My Little Baby

My Little Baby
80. Teman baru bulan



"bulan, kamu mau jadi teman aku...?" tanya Tia bocah berumur 6 tahun itu.


"iya,bulan mau..." ucap bulan senang karena sudah memiliki teman.


"tapi, kenapa kamu kecil sekali bulan,


kami semua besar-besar?" tanya Tia.


"aku baru umur 3 tahun, kata mama aku harus belajar sejak kecil..." sambung nya lagi.


"ouh gitu yah"


"iya"


"berarti kamu harus panggil aku kakak donk,


kak aku umur 6 tahun " ucap Tia menyombongkan diri.


"kakak ?" sambung Tia.


"iya, kamu harus panggil aku kakak Tia,


oke...!" ucap Tia sambil memperlihatkan jempol nya.


"kakak Tia" ucap bulan kembali.


"bulan, kamu mau nggak lomba lari dengan ku, kamu tau tidak, aku adalah pemenang loh juara lari di kelas ini, lari ku sangat cepat..." ucap Tia antusias.


"eleh, mana ada lari mu cepat,


aku yang lebih cepat tau,


kemarin kalah kamu kan lari dengan ku ?" sambung seorang lelaki tampan berkulit putih berambut pirang seperti bulan.


"itu kan hanya sekali,biasa nya kan aku yang terus menang" ujar Tia tak mau kalah.


Sarah hanya menggeleng kan kepalanya saat mendengar ocehan teman baru nya bulan tersebut.


istirahat pun tiba, Sarah mencari keberadaan bulan,


namun bulan sedang asyik nya bermain dengan teman sekelas nya.


"sayang, jangan lari-larian yah,


nanti jatuh nak..."ucap Sarah menegur anak dan siswa nya.


"baik buk guru"


"baik ma..." jawab mereka serentak.


beberapa menit kemudian Sarah dan bulan sudah berada di kantin sekolah,


bulan sangat antusias menceritakan tentang teman-teman nya,


Sarah sangat bahagia mendengar nya.


"mama, besok bulan mau pakai baju yang sama yah sama seperti kak Tia,


sepatu dan tas juga, bulan suka mama,


sama baju kak Tia, baju nya sama seperti tema-tema yang lain" ujar bulan melirik seragam nya yang berbeda dengan teman yang lain.


"iya sayang, nanti mama beliin yah..."


"iya ma, horeee


makasih ya ma..." sorak bulan bahagia.


"iya sayang"


"ouh ya sayang, siapa yang ngajarin kamu memanggil kakak terhadap orang yang lebih tua dari mu? "tanya Sarah lagi.


"kak Tia ma, yang minta di panggili kakak" ujar bulan polos


______________________________________________


"kak Adit, ayo kita ke rumah kak Alex,


kak Alex dan Arsya sudah pulang kak, mereka sudah ada di sana, ayo kak...!" ucap ayu sambil menarik tangan Adit.


"kamu tau dari mana yu...?"tanya Adit.


"ayu tau dari teman ayu, yoga dan teguh


mereka yang memberi tahu kan kalau mereka melihat Arsya berada di rumah nya dan mungkin kak Alex juga ada di sana,


ayo kak kita kesana..."


dengan perasaan semangat Adit dan ayu pun bergegas ke rumah utama keluarga Mahesa,


untuk menemani Alex dan Arsya.


Adit sangat berharap bisa bertemu dengan Alex, ia ingin mendengar alasan yang membuat Alex dan Arsya harus menghilang di waktu yang lama.


dengan mengendarai motor metik milik ayu,


Adit pun membonceng ayu ke rumah utama keluarga Mahesa,


tak berselang lama, rumah mewah barnuasa Eropa itu pun terlihat di antara dua mata mereka.


di sana terdapat beberapa pengawal yang menjaga kediaman tersebut,


Adit pun meminta izin masuk kedalam kediaman, namun tak seorang pun bodyguard yang mengizinkan nya,


hingga ayu dan Adit harus bersikap ceroboh dengan membuat keributan di luar pekarangan.


"ALEX, ARSYA KELUAR LAH,


INI GUE DAN AYU, KEKASIH LO ARSYA !"


teriak Adit.


"KAK ALEX, ARSYA, INI AKU AYU...


APA KAMU MENDENGAR SUARA KU SAYANG,


AKU MENUNGGU MU ARSYA, AKU DAN SARAH MENUNGGU KEDATANGAN KALIAN, KAMI SELALU MENCARI KEBERADAAN KALIAN,


JANGAN MENGHILANG LAGI KAK ALEX, ARSYA, AKU MOHON...


hiks hiks hiks


ARSYA APA KAMU LUPA DENGAN JANJI KITA,


APA KAMU SUDAH TAK MENCINTAI KU LAGI,


ARSYA AKU INGIN BERTEMU DENGAN MU, ADA HAL BAHAGIA YANG AKAN AKU KATA KAN KEPADA MU,


APA KAMU MENDENGAR KU ARSYA..."


hiks hiks hiks


AKU TAU KAMU ADA DI DALAM ARSYA,


KENAPA KAMU JAHAT,


KENAPA KAMU TEGA TAK MENGHIRAUKAN PANGGILAN KU... hiks hiks hiks


Tangis ayu pecah di luar pekarangan rumah tersebut, Adit berusaha menenangkan sahabat adik nya itu,


ia tau bahwa ayu sangat mencintai Arsya,


ia juga tau betul,bahwa Sarah pasti akan melakukan hal yang sama jika berada di sini saat ini.