
Sarah mematung di depan cermin saat ini, menatap wajah nya yang sangat cantik dan anggun.
Sarah pun kembali merapi kan pakaian nya, sebelum ia melangkah kan kaki keluar kamar.
Sarah mengenakan dress selutut berwarna putih dengan perpaduan brokat putih di bagian dada, dengan rambut yang tergerai indah dan sepatu hak tinggi bermodel balet berwarna putih.
Sejujurnya Sarah kurang percaya diri saat ini, sebab ia tak pernah mengenakan baju mahal dan mewah seperti ini, baju Sarah adalah baju yang di berikan oleh ayu saat datang kerumahnya tadi bersama MUA, entah angin apa, ayu berbaik hati memberikan baju mewah seperti itu untuk Sarah kenakan.
"Sumpah, Lo cantik banget Sarah..." puji ayu sambil menatap kearah Sarah tanpa berkedip, meski pun baju nya ini terlihat simpel, namun sangat mewah dan anggun di kenakan oleh Sarah.
"gue yakin, teguh pasti akan kelepek-kelepek dengan kecantikan Lo..." ujar ayu lagi, hingga membuat Sarah melirik kearah nya.
"maksud Lo ?" tanya Sarah, ia merasa aneh terhadap ayu dan yoga, mereka sedari tadi hanya membahas perasaan teguh saja.
"iya, karena yang membeli kan baju ini adalah teguh buat Lo, jadi pasti dia sangat senang kalau Lo bersedia mengenakan nya, apa lagi sangat cocok dengan Lo..." tambah ayu hingga membuat sarah terbelalak kaget, Sarah pikir baju ini pemberian dari ayu, ternyata baju ini di berikan oleh teguh.
"kapan teguh memberikan baju ini sama Lo ?" tanya Sarah lagi hingga membuat ayu tersenyum manis kearah nya.
"malam tadi, teguh sendiri yang datang ke rumah gue buat minta tolong gue untuk memberikan baju ini buat Lo, kata nya dia nggak enak hati memberikan nya, takut nya Lo menolak pemberian nya nanti..." jelas ayu, hingga membuat Sarah terdiam mendengar panutan nya.
"iya sudah, ayo kita keluar ?" ajak ayu, namun Sarah hanya diam mematung, ia seketika malas untuk beranjak kemana pun.
"kenapa Lo diam, ayo..." ajak ayu yang melihat Sarah hanya terdiam.
"Lo, keluar dulu saja, nanti gue susul..." ucap Sarah hingga membuat ayu pergi dari kamar Sarah.
Setelah beberapa menit berlalu, Sarah masih juga belum keluar dari kamar nya, hingga membuat ayu geram karena dari tadi menunggu Sarah,
dan bukan hanya itu, ayu juga merasa tidak enak terhadap teguh, karena acara nya sebentar lagi akan segera di mulai, dan teguh terlihat gelisah di dalam mobil nya bersama yoga.
"ada apa ayu, kenapa masih disini ? bukan kah teguh sama yoga sudah menunggu kalian ?" tanya Adit saat memasuki rumah nya membawa bulan yang sudah cantik dengan baju pemberian teguh.
"itu kak, Sarah masih juga belum keluar sedari tadi..." ucap ayu lagi..
"ntah lah kak, Sarah seperti nya tidak suka dengan baju pemberian teguh, hingga ia malas untuk keluar dari kamar..." terang ayu, karena ia tahu sifat Sarah, hanya saja ayu enggan memberitahu terlebih dahulu kalau itu baju pemberian teguh.
"hmm, iya sudah, kakak coba bujuk dulu yah...? bulan kamu ikut Tante ayu yah ke mobil..." pinta Adit, ayu dan bulan pun mengangguk hingga Adit masuk kedalam kamar Sarah.
Terlihat Sarah masih mematung di depan meja rias, ia hanya diam menatap penampilan nya di dalam cermin.
"dek..."panggil Adit mendekati nya.
"hmm iya kak..." jawab Sarah sambil memutar badan menatap kakak nya.
"kamu kenapa?" tanya Adit langsung.
"hmm Sarah kurang pede kak.." jawab Sarah menunduk kan kepala nya.
"kenapa, kamu kan cantik..." ucap Adit lagi memuji kecantikan adik nya.
"bukan seperti itu kak, Sarah belum pede mengenakan baju pemberian teguh, Sarah takut teguh beranggapan kalau Sarah juga menyukai nya..." timpa Sarah menjelaskan.
"kenapa dek, teguh orang yang baik, dia bahkan juga memberi kan baju untuk bulan..." ucap Adit hingga membuat Sarah terbelalak.
"ma-maksud kakak ?"
"bulan nggak suka baju lama nya, hingga teguh membawa nya ke butik untuk mencari pakaian baru..." jelas Adit hingga membuat Sarah menitikkan air mata nya.
"kenapa kamu nangis dek ?" tanya Adit bingung.
"Sarah belum siap kak, menerima teguh...Sarah masih trauma kak atas pernikahan pertama Sarah..." jelas Sarah dengan air mata yang membasahi wajah cantik nya.
"iya kakak paham dek, dan seperti nya teguh juga paham, itu bukti nya ! hingga saat ini dia belum mengungkapkan perasaan nya kan terhadap kamu, lagi pula kalau dia berbuat baik kepada mu, wajar saja dek, kalian kan sahabat..." terang Adit hingga membuat Sarah terdiam.
"sana dek, kasihan teguh, dia pasti sedih kalau kamu nggak ikut ke acara opening restoran nya " tambah Adit lagi hingga membuat Sarah luluh dan mengangguk kearah kakak nya.