
Sarah, ayu dan yoga sudah duduk di sebuah restoran di kota mereka, yang pasti nya bukan restoran keluarga teguh.
Tak berselang lama seorang lelaki pun datang dan bergabung bersama mereka bertiga.
"sorry gue telat " ujar lelaki itu sambil mendudukkan bokong nya di samping sahabat nya.
"teguh !" Sarah tak percaya ternyata lelaki yang di tunggu nya itu adalah teguh.
"hai Sarah, apa kabar ?" tanya teguh tersenyum senang bisa bertemu lagi dengan Sarah, wanita yang sangat ia cintai itu.
"aku baik-baik saja kok, kalau kamu ?" tanya Sarah lagi.
"Sama aku juga." ucap teguh tersenyum senang.
"kapan Lo pulang bro ? gue kangen pengen main sama Lo lagi ?" tanya yoga menatap sahabatnya itu dengan penuh kerinduan.
"haha, tunggu gue sukses kayak nya ! supaya gue nggak nyusahin bokap lagi dan gue juga bisa memilih jodoh gue sendiri, tanpa harus di atur oleh bokap lagi." tutur teguh menatap kearah Sarah, seketika Sarah merasa bersalah terhadap teguh, karena dia teguh harus pergi meninggalkan ayah nya dan memilih hidup mandiri jauh dari ayah nya.
"ouh iya, mau pesan apa ? pesan aja nanti biar gue yang bayar..." tutur teguh lagi.
"wah serius ni ! lagi banyak duit nampaknya ?" jawab ayu yang melihat kearah teguh dengan senyum bahagia nya.
"haha, cukup lah buat traktir kalian." tambah teguh merendah.
"kalau nggak ada duit, gue aja yang bayar !" sambung yoga, sebab ia tahu teguh pergi tidak membawa uang sepersen pun dari rumah nya.
"haha, tenang aja gue udah kerja kok, bahkan gue bisa mentraktir kalian 5 tahun lama nya." tambah teguh dengan gaya Songgon nya.
"wah hebat kalau begitu ! gue boleh kan pesan apa pun yang gue mau ?" tutur ayu lagi.
Mereka berempat pun menikmati makanan enak yang di hidangkan oleh restoran itu dengan sangat nikmat nya,teguh sekali kali mencuri pandang kearah Sarah, sehingga Sarah menjadi merona terus menerus di perhatikan oleh teguh.
"gue ke toilet dulu yah ?" ucap yoga setelah menikmati makanan nya.
"gue juga..." tambah ayu.
yoga dan ayu pun pergi dan meninggalkan Sarah dan teguh yang duduk saling berhadapan di depan meja makan di restoran itu.
tanpa mereka ketahui ada seseorang yang berpakaian serba hitam tengah memotret kearah mereka berdua yang masih menikmati makanan satu sama lain.
"Sarah, aku senang bisa bertemu dengan mu." ucap teguh tersenyum senang.
"aku juga." jawab Sarah membalas senyuman teguh.
"ouh iya, bulan apa kabar ?" tanya teguh, sebab ia merasa ada yang kurang dan tidak biasa nya Sarah meninggal kan bulan seperti ini.
"bulan baik-baik aja dan dia masih di sekolah." jelas Sarah hingga teguh mengangguk kearah nya.
"ouh iya, kalau boleh tau kamu kerja apa sekarang teguh ?" tanya Sarah, sedikit menyelidik.
"ada lah, yang jelas aku akan bekerja keras supaya secepat nya bisa meminang kamu." tambah teguh tersenyum menggoda kearah Sarah, hingga Sarah menjadi tak enak hati, sebab ia dan Alex sudah kembali seperti dulu, tanpa di ketahui oleh teguh sahabat nya, dan yoga serta ayu juga tidak berniat memberi tahu teguh, guna untuk tetap menjaga perasaan teguh supaya tidak kecewa terhadap Sarah.
"ah teguh aku minta maaf yah, kamu bisa mencari wanita yang lebih baik ketimbang aku, aku benar-benar tidak pantas untuk mu teguh." ujar Sarah menunduk kan kepala nya.
"haha, aku hanya mencintai kamu Sarah dan selamanya akan tetap mencintai mu." rayu teguh lagi.