My Little Baby

My Little Baby
228. Wisuda



Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi Sarah dan keluarganya, karena pada hari itu putri mereka pelangi, telah menyelesaikan kuliahnya dan lulus tes skripsi, dan hari itu juga pelangi akan di wisudakan, sebagai seorang dokter.


Dengan gembira dan berbahagia, Teguh Sarah dan bulan menghadiri acara wisuda pelangi.


Sebagai anak seorang pengusaha yang sukses di bidang transportasi, bulan maupun pelangi, tidaklah menjadi anak yang manja sebagaimana kebanyakan putri-putri anak orang kaya lainnya, bahkan bulan dan pelangi tidak sombong apalagi angkuh, walau mereka memiliki kecantikan laksana seorang bidadari, bahkan mereka suka menolong sesama, membantu orang-orang yang lemah dan kesusahan, itu disebabkan karena Teguh papanya, memang dari anak-anak itu masih kecil, selalu di didiknya dengan sangat baik,


tidak boleh sombong tidak boleh manja dan berlebihan serta berjiwa dermawan dan penuh cinta kasih terhadap sesama, sehingga sampai bulan dan pelangi dewasa pun dan sudah menjadi seorang jaksa dan dokter pun mereka tetap menuruti dan melaksanakan nasehat papanya yang merupakan sosok idola mereka.


"janganlah berlaku sombong dan angkuh pada orang lain, terlebih pada orang miskin, kesombongan dan keangkuhan itu tak baik bisa mencelakakan diri kita sendiri, dan orang miskin merupakan sahabat yang baik dan setia bila kita mau mengulurkan tangan kepada mereka, maka jika suatu saat kita butuh pertolongan mereka ! mereka dengan senang bahkan walaupun harus mengorbankan nyawa sekalipun akan menolong dan membantu kita."


"harta dan kekayaan yang kita miliki sesungguhnya bukan milik kita sepenuhnya, tetapi hanya titipan dari Tuhan, sehingga bila suatu waktu Tuhan mengambil titipan itu maka kita harus merelakannya, jadi janganlah kita terlalu berlebihan dalam membanggakan kekayaan yang kita miliki, sebab pada dasarnya kekayaan yang kita miliki bukanlah milik kita tetapi cuma titipan yang dipercayakan Tuhan untuk kita kelola." begitu lah nasehat yang selalu di berikan oleh teguh kepada putri-putrinya.


Dan itulah yang membuat bulan maupun pelangi tumbuh menjadi gadis yang Walaupun cantik dan anak pengusaha transportasi yang kaya dan sukses, namun mereka tidak sombong, bahkan sebaliknya bulan maupun pelangi sangat ramah, sopan, suka membantu sesama, karena hal itu membuat mereka banyak disukai oleh orang-orang.


"jam berapa acara wisuda di mulai sayang ?" tanya teguh kepada putri bungsunya pelangi.


"menurut acara sih ! jem delapan pa..." jawab pelangi lagi.


"kalau begitu jam tujuh kita harus segera berangkat." ucap teguh melirik kearah jam tangan mewah nya.


"apa tidak terlalu kepagian pa !" tanya pelangi.


"sekarang jam berapa ?" tanya teguh lagi.


"jam tujuh kurang sepuluh pa !" jawab pelangi.


"kalau begitu bersiap-siap lah !" pinta teguh.


Sarah dan pelangi pun bersiap-siap.


"bulan kamu nggak ikut nak, ke acara wisuda adik mu ?" tanya teguh, karena sedari tadi bulan hanya sibuk dengan beberapa berkas kertas-kertas penting di tangan nya.


"iya pa, bulan mau selesai kan ini terlebih dahulu !" ujar bulan, sambil membaca dan menulis-nulis sesuatu di sebuah kertas kosong lain nya.


"jika kamu masih sibuk, kamu nggak datang juga nggak apa-apa nak ! pekerjaan mu sangat penting, kamu adalah jaksa yang harus membela kebenaran, jangan sampai salah sedikit kamu bisa membuat orang yang benar berada dalam kehancuran." tutur teguh lagi.


"iya pa bulan tau, bulan sebentar lagi juga selesai, setelah itu baru bulan siap-siap." ujar bulan tersenyum kearah papa nya.


"iya sudah sayang, jangan terlalu di paksakan yah, kalau kamu nggak bisa hadir juga nggak apa-apa, kan ada papa sama mama yang nemani Pelangi." tambah teguh dan bulan hanya mengangguk menanggapi ucapan ayah nya.