
Beberapa hari kemudian Sarah mengeluh perut nya melilit, teguh yang melihat berusaha menghampiri dan membantu Sarah.
"ada apa ?" tanya teguh dengan ekspresi wajah cemas bercampur khawatir.
"perut ku melilit dan sakit !" jelas Sarah dengan memegang pinggul nya dengan di bantu teguh mendudukkan nya di atas kursi di depan kamar kontrakan.
"mungkin sudah waktunya mau lahiran Sarah !" ujar teguh menebak.
"tapi, aku belum masuk 9 bulan ?" ujar Sarah mencoba mengingat, kandungan nya baru menginjak 8 bulan lebih dan beberapa hari lagi baru menginjak 9 bulan.
"mungkin dia mau keluar lebih cepat ! tunggu sebentar aku hubungi ayu dan yoga untuk kesini, kemudian aku akan mempersiapkan segala sesuatu nya untuk di pergunakan dalam bersalin, lalu baru kita ke rumah sakit yah." tutur teguh.
Tak berselang lama ayu dan yoga pun sampai, semua peralatan dan keperluan bersalin sudah teguh siap kan dan di masuk kan kedalam tas besar.
"mama, mau lahiran papa ?" tanya bulan yang melihat mama nya mengera kesakitan.
"iya, seperti nya adik bayi mau keluar...." jawab teguh dengan tersenyum senang.
"tampak nya Sarah memang mau melahirkan !" sambung ayu dan teguh pun mengangguk setuju.
Dengan di bantu oleh sahabat-sahabat nya Sarah pun di bawa ke rumah sakit.
Yoga yang membawa mobil dengan ayu dan bulan yang berdempetan di sebelah nya, sedang kan teguh duduk di jok belakang bersama Sarah dan ia senantiasa memberikan dorongan semangat untuk Sarah.
"bertahan lah, sebentar lagi kita akan sampai !" ujar teguh sambil memeluk Sarah dan membelai rambut wanita yang sangat ia cintai itu.
"yoga, tolong agak di percepat !" pinta teguh, sebab ini adalah kali pertama nya ia berperan menjadi suami yang siaga, dia memang terlihat sangat panik melihat keadaan Sarah yang begitu kesakitan.
"iya..." yoga pun menambah kecepatan mobil memotong jalanan kota, sehingga mobil yang ia kendarai pun sampai di rumah sakit, yoga langsung memarkir mobil nya, kemudian yoga lari kedalam rumah sakit untuk meminta bantuan petugas medis, sedang kan ayu dan teguh membantu memapah tubuh Sarah keluar dari dalam mobil tersebut.
Tak berselang lama yoga keluar dengan di ikuti oleh dua petugas medis dengan membawa ranjang dorong.
Teguh membantu Sarah merebahkan diri di atas ranjang, lalu bersama anggota medis dan juga sahabat-sahabat Sarah beserta bulan, mereka pun mengikuti kedua petugas Medis yang membawa Sarah menuju ruangan bersalin.
"ayu..." lirih Sarah menatap sahabatnya yang berada di dekat nya.
"ya..." jawab ayu panik.
"temani aku !" pinta Sarah dan tentu nya ayu mengangguk cepat menerima permintaan Sarah.
"pasti Sarah, aku dan teman-teman yang lain nya akan selalu bersama mu." timpa ayu.
Sarah terus menatap kearah ayu, ia berharap ayu selalu menemani nya hingga persalinan nanti, namun saat memasuki ruangan bersalin, petugas medis malah meminta mereka menunggu di luar.
"ayu !" lirih Sarah, dengan mata berkaca-kaca, meskipun ini bukan yang pertama kali untuk Sarah, tetap saja dia tegang dan takut.
"Sarah, kamu tenang yah ! kamu pasti bisa melewati ini semua, tenang Sarah, dan pasrah kan ini semua pada tuhan." ujar ayu menenangkan.
"yoga, ayu kalian tunggu di sini yah ? tolong jaga bulan selama gue pergi !" ucap teguh.
"Lo mau kemana ?" tanya yoga melirik kearah teguh.
"menemui kak Alex." jelas teguh, sehingga semua mata tertuju kearah nya.
"untuk apa ?" teriak ayu dan yoga beriringan.
"memberi tahu dia kalau Sarah mau melahirkan." bagaimana pun sebelum Sarah melahirkan dan masa idah nya habis, Sarah masih lah tanggung jawab nya Alex, apa lagi anak yang di kandung nya adalah anak kandung nya Alex.
"percuma saja ! jangan bersikap bodoh seperti itu !" timpa yoga tak terima dengan jalan pikiran teguh.
"aku harus mencoba sekali lagi, bagaimana pun dia harus tau tentang Sarah dan anak-anak nya." ucap teguh kekeh.
"terserah Lo saya." yoga pasrah, dia tidak bisa mencegah kepergian teguh, bagaimana pun Alex memang harus mengetahui nya.
"aku pergi dulu, tolong jaga bulan yah !"
"hmm iya semoga berhasil." ujar yoga lagi.
"berhati-hati lah dan segera lah kembali." ujar ayu menyela.
"iya"
Teguh pun segera pergi meninggalkan rumah sakit untuk menemui Alex dan mencoba meminta pengertian Alex dan berharap alex akan mau datang ke rumah sakit untuk menunggu istrinya melahirkan, namun apa yang diduga oleh sahabat-sahabat nya maupun Sarah benar, Alex tetap tidak mau menerima Sarah kembali dan tetap tak mau mengakui kalau bayi itu adalah anak kandungnya darah dagingnya, walaupun Teguh sudah datang menemuinya dan memberitahu kalau Sarah sedang berada di rumah sakit hendak melahirkan, tetapi alex tetap saja menolak nya, dan sekarang bahkan Riska dan meci turut angkat bicara dan sama-sama memfitnah teguh dan Sarah, hanya beriming-iming untuk mengemis harta kekayaan mereka, dengan beralasan seorang anak.
"jadi karena Sarah pergi meninggalkan alex, maka itu berarti tak ada lagi hubungan antara Alex dengannya !" tutur Riska dengan wajah sinis.
"kepergian Sarah buka atas kehendaknya ! tetapi dikarenakan perlakuan kalian yang tidak semestinya !" ujar Teguh membela Sarah.
"apapun alasannya tetap saja dia pergi meninggalkan rumah dan suami nya, dengan itu semenjak dia pergi maka itu berarti dia telah memutuskan untuk berpisah dengan Alex beserta keluarga ini, apapun yang terjadi padanya dan anak-anak nya semenjak dia keluar dari rumah dan memilih berpisah dengan Alex, maka bukan lagi tanggung jawab kami. apa kamu paham !" ucap Riska sambil berlenggak pinggang.
"tapi dia memerlukan kehadiran kak Alex, sebagai ayah dari anak yang akan dilahirkannya !" ujar teguh berusaha untuk membujuk Alex untuk datang ke rumah sakit.
"itu bukan anak ku ! anak ku hanya bulan, ingat itu !" tegas Alex lagi.
"jangan lagi kau menuduh dengan tuduhan yang tanpa bukti kak Alex ! kau tahu walau kau sudah menyakiti hatinya, batin nya, walau kau sudah menyakitinya berkali-kali, namun cintanya ? hanya padamu, masih kurang percayakah kamu terhadap nya ?" ucap teguh menatap tajam kearah Alex.
"aku tak peduli, pergi !" usir Alex dengan tangan mengarah ke luar rumah.
"tak perlu diusir ! aku pun akan pergi dari sini, karena aku muak berhadapan dengan manusia-manusia macam kalian yang tak punya perasaan sama sekali, permisi !"
dengan membawa hati yang kesal dan kecewa atas sikap alex dan keluarganya yang tetap saja tak mau datang menjenguk Sarah di rumah sakit, Teguh pun pergi meninggalkan rumah Alex langsung menuju ke rumah sakit di mana sarah yang hendak melahirkan berada disitu,
sesampai di sana, Teguh langsung menuju ke ruangan bersalin.