My Little Baby

My Little Baby
154. Ketahuan



"A-alex..."ujar mama riska kaget.


"kenapa ma, mama kaget setelah aku mengetahui semua kebusukan mama..."ujar Alex sambil tersenyum getir dan berjalan kearah mama nya.


"ini tidak seperti yang kamu lihat nak, mama bisa jelas kan..."ujar Riska mengelak.


"tidak ada yang di perlu jelas kan ma, aku sudah mengetahui semua nya,aku juga sudah mendengar semuanya,


kenapa ma.... Kenapa ...mama mau membohongi ku lagi.....? kenapa...mama mau mengelak lagi dan berdusta lagi ...iya....!" ujar Alex dengan kepala yang di geleng-geleng kan.


"kenapa mama selalu menghancurkan kebahagiaan ku ma,aku salah apa sama mama, kenapa mama selalu membelenggu ku, kenapa ma, kenapa mama selalu menekan ku, dan kenapa aku mau mendengar semua yang mama katakan meski itu sebuah kebohongan....haaa bodoh, aku memang bodoh kan ma...aku bahkan buta untuk melihat kebusukan mama, aku bahkan tuli beberapa kali ku dengar ke bohongan mama, namun aku selalu menutup telinga, ku pikir mama sudah berubah, namun ternyata, mama seperti ini...hah....bodoh... kenapa ma... kenapa mama selalu menghancurkan aku... kenapa ma... kenapa mama menyakiti Sarah, kenapa mama menyakiti bulan anak ku, cucu mama... apa salah mereka ma...Sarah sudah berusaha berbuat baik sama mama, meski mama berulang kali menyakiti nya, mama memfitnah nya, mama menuduh nya berbohong, mama menyiksa istri dan anak ku, kenapa mama lakukan itu ma..." air mata mengalir deras Alex tak bisa menahan rasa sakit nya saat ini.


"ma, aku bahkan hampir membunuh istri dan anak ku karena mama, mama bilang Sarah yang tidak memberi mama makan, ternyata mama yang menyiksa anak dan istri ku, dan tidak pernah mengizinkan mereka makan,


aku tidak menyangka mama berbuat seperti itu, katakan ma... katakan ketidak Adilan apa lagi yang mama lakukan terhadap istri dan anak ku, kata kan ma...." Alex menatap tajam kearah mama nya, ada begitu banyak kekesalan dan penyesalan yang ia rasakan saat ini.


PLAK


tamparan keras mendarat di wajah Alex, Alex pun memegang bekas tamparan yang di berikan oleh mama nya.


"ahhh..."


"sadar kamu Alex kamu telah menyakiti hati mama..."tegas mama Riska menatap tajam kearah anak nya, hingga mendekati anak nya yang sedang berdiri mematung.


"kenapa Alex, kenapa kamu marah sama mama karena berlaku kasar seperti itu terhadap istri mu, haaa....kamu aja suami nya bisa berlaku kasar seperti itu, kenapa mama tidak boleh..." tatap tajam mama Riska, dia tidak terima Alex membentak nya seperti tadi.


"mama memang keterlaluan..."teriak Alex lagi, ia tak tau apa lagi yang harus ia lakukan, ia sangat merasa bersalah terhadap Sarah dan bulan anak nya.


"sekarang mau mu apa...? membawa wanita itu kembali ke rumah ini ? ingat baik-baik haram wanita itu menginjak kan kaki nya lagi di rumah ini..."sinis mama Riska.


"kenapa ma... ini rumah papa, rumah keluarga papa dan ini juga merupakan rumah aku dan Arsya selaku anak papa, kenapa mama melarang seperti itu..."teriak Alex lagi.


"dan papa kamu adalah suami ku, aku yang lebih berkuasa, aku yang lebih berhak ketimbang kamu..." tunjuk Riska.


"ya sudah kalau mama tidak mengizinkan Sarah di sini, aku bahkan juga tidak akan mengizinkan nya bertemu Manusia seperti mama, aku bisa membawa istri dan anak ku ke apartemen ku..."Jawab Alex lagi.


"silahkan,jika kamu mau melakukan itu, maka kamu harus siap-siap di coret dari keluarga Mahesa..."tambah mama Riska.


"aku tidak peduli mama mau apa silahkan, bahkan di keluarkan dari keluarga ini atau tidak di anggap pun aku tidak peduli..."geram Alex.


"iya sudah, sana kamu pergi dari rumah ini, jangan pernah membawa barang apapun dari rumah ini, karena kamu tidak berhak apapun atas apa yang ada di dalam rumah ini, bahkan apartemen mu itu juga harta dari keluarga Mahesa, ingat itu..."


Riska pun pergi meninggalkan Alex yang masih mematung saat ini, ia tak tau apa yang harus ia lakukan, ia pun berulang kali menjambak rambut nya dengan kasar, ia sangat frustasi, kenapa ia harus menjadi ekornya Riska yang selalu mengikuti apa keinginan wanita itu yang selalu mengikuti apa mau nya wanita itu.