
"Lalu Arsya dimana sekarang ?"tanya Adit khawatir.
"Arsya aman di persembunyian kami"ujar Alex meyakinkan.
"syukur lah,
sekarang jalan satu-satunya adalah mengetahui keberadaan Agam,
dengan menemukan Agam, maka kalian akan mengetahui rahasia besar dari mama kalian"
"iya dit, itu adalah jalan satu-satunya kami, bebas dari jeratan mama,
mama selalu menekan hidup kami,
jika kami mendapatkan kunci rahasia mama,
mama pasti akan bungkam dengan kehidupan gue dan Arsya"
"ya sudah, sekarang lo harus pergi ke tempat persembunyian kalian,
di sini tidak aman untuk lo,
bisa saja, orang suruhan mama lo bisa datang kapan saja"
"iya dit, terima kasih yah,"
"iya"
"dit jika Lo ingin menemui gue,
Lo datang aja ke alamat ini, tunggu gue di sana, gue akan datang menemui Lo" ujar Alex sambil menyerahkan secarik kertas.
"baik Lex, Lo hati-hati yah,"
"iya dit"
dua orang sahabat itu pun berpisah.
"jika itu yang terbaik untuk kebahagiaan Lo dan adik gue,
gue akan berusaha sekuat tenaga membantu Lo Lex" batin Adit.
______________________________________________
"Sayang, sepatu ini bagus nak !
yang ini juga bagus sayang !" ujar Sarah sambil membawa bulan membeli sepatu sekolah untuk nya.
"yang ini bagus ya ma...?"tanya bocah itu.
"bagus nak, cantik,"ujar Sarah kagum.
"bulan mau yang ini yah ma..."sambung bulan sambil memandang sepatu hitam bermotif hallo Kitty kecil di sekitar nya.
"iya sayang"
Sarah dan bulan pun menuju ke kasir untuk membayar harga sepatu yang bulan beli.
"terima kasih yah mama, sudah belikan sepatu berwarna hitam untuk bulan " ujar nya tulus.
Bulan sangat senang sekali, hingga ia selalu memeluk sepatu baru nya saat tidur,
ia sudah tidak sabar untuk lomba lari dengan teman sekelas nya besok di sekolah,
Sarah yang menatap nya, hanya tersenyum manis melihat tingkah laku anak nya itu.
pagi hari pun tiba, terlihat bulan sudah bersama Tia saat ini,
ia asyik memamerkan sepatu baru nya yang bermotif hallo Kitty itu, hingga terdengar suara dari balik mic speaker sekolah.
MURID-MURID SUDAH SAAT NYA KITA AKAN MELAKSANAKAN SENAM PAGI,
AYO MASUK KE BARISAN KELAS MASING-MASING.
"ayo bulan kita ke barisan" ujar Tia sambil menarik pergelangan tangan bulan.
"ayo kak Tia..."
semua siswa pun berbaris sesuai kelas masing-masing, begitu pula dengan bulan bocah 3 tahun yang imut dan lucu,
ia sangat menggemaskan dari semua siswa,
terlihat dari depan, Sarah yang berada di antara barisan para guru hanya tersenyum kecil,
melihat anak nya yang sangat kecil dan mungil di antara semua siswa.
KALIAN AKAN BERLOMBA DENGAN MURID LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN ,
KITA SUDAH SERING MELAKUKAN SENAM SETIAP PAGI NYA KAN,
TAPI IBU AKAN PERAGAKAN KEMBALI GARAK GERIK SENAM NYA ULANG,
SIAPA YANG SESUAI DENGAN GERAKAN SENAM YANG SERING KITA LAKU KAN MAKA MEREKA AKAN MENJADI PEMENANG NYA.
APA KALIAN PAHAM !!
PAHAM BUK GURU...
teriak para siswa.
musik pun di hidupkan, terlihat semua murid-murid sangat bersemangat mengikuti lomba tersebut,
begitu pun dengan bulan yang merupakan lomba pertama nya saat ini.
"bulan kamu harus bisa joget yah, supaya kita jadi pemenang nya" ujar Tia.
"baik kak Tia..."
terlihat bulan sedang memperhatikan mama nya yang ikut senam di antara para guru,
Sarah pun tersenyum kearah anak nya dan mengacungkan tangan semangat,
bulan pun tersenyum dan berkata lirih.
"semangat".