
"Hay bro, gimana Sarah udah menghubungi Lo kan, dia pasti datang kan bareng ayu kesini ?" tanya yoga sesaat menghampiri teguh.
"ntah lah, gue juga nggak tau..." ujar teguh,
sebenarnya ia sangat menginginkan kehadiran Sarah,
sebab di acara penting tersebut,teguh berniat untuk mengungkapkan perasaan nya terhadap Sarah, ia sudah mempertimbangkan konsekuensi nya, Walaupun itu bertentangan dengan keinginan ayah nya.
"apa sebaiknya kita kerumah mereka untuk menanyakan ?" timpa yoga lagi, karena yoga juga tak sabar melihat penampilan ayu di acara penting teguh hari itu.
"seperti nya Sarah tidak akan datang, Lo tau sendiri kan, dia sedang liburan saat ini,. lagi pula kakak ipar nya masih sakit, pasti Sarah yang bantu jagain kakak nya." ujar teguh santai, sebab teguh memang tidak mengetahui kalau Sarah dan keluarga sudah pulang dari liburan.
Kening yoga mengkerut, ia merasa aneh dengan sahabat nya itu, tidak biasa nya teguh terlihat santai dan anteng saat membahas Sarah.
"Lo kenapa, tumbenan sesantai itu saat membahas Sarah ?" ujar yoga menepuk pundak sahabat nya.
"gue bingung sebenarnya, apa Sarah mau menerima gue jadi pendamping hidup nya, sebenarnya gue ingin mengungkapkan perasaan kepada nya saat pembukaan restoran nanti , tapi gue merasa bimbang saat ini, gue takut kalau-kalau Sarah menolak gue nanti nya..." ujar teguh sambil menatap kearah kalung liontin emas yang ia simpan untuk Sarah, meski pun ayah nya menolak keras permintaan anak nya.
"Lo mau nembak Sarah ?" tanya yoga lagi.
"hmm iya, sebenarnya gue juga ingin memperkenalkan Sarah sebagai calon istri gue saat itu..." tambah teguh lagi hingga membuat yoga membelalakkan mata nya tak menyangka ternyata teguh seserius itu terhadap Sarah.
"tapi Sarah kan belum resmi jadi seorang janda ?" ujar yoga, sebenarnya ia setuju kalau sahabat nya itu meminang Sarah tapi ia juga takut jika nanti teguh malah di cap sebagai seorang perebut istri orang.
"sebab Sarah belum di talak oleh Alex suami nya..." jelas yoga,
terlihat teguh terdiam mencerna ucapan yoga, dia ingin sekali secepat nya memiliki Sarah, ia tak peduli bagaimana pun konsekuensinya nanti.
[ hallo...] ucap ayu di sebalik telepon.
[ iya yu..] jawab yoga dengan senyum bahagia.
[bagaimana yu, apa kalian datang ke acara opening restoran teguh besok ?] tanya yoga to the points.
[tentu donk, kita pasti datang... tapi jangan lupa di jemput yah ?] ucap ayu dan terlihat wajah yoga berseri seri mendengar ucapan ayu.
[ pasti nya aku dan teguh akan jemput kalian besok yu...] jawab yoga dan seketika panggilan telepon pun terputus.
"sejak kapan panggilan kalian jadi 'aku kamu' gitu ?" tanya teguh menyelidik.
"hehe, semenjak ayu putus dari Arsya..." jawab yoga enteng.
"apa ? ayu dan Arsya sudah putus ? kapan ? kenapa ?" ucap teguh kaget.
"udah jangan kaget seperti itu, yang jelas mereka tak berjodoh lagi, dan jodoh nya adalah gue..." ucap yoga tersenyum bahagia.
"ngeres Lo.." ujar teguh mendorong kepala yoga dan di balas dengan kekehan oleh lelaki itu.
"jangan lupa pagi besok kita jemput dua bidadari kita, mereka minta di jemput besok..." ucap yoga menjelaskan.
"manja amat " tambah teguh, padahal ia sangat senang menjemput Sarah dan ia juga senang Sarah datang ke opening restoran nya.
"iya jelas lah...cewek cantik memang manja.." tawa yoga lagi.