
Beberapa minggu pun berlalu dan Alex sudah tinggal di rumah mewah keluarga Agam, keluarga Agam sangat menyambut hangat kedatangan nya, mereka sangat senang dan bahagia bisa menerima kedatangan Alex, bahkan Alex juga di pekerjakan kan di perusahaan Agam.
Hari yang berbahagia pun tiba, semua tamu undangan sudah mulai berdatangan, dan calon pengantin wanita pun sudah di dandani dengan begitu cantik nya.
"Sarah, izinkan aku menikahi anak-anak ku hari ini ?" pinta Alex memohon kepada Sarah, mantan istri nya, Alex sudah mulai sakit-sakitan saat ini, namun dia menyembunyikan kenyataan itu kepada semua keluarga, Alex tak ingin menyusahkan keluarga Agam yang begitu baik terhadap nya.
Namun Sarah tidak mempedulikan nya, Sarah berniat akan mewakili nya saja, sebab semua orang mengetahui nya bahwa ayah mereka adalah teguh yang sudah meninggal.
"Sarah, izinkan lah Alex menikahi anak-anak nya, bagaimana pun itu adalah kewajiban terakhir seorang ayah, yaitu menikahi anak kandung nya dan menyerahkan secara sah anak wanita nya di sandingkan dan di jaga oleh lelaki lain." sambung Adit lagi, Adit memang sangat membenci Alex, namun Adit juga tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa bulan dan pelangi memang anak kandung Alex.
"tapi ayah mereka bukan dia kak ? ayah mereka adalah teguh, suami ku yang sudah meninggal." tutur Sarah dengan penuh emosional.
"Sarah aku tau, aku salah! tapi mereka adalah anak-anak ku, aku ingin menjadi wali mereka untuk terakhir kalinya dan aku ingin menjalankan kewajiban ku sebagai seorang ayah hari ini Sarah! aku ingin menebus semua dosa-dosa dan kesalahan ku Sarah, aku mohon!" ucap Alex bersimpuh di hadapan Sarah, Sarah hanya diam tak bergeming, dia sangat membenci Alex, bagaimana mungkin, anak yang tak diinginkan nya itu dulu, namun tiba-tiba di akui Alex dengan mudah nya seperti ini sekarang?
Hari ini pelangi akan menikah dengan Rehan, sedang kan bulan tetap dengan pendirian nya, untuk melajang.
"mama!" lirih pelangi dan bulan yang mendapati Alex sedang bersimpuh memohon di kaki mama nya.
"apa maksud nya ini ma?" tanya bulan, menatap lekat kearah mama nya.
"apa yang telah mama sembunyikan terhadap kami ?" sambung pelangi lagi, Alex pun mendirikan tubuh nya dan mendekati dua wanita cantik itu.
"maaf kan papa nak!" Alex menangis menunduk penuh penyesalan dengan air mata mengalir deras.
"papa tahu, papa salah, maaf kan papa nak!" bulan dan pelangi terbelalak dengan ucapan Alex, bahkan Adit dan Sarah pun tak percaya Alex akan mengakui dirinya seperti itu.
"maksud nya ?" tanya bulan dan pelangi kebingungan.
"mama apa maksud semua ini ?" teriak bulan menatap mama nya yang menagis di samping paman nya.
"mama, apa yang terjadi sebenarnya?" sambung pelangi lagi.
"om Adit, ada apa ini? apa maksud pak Alex mengakui dirinya sebagai ayah kami ?" tanya bulan histeris sambil berjalan mendekati sarah dan Adit.
"om, jawab?" desak bulan lagi menatap tajam wajah Adit.
Dengan berat hati Sarah dan Adit pun menceritakan tentang Alex dan hubungan kedua anaknya itu, sehingga bulan maupun Pelangi semakin menjadi tak paham, akan kenyataan itu bahwa mereka memang bukan anak kandung dari Teguh.
"begitulah ceritanya, papa kalian almarhum teguh, yang menolong mama dan juga kita semua, papa kalian memang mencintai mama semenjak kami masih sama-sama berkuliah, namun mama tak membalas cintanya, karena cinta mama hanya ada pada Alex kala itu, dan mama juga tak mungkin mencintai papa kalian saat mama sudah memiliki anak yaitu bulan, mama hanya menganggap papa kalian tak lebih dari cinta seorang sahabat, dan mama kemudian kembali rujuk dengan Alex, namun ternyata lelaki yang mama cintai justru menyakiti mama dan dia menuduh mama melakukan penyelewengan dengan papa kalian Teguh tanpa bukti.
Hanya karena hasutan ibunya bahkan dia dengan tega nya melakukan KDRT terhadap mama sehingga mama pergi dari rumah itu, saat mama mengandungmu Pelangi, dan saat bulan masih kecil dan keluarga mereka juga yang menyebabkan om Adit harus di rawat dan koma beberapa tahun lama nya di rumah sakit, bahkan ketika pelangi lahir papa mu Teguh, sudah berulang kali menemuinya agar mau menjenguk kita di rumah sakit, tetapi dia dan ibunya tetap pada pendiriannya tak mau mengakui kalau pelangi adalah anaknya, jadi buat apa kalian peduli kepadanya! dia sendiri tak mau peduli kepada kita, dan untuk apa kalian mau mengakuinya dan menanyakan kebenaran tentang nya, jika dia sendiri tidak pernah mau mencari, bahkan menafkahi dan bertanggung jawab kepada kalian yang masih kecil anak-anak nya." tutur Sarah menjelaskan dengan tatapan tajam kearah Alex dan Alex hanya tertunduk merasa bersalah.
"tapi ma, bagaimanapun juga dia adalah ayah kami kan?" tanya pelangi lagi.
"ma, bukankah papa Teguh selalu menasehati kita agar tidak mendendam ma, jadi Kenapa kita harus mendendam, apalagi dia sudah berusaha meminta maaf dan dia juga sudah menyesali semua perbuatan-perbuatannya, bahkan sudah mau bertanggung jawab untuk menikahi Pelangi sekarang." tutur bulan lagi menatap mata mama nya.
Bulan dan pelangi pun menyusul mama nya dan memohon kepada mama nya untuk memaafkan Alex dan mengizinkan Alex untuk menikahi pelangi hari ini.
dengan berat hati akhirnya Sarah pun menurut dengan keinginan putri-putrinya, dan dia pun mengizinkan Alex untuk menikahi Pelangi dengan Rehan hari itu.
Setelah acara pernikahan selesai bulan dan pelangi pun mengejar Alex yang pergi dengan air mata mengalir deras.
"papa....pa...." seru bulan dan Pelangi memanggil Alex, sehingga Alex pun menghentikan langkahnya, saat sampai di ambang pagar rumah, dan menengok ke asal suara.
"pa... papa, mau ke mana?" tanya bulan berlari kearah Alex.
"papa... tunggu..."tutur pelangi bersusah payah menyusul dengan baju pengantin di tubuhnya.
"kalian memanggilku papa nak ?"ujar Alex senang.
" bagaimanapun juga, kami adalah anak papa dan di tubuh kami mengalir darah papa." ucap bulan menatap alex.
" tapi...!" Alex tampak ragu.
"pa, semua bukan salah papa, mungkin memang harus begitu perjalanan hidup kita." sambung bulan lagi.
"iya pa, kami juga sudah memaafkan papa." tambah pelangi dan melayangkan pelukan hangat nya di tubuh Alex dengan di ikuti oleh bulan yang ikut memeluk erat tubuh Alex, semua orang memandang lekat kearah mereka, sehingga Agam dan keluarga nya pun mengetahui bahwa mereka berdua adalah anak dari Alex ponakan nya.
"maaf kan papa yah nak." lirih Alex dengan air mata mengalir deras.
"iya pa." jawab mereka tulus.
Alex pun memandang ke arah Sarah yang berdiri bersama Adit dan keluarga Agam yang melihat drama haru ayah dan anak itu.
"maafkan aku Sarah, maafkan aku Adit." ucap Alex tulus tanpa melepaskan pelukannya di tubuh dua putri nya.
"lupakanlah! sebenarnya aku tak ingin memaafkanmu! tapi demi anak-anakku, aku terpaksa harus memaafkanmu."ujar Sarah.
"terima kasih Sarah."ucap tulus Alex.
"berterima kasih untuk apa? berterima kasihlah pada anak-anakmu karena mereka yang dulu kau sia-siakan itu, bahkan tak kau akui sebagai darah dagingmu, malah mau memaafkan dan malah menerimamu."ujar Sarah menatap lekat-lekat.
"terima kasih putri-putriku."ucap Alex mencium kedua anaknya.
"sudahlah tak, perlu papa berterima kasih seperti itu, ayo kita masuk pa! kita makan bersama-sama!" ajak pelangi dan bulan dan dengan penuh perhatian bulan dan pelangi membimbing Alex ke rumah mereka dan menikmati makanan bersama Agam dan keluarganya.
...TAMAT...