujar ayu dan terlihat bulan begitu antusias saat membicarakan perihal makanan.
mereka pun berbelanja beberapa makanan di minimarket, terlihat ayu membeli begitu banyak makanan untuk bulan, bulan semakin menyukai ayu saat ini bahkan ia sudah senang berceloteh girang bersama ayu.
"sekarang kita kemana lagi?" tanya Utami, ia memang tidak paham masalah liburan karena ia sangat sibuk bekerja di restoran.
"gimana kalau kita makan bakso..."sambung ayu dan bulan sangat kegirangan di buat nya ia menarik tangan ayu keras supaya secepat nya berjalan menuju penjual bakso.
mereka pun menikmati bakso dengan begitu lahap nya di warung bakso yang begitu enak menurut ujaran ayu.
"Sarah, bagaimana dengan keluarga mu ?"sela kak Utami saat makan bakso, sebenarnya semua karyawan sudah tau perihal rumah tangga Sarah yang sedang di ujung tanduk, karena Sarah yang menjelaskan sendiri, ia seperti lega membagi cerita kepada orang lain, meski pun mereka hanya menyabarkan Sarah, Sarah sudah sangat bersyukur akan hal itu, ternyata masih ada orang yang peduli terhadap nya.
"jujur kak, aku sangat bingung saat ini, apa keputusan ku sudah benar atau aku malah keliru, kehidupan ku tambah menyedihkan, aku pikir berpisah dengan kak Alex adalah pilihan yang baik namun saat ku jalani ternyata sangat berat." jawab Sarah sambil meneguk air putih.
Utami menarik nafas berat lalu melihat kearah bulan yang dengan lahap nya memakan bakso bersama ayu sambil bercanda riang.
"kamu lihat bulan ? bagaimana rasa sayang mu terhadap bulan ?" tanya Utami sambil menatap lekat kedua mata Sarah.
"begitu juga perasaan keluarga mu, contoh nya kakak mu Adit.!" sahut Utami menatap Sarah.
" Kau bilang Adit sangat menyayangi mu dan mencintai mu kan ?" tanya Utami lagi untuk memastikan.
"iya, kak Adit sangat menyayangi ku dan mencintai ku, ia akan melakukan apa saja untuk ku dan tetap memaafkan ku meskipun berulang kali aku menyakiti perasaan nya dan mengecewakan nya." Sarah teringat saat Adit mengetahui perihal kehamilan nya dan siapa ayah dari anak nya, Adit tidak pernah sekalipun membenci Sarah, meski ia sangat kecewa terhadap Sarah.
"nah, seperti itu... keluarga mu sangat menyayangi mu, kakak yakin orang tua mu pasti juga sangat menyayangi mu kan dan rela berkorban untuk mu ?" ujar Utami lagi dan di Jawab anggukan oleh Sarah.
"ibu ku meninggal kala melahirkan ku kak, sedang kan ayah ku meninggal kecelakaan sesaat ingin menjemput ku pulang sekolah."air mata Sarah tumpah setelah mengingat mendiang orang tua nya.
"begitu banyak orang yang menyayangi mu, mencintai mu, lalu dengan seenak nya suami dan mertua mu menyiksa lahir dan batin mu, mencaci mu apa kau tau bagaimana perasaan keluarga mu ?" tanya Utami menatap Sarah dengan pertanyaan nya, Sarah hanya terdiam tak bersuara.
"jika suatu saat nanti ada yang menyiksa bulan atau melukai bulan, apa kau akan terima?" tanya Utami lagi meminta jawaban Sarah.
Sarah seperti tersudut kan saat ini dia hanya bisa diam tak bersuara mendengar ucapan Utami.
"kita seorang perempuan di lahir kan oleh ibu kita, di besar kan dengan cintai dan kasih sayang, sedang kan almarhum ayah mu dan Adit bekerja banting tulang untuk membiayai kebutuhan mu, menyekolahkan mu, hingga kamu menjadi serjana seperti ini, namun datang seseorang yang baru beberapa tahun hadir di hidup mu, malah menyiksa dan menyakiti mu, apakah itu bisa di sebut adil dan pantas...!" ucap Utami dengan penuh penekanan.