
Setelah pulang dari rumah sakit, Alex pun membaringkan tubuhnya sejenak di atas kasur empuk di kamar nya, hingga bunyi ketukan pintu memekakkan di telinga nya.
"ehmm, ganggu aja..."ujar nya lirih sambil terus membaringkan tubuhnya, hingga ia mulai jenuh suara panggilan serta ketukan tersebut, hingga Alex mengalah dengan istirahat nya.
"aaah, iya masuk..."teriak nya kencang.
"istirahat pun susah juga..."ujar nya sebal.
"aaah, maaf aku ganggu yah..."ujar seorang wanita sambil mendekati tubuh Alex dan langsung meraih nya membawa kan Alex ke dalam pelukan nya, Alex hanya diam tanpa bergeming apapun, dia hanya sok dengan kedatangan wanita ini tiba-tiba.
"aku kangen sama kamu Lex, sudah lama sekali rasa nya kita tak pernah ketemu."ujar wanita itu sambil terus memeluk erat tubuh Alex yang terdiam seribu bahasa.
" Lo siapa ?"tanya Alex hingga membuat wanita itu melepaskan pelukannya dan melirik kearah Alex dengan menaikkan sebelah alisnya.
"kamu lupa sama aku ?"tanya wanita itu sambil menunjuk kearah diri nya, hingga seketika mama Riska pun masuk ke kamar putra nya dan langsung menghampiri kedua nya yang terlihat kebingungan.
"siapa dia ma...?"tanya Alex, rasa nya dia sangat mengenal tapi ia tidak mengingat apapun tentang wanita itu, dan ia seperti asing dengan kehadiran wanita itu.
"dia meci, anak pak Arpan..."ujar mama Riska menjelaskan.
"masa kamu lupa sama aku Lex...?"tanya wanita itu lagi dengan mata berkaca-kaca.
"kamu kan dulu selalu ingin datangi rumah nya saat pulang sekolah, kamu juga selalu bilang sama mama buat selalu temui dia... waktu kecil kan, kamu memang sangat menyukai nya nak, masa kamu lupa dengan wanita secantik dia..." ujar Riska lagi.
"Dan masa kamu juga lupa sama pak Arpan, dia kan teman nya papa mu, yang selalu main kesini..."terang mama Riska hingga membuat Alex mengingat siapa wanita ini, pantas saja dia sedikit mengenal, ternyata sudah bertahun-tahun mereka tidak pernah bertemu, karena wanita ini harus tinggal di Belanda bersama keluarga mama nya,dan baru pulang hari ini ke tanah air.
meci adalah anak keluarga ningrat, Alex memang tergila-gila dengan wanita ini saat masih duduk di bangku sekolah dasar, karena dia memang wanita cantik yang pernah Alex temui kala itu, namun setiap Alex mendekati nya, dia selalu saja menjauhi Alex, bahkan dia juga membawa teman-teman nya membuli Alex kala itu, hingga Alex memutuskan pindah sekolah, meski pun ia masih diam-diam curi kesempatan untuk memperhatikan meci secara diam-diam di rumah nya, karena keluarga mereka dengan keluarga meci memang memiliki sebuah bisnis yang di kelola secara bersamaan.
om Arpan, seorang lelaki biadab yang memiliki 4 orang istri yang tinggal satu atap, istri pertama mana yang tidak cemburu dengan perbuatan suami nya, hingga membuat meci beserta ibu dan adik-adik nya harus terpaksa beberapa tahun pergi ke Belanda, dan saat itu Alex tidak pernah bertemu sama sekali dengan meci.
"seperti nya aku bisa manfaatkan wanita ini, untuk bisa kembali lagi ke istri dan anak ku...". Alex tersenyum bahagia karena ia telah merencanakan sesuatu untuk bisa lari dari rejatan mama nya.
"aku baik-baik saja, kamu apa kabar meci, sudah lama yah kita tak pernah bertemu..."ujar Alex, dulu dia memang menyukai wanita itu, tapi itu saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, sekarang sudah berbeda, dia bukan anak SD lagi.
"aku juga baik-baik saja..."jawab meci tersenyum bahagia, ia merasa berbunga-bunga saat ini, karena ia juga sangat mencintai Alex.