
"*apa yang telah aku lakukan, ini semua karena aku sehingga Novi menjadi korban seperti ini, coba saja aku lebih mengenal Novi lebih dahulu, dan pasti nya aku tidak akan pernah mengenal wanita gila itu dan Novi juga tidak akan seperti ini, aku dan Novi juga tidak kehilangan anak kami seperti ini.
maaf kan aku Novi, aku telah membuat mu menderita*...". batin Adit tanpa terasa air mata nya mengalir di pelupuk mata nya.
Adit pun menyelimuti tubuh Novi dan berjalan keluar rumah, ia ingin menenangkan diri dan pikiran nya di luar, Adit sempat melirik sekilas kearah kamar Sarah yang sudah tertutup rapat,
hingga ia melanjutkan perjalanan nya entah pergi kemana.
tak berselang lama Adit sudah duduk di bawah pohon kelapa yang menjulang tinggi di tepi pantai, Adit menatap lurus ke arah air laut, yang terombang-ambing karena ombak, cuaca nya juga sangat dingin di sekitar pantai saat malam hari, angin sepoi-sepoi pun menemani kesendirian Adit di sini, suara air laut seperti nyanyian malam yang mewakili kegurahan nya, Adit menatap sejurus kearah sebuah liontin di tangan nya, berbentuk hati dengan dua buah foto di dalam nya yang menyatu kecil.
...FLASH BACK...
"taraaaa... ujar seorang pria dengan mengunakan seragam sekolah menengah pertama dengan peci sekolah di kepala nya.
"apa ini..." ujar seorang wanita cantik sambil melirik kearah liontin yang di tunjukkan oleh lelaki tersebut.
"kamu kan sudah sah menjadi istri ku, ini aku beli kan untuk mu, sebagai tanda pernikahan kecil kita..." ujar lelaki tersebut kepada seorang wanita cantik yang mengikat dua rambut nya.
"kamu dapat uang dari mana ?"tanya wanita itu girang sambil melirik sebuah liontin berbentuk hati.
"aku kan punya celengan, kemarin aku buka untuk beli ini..."tutur nya lagi.
"wah, bagus banget... terima kasih yah dit..." ucap wanita yang mengenakan seragam putih biru.
"iya, sama-sama..."
"ouh ya, aku juga udah masukin foto SD kamu dan aku di sana, haha aku jelek banget waktu SD..." ujar Adit sambil membuka gambar hati tersebut, terlihat 2 orang bocah SD yang sangat imut di dalam liontin tersebut.
"bagus banget, terima kasih yah dit, aku suka banget..." ujar wanita itu bahagia.
"bagus lah kalau kamu suka Tika..." ujar Adit senang.
"aku pakai kan yah ?" wanita itu pun mengangguk Adit pun mengenakan liontin tersebut di leher jenjang gadis SMP itu.
"bagus dit, terima kasih yah..." Adit pun mengangguk dan tersenyum manis kearah wanita itu.
"kamu kan istri ku, sudah seharusnya seorang suami membahagiakan istri nya kan ?"tutur Adit.
"iya, aku istri kecil mu dan akan menjadi istri besar mu juga, haha "
"iya kamu adalah istri ku, selama-lamanya..." Adit dan wanita itu pun saling menggenggam kelingking tangan mereka untuk membuat perjanjian kalau mereka adalah pasangan suami istri untuk selamanya.
setelah berhari-hari mereka melewati masa SMP yang sangat indah dan bahagia hingga suatu hari, Adit duduk melamun di belakang sekolah, ia tidak mengikuti pelajaran hari itu, ia asyik menangis tersedu-sedu di belakang sekolah.
"Adit..." panggil seorang wanita sambil berlari kearah lelaki yang sedang menunduk kan kepala dengan air mata yang membasahi wajah nya.
"Adit, kenapa kamu bolos hari ini?"tanya gadis itu kepada Adit, Adit tidak menjawab apapun dia hanya menangis dan menangis tanpa menghiraukan ucapan wanita itu.
"a-ayah ku, meninggal dunia..." ucap Adit sambil tersedu-sedu.
"aaa, kenapa? ayah mu sakit apa ?" tanya wanita itu lagi, ia sangat syok mendengar ucapan Adit barusan.
"ayah ku kecelakaan kerena mengantar Sarah kesekolah..." tambah nya sambil menangis tanpa henti.
"aaah, terus sekarang bagaimana?" tanya wanita yang bernama Cantika itu.
"ayah ku sudah di makam kan, tapi aku tak ingin pulang ke rumah, aku benci terhadap Sarah, dia telah membuat ayah dan ibu ku meninggal dunia..."tutur Adit, gara-gara Sarah ibu nya meninggal saat melahirkan nya, gara-gara Sarah ayah nya meninggal saat mengantar kan Sarah ke sekolah.
"aku takut, aku juga akan meninggal dunia nanti nya, jika aku terus-terusan berada di dekat nya..." tambah Adit lagi.
"Adit, kamu jangan seperti itu, Sarah itu adik mu, tidak ada yah manusia yang bisa membuat siapapun meninggal dunia, semua nya sudah takdir yang maha kuasa..."tambah cantika menenangkan.
"kamu jangan seperti itu, aku bisa marah kalau kamu membenci adik mu seperti itu..." timpal Cantika lagi.
"aku juga akan meninggal mu jika kamu seperti itu dit, kamu nggak kasihan sama Sarah, yang masih kecil tidak memiliki siapapun yang melindungi nya..." ujar Cantika lagi, Adit pun melirik kearah nya, dan mengangguk kearah Cantika.
"terima kasih Tika, aku akan berusaha menjadi kakak yang baik untuk Sarah, kamu benar Sarah sangat kasihan, karena tidak memiliki siapapun selain ku, aku akan berusaha memaafkan nya..." ucap Adit, Cantika pun tersenyum bahagia melihat Adit yang sudah mulai bisa tenang.
Keesokan harinya Adit kembali ke sekolah nya, ia melirik ke arah kursi Cantika, ternyata Cantika belum juga datang, padahal sebentar lagi guru yang mengajar akan masuk ke kelas.
beberapa menit kemudian guru yang mengajar pun sudah duduk di depan mereka dan Cantika belum juga datang-datang, hingga guru itu menjelaskan bahwa cantika sudah pindah ke kota lain, karena ayah nya yang pindah tugas ke kota itu.
Adit sangat syok, dia tak menyangka Cantika pergi tanpa memberitahu nya sama sekali, Adit tak tahan ingin menemui Cantika, setelah pelajaran selesai ia langsung menuju rumah Cantika, terlihat cantika masih berada di rumah nya, dia belum pindah saat ini, ia sedang duduk dengan begitu banyak barang-barang yang baru selesai di packing.
"Cantika..."panggil Adit dari sebalik pagar rumah, Cantika yang melihat pun langsung bergegas menuju ke arah Adit.
"Cantika, kamu beneran akan pindah ?"tanya Adit dan di anggukan oleh Cantika.
"kemana ?" tanya Adit lagi.
"aku tak tahu, nama kota nya apa, yang jelas hari ini aku akan pindah bersama keluarga ku..."ucap nya.
"terus rumah ini bagaimana?",tanya Adit
"rumah ini di jaga oleh nenek dan kakek ku, kalau papa ku pindah tugas lagi, kami masih memiliki rumah tempat kami tinggal..."ucap Cantika.
"terus aku bagaimana?"tanya Adit, ia sangat tak ingin berpisah dengan cantika, tapi ayah Cantika adalah seorang abdi negara, otomatis saat dia pindah tugas istri dan anak nya akan ia bawa ikut serta bersama nya.
"aku mencintaimu Adit, aku tetap istri mu, jangan pernah lupakan aku yah Adit, atau pun mengkhianati ku, tunggu aku kembali yah..." ucap Cantika tersenyum manis, Adit pun mengangguk,
ia kira ini hanya perpisahan sementara, seminggu atau sebulan saja, Adit tak menyangka bertahun-tahun lama nya mereka berpisah, Adit malah menerima undangan pernikahan dari istri kecil nya itu, yang telah di jodoh kan dengan anak sahabat ayah nya.