My Little Baby

My Little Baby
32. Ada apa dengan ayu ?



"mama" ucap si lucu Bulan, sambil berbaring di atas stroller nya.


"iya sayang, baby bulan mau jalan-jalan yah,


ya udah kita jalan-jalan yah nak..."


"kalian mau kemana, udah rapi amat,


ponakan om juga cantik banget,


bulan mau kemana sih sayang, aaah" ucap Adit sambil mencium tangan kecil bulan.


"kami mau jalan-jalan kak, kasihan bulan di rumah terus,"


"hmm, kamu nggak apa-apa Sarah..?


kalau kamu nggak bisa, biar kakak aja yang bawa bulan jalan-jalan...?


kamu jaga warung aja di rumah yah...?"


"nggak apa-apa kak,


Sarah nggak apa-apa kok, Sarah nggak mau berlarut dalam ketakutan ini, kasihan baby bulan kak, jika Sarah seperti ini terus."


"hmm iya udah, hati hati yah dek,


kalau ada apa-apa telpon saja kakak yah,"


"mm iya kak,


terima kasih yah udah khawatir sama kita,


Sarah jalan dulu yah kak..."


"iya dek, hati-hati..."


"hmm"


"kasihan kamu Sarah,


kamu harus kuat dek,


kakak yakin kamu pasti mampu melewati ini semua..."


Sarah pun membawa anak nya jalan jalan di sekitar rumah,


meski ada begitu banyak gosip miring tentang nya, Sarah hanya diam saja, tanpa berkomentar, Sarah hanya menatap lekat wajah indah Bulan, yang tersenyum sangat bahagia,


bagi Sarah, senyum anak nya bagaikan candu dan obat untuk nya, Sarah selalu mencoba kuat saat melihat anak nya bahagia seperti sekarang ini.


ia pun berjalan menuju taman yang dekat dengan perumahan nya, di sana ia melihat ayu yang sedang duduk sambil menggenggam benda pipih di telinga nya,


seperti nya ayu sedang lagi ada masalah,


hingga membuat ia memekik saat berbicara dengan orang di sebalik ponsel nya.


"ayu ..." sapa Sarah,


ayu pun menoleh kearah Sarah dengan kaget,


ia pun memutuskan panggilan telpon nya.


"kamu kenapa ayu...?" tanya Sarah, sambil duduk bersebelahan dengan ayu.


"aku,


aku nggak apa-apa kok Sarah,


hmm"


aku dengar loh dari tadi suara kamu memekik keras, seperti nya kamu sedang ada masalah yah...?"


"eeeh,


hmmm i-iya Sarah..." jawab ayu sambil tertunduk lesu.


"masalah nya apa ?


cerita kepada ku, mana tau aku bisa bantu??"


"hmm beneran kamu bisa bantuin aku Sarah...?"


"iya,


kalau masalah nya tidak terlalu besar dan sekiranya aku mampu, aku pasti akan bantuin kamu..."


"aaah, terima kasih Sarah,


jadi gini Sarah, pacar ku Arsya, sedang di jodohkan oleh orang tua nya, mereka akan melakukan pertunangan pada hari ini,


aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku, aku sangat menyayangi Arsya,


Arsya juga sangat menyayangi ku,


tapi, Arsya tidak bisa untuk menolak perjodohan itu, aku butuh bantuan kamu Sarah, bagaimana cara nya supaya aku dan Arsya tidak berpisah nanti nya, tolong bantu aku Sarah, tolong..." ucap ayu memohon.


"Arsya akan bertunangan hari ini...!"ujar Sarah lagi.


"iya Sarah, hari ini..."


"kok mendadak yah, bukan nya Arsya masih kuliah...?"


"a-aku juga nggak tau Sarah,


apa yang harus aku lakukan...?"


"kamu beneran cinta sama Arsya...?"


"iya,aku sangat-sangat cinta Sarah, aku nggak mau kehilangan Arsya,


aku hiks hiks hiks" air mata pun mengalir di pelupuk mata ayu.


"kasihan ayu,


pasti dia sangat sakit...


aku juga pernah berada di posisi nya,


begitu sakit rasa nya, harus melepaskan orang yang kita cintai..."


"ayu,


kalau kamu beneran cinta sama Arsya,


apa kamu mau sedikit berkorban untuk nya...?"


"iya Sarah aku akan berkorban apa pun untuk nya, asal pertunangan nya di batal kan,"


"kalau begitu,


ayo kita kerumahnya, ayo aku temani kamu kerumah nya, ayo kita ke sana sekarang" ajak Sarah sambil menggenggam tangan kaku sahabat nya itu.


"tapi....?"


"percaya saja kepada ku, aku aku akan berusaha membantu mu nanti nya,


ayo..."