
"sayang, kita ke restoran terkenal di kota ini yuk..."pinta seorang wanita yang tak lain adalah Amel, Alex terpaksa memenuhi keinginan mama nya untuk membawa Amel jalan-jalan hari ini, meski niat hati Alex ingin bertemu dengan adit terlebih dahulu, untuk membahas tentang Sarah dan bulan.
"hmm seterah kamu saja..." Amel mengandeng manja di tangan kekar Alex, meski Alex agak risih di perlakukan seperti itu,apa lagi di depan umum seperti ini, takut timbul fitnah yang bukan-bukan, Alex dan Sarah juga belum bercerai hingga saat ini.
"bisa tidak nggak usah seperti ini, aku nggak nyaman..."ujar Alex namun Amel seperti tidak mempedulikan ucapan Alex dan seenaknya saja mengandeng manja tangan kekar Alex.
"selamat siang," ujar seorang wanita yang berpakaian pelayan menyapa kedatangan Alex dan Amel.
"ruangan private..."ujar Amel langsung.
"baik, ayo ikut saya..."wanita pelayan itu pun membawa Amel dan Alex kesebuah ruangan tertutup dengan pemandangan langsung mengarah ke perhutanan, sangat indah dan asri.
"ini adalah menu di restoran kami, semoga anda menyukai nya..."ucap seorang pelayan itu lagi sambil memberikan sebuah buku menu makanan.
"berikan kami makanan terenak dan termahal di restoran ini..."ujar Amel langsung sambil membuang buku menu tersebut yang di berikan pelayan tadi,. terlihat Alex menatap Amel dengan tatapan tidak suka, Amel begitu sombong dan angkuh.
"baik lah, tunggu sebentar yah tuan,nona..."ucap wanita itu hormat sambil meninggalkan Amel dan Alex berduaan di restoran tersebut.
"Amel ! aku nggak suka kamu bersikap seperti tadi..."ujar Alex sambil membuang kasar tangan Amel di tangan nya.
"kenapa sih Sayang, santai saja, mereka itu hanya pelayan ya sudah kewajiban mereka melayani kita seorang pembeli, bukan kah pembeli adalah raja..."ujar Amel hingga membuat Alex menggeleng kan kepalanya tak paham dengan pemikiran Amel.
"sudah lah sayang,kita kesini untuk senang-senang bukan membahas tentang masalah pelayan, ingat yah sayang, sebenar lagi kita akan menikah, dan kamu harus belajar memperlakukan aku sebagai istri yang baik sayang..."ucap Amel sambil mendekat kan dada nya kearah Alex hingga memperlihatkan belahan dada yang terlihat menyembul besar dan seksi di sana.
"jangan seperti itu, tidak enak di lihat orang..."ucap Alex sambil membuang muka.
"Alex, Alex kenapa sih kamu masih sok suci begitu, bukan kah kamu yang telah merenggut kehormatan ku Alex, apa kamu lupa, waktu kita di Amerika, kamu juga berjanji untuk menikahi ku, sekarang waktunya sayang,kamu menepati semua janji-janji mu sayang..."ujar Amel lagi, ia semakin menggoda Alex dengan cara membelai dada Alex hingga mengukir abstrak yang masih berbalut kemeja.
"sayang, aku ingin bulan madu di Prancis, aku ingin liburan selama satu bulan penuh bersama kamu tanpa ada yang menggangu termaksud mama kamu sayang..."sambung Amel hingga membuat Alex melirik tajam kearah Amel.
"setelah kita menikah, aku mau kita tinggal berpisah dan tidak serumah dengan mama kamu, soal nya mama kamu itu wanita yang licik sayang, aku takut di pisah kan juga dengan kamu..." Alex kembali membelalakkan matanya mendengar ucapan Amel.
"maksud kamu apa ?"tegas Alex hingga membuat Amel menutup mulut nya yang suka keceplosan itu.
"aah tidak sayang,aku hanya ingin menikmati waktu pernikahan kita dengan seromantis mungkin, aku tak ingin ada yang menggangu supaya kita secepat nya memiliki momongan, bukan kah mama kamu ingin aku secepat nya melahirkan keturunan untuk mu !"dalih Amel meski pun membuat Alex sedikit berpikir saat ini.