My Little Baby

My Little Baby
158. Kecelakaan



seorang lelaki tengah berbaring di sebuah rumah sakit swasta di kota nya, dengan tubuh yang berbalut perban di sekujur pinggang dan kaki nya, sudah tiga hari lama nya namun lelaki ini tetap belum sadar dari koma nya.


"bagaimana ini Arsya, kenapa kakak mu belum sadar juga ?"tanya seorang wanita yang tak lain adalah Riska, orang tua Alex dan Arsya.


"kita doa kan saja, semoga kak Alex baik-baik saja ma..."ujar Arsya sambil menenangkan mama nya yang sedang menangis di samping putra nya.


...FLASH BACK...


"aku harus menemui Sarah dan bulan aku harus minta maaf terhadap istri dan anak ku, aku juga harus minta maaf kepada Adit, aku sungguh bodoh sudah mempercayai mama, maaf kan aku sarah, maaf kan aku Adit, maaf kan papa bulan..."Alex melaju kan mobil nya dalam kecepatan penuh memotong jalan raya sehingga terdengar suara.


Tiittttt...tiiitttttt....tittttttttt....


BRAKK


...FLASH BACK ON...


"Alex, bangun sayang,ini mama nak..."panggil mama Riska sambil mengoncan kan sedikit tubuh Alex yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"mama, mama pulang saja ya, biar Arsya yang jagain kak Alex di sini..."ucap Arsya kepada mama nya, meski ia kurang tau apa yang terjadi pasti nya, dan mama nya juga enggan bercerita, ia yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan mama nya itu.


"tapi ma, mama kelihatan kelelahan..."timpa Arsya, ia sangat kasihan terhadap mama nya, yang setiap hari berjaga menemani kakak nya di rumah sakit.


"kalau nanti kak Alex bangun Arsya pasti hubungi mama..."jelas Arsya lagi, ia tak ingin Mama nya juga sakit nanti nya karena kelelahan menjaga kak Alex.


"hmm iya sudah..."ucap mama Riska mengalah, sambil berdiri di depan ranjang Alex.


"Lex, mama pulang dulu yah sayang, nanti mama ke sini lagi buat temani Alex..."ujar Mama Riska sambil mengusap rambut Alex, saat di perjalanan pulang mama Riska tak habis-habisnya mengupat Sarah, ia malah menuduh Sarah penyebab kecelakaan yang di alami putra nya ini.


"awas yah kamu Sarah, aku tidak akan segan-segan menghabisi mu jika terjadi sesuatu terhadap putra ku..."sinis mama Riska sambil terus berlenggok menuju parkiran mobil.


sedang kan Arsya hanya duduk melamun di samping kakak nya, ia sangat yakin pasti ini ada kaitannya dengan mama nya, bukan kah mama nya pernah membuat Alex lumpuh permanen kala itu dengan meminta para dokter menyuntik obat lemah sehingga sebagian tubuh Alex tidak bisa di gerakkan.


"apa ini juga gara-gara mama, atau kak Alex benar-benar lumpuh seperti yang dokter kata kan ?"ujar Arsya lirih, ia sangat kasihan terhadap kakak nya, ia sangat tau bahwa kakak nya selalu di rantai paksa oleh mama nya ke dalam permainan Mama nya, namun kak Alex enggan untuk melarikan diri dan melepas diri dari rantai tersebut, meski kena cabukan berulang kali.


"kak, setelah kakak sadar, Arsya janji akan membawa kakak keluar negeri supaya kakak bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik,dan supaya juga kekhwatiran Arsya terhadap mama tidak akan terjadi untuk kedua kali terhadap kakak..."ujar Arsya sambil mengelus tangan kakak nya.