My Little Baby

My Little Baby
197. Hamil



"tapi Tante, apa itu tidak kelewatan, sebab jika orang tua ku sampai tahu, bukan hanya Alex yang akan mendapat masalah, tapi aku juga.." ucap meci saat berada di rumah Riska, Riska sengaja meminta meci kerumahnya untuk membahas pernikahan mereka yang sudah Riska rencana kan.


"sudah kamu tenang saja, biar Tante yang akan mengatur nya, kamu pinta saja keluarga mu untuk memaksa Alex menikahi mu, selebihnya biar urusan Tante... "tawar licik Riska, memaksa meci mengikuti keinginan nya.


"iya sudah Tan, tapi jika sesuatu terjadi terhadap Alex, meci tak akan bertanggung jawab Tan..." ucap meci, sebab ia juga merasa ketakutan, untuk mengatakan kepada keluarga nya bahwa Alex meniduri nya saat itu dan berbohong bahwa dia hamil, seperti keinginan Riska.


"kamu tenang saja, Tante tidak akan menyalahkan mu kok, yang penting kamu ikuti semua keinginan Tante..." tambah Riska lagi.


"baik Tan..."


"Alex, sekeras apapun kamu menginginkan wanita itu, sekeras itu pula mama akan memisahkan kalian.". batin Riska.


****


Di dalam rumah, Sarah dan bulan sangat bahagia, sebab mereka akan memiliki anggota baru di rumah itu.


"sayang, kamu senang kan ?" tanya Sarah dengan menggenggam test pack yang bergaris merah dua di tangan nya.


"senang dong ma, karena sebentar lagi bulan bakal punya dedek bayi..." ujar bulan bahagia, begitu pun dengan Sarah, dia juga tak kalah bahagia nya,


Sarah sudah beberapa Minggu telat haid, maka nya dia memberanikan diri untuk mengecek nya dan alhasil garis merah dua terpampang jelas di test pack tersebut.


Sarah pun langsung menghubungi Alex, sebab waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam saat ini, dan biasa nya Alex tak pernah pulang selarut ini.


berkali-kali Sarah menekan tombol untuk menghubungi Alex, namun tetap saja tidak bisa di hubungi.


"kenapa handphone kak Alex tak pernah aktif yah, dari tadi ?" lirih Sarah.


"belum Sayang, sebentar lagi pasti papa pulang juga, ya sudah kita tidur dulu yah nak, nanti papa pulang pasti bangunin kita juga..." jelas Sarah dan bulan pun mengangguk mengikuti mama nya.


Sedangkan di tempat lain, Alex sedang di hadang oleh dua orang pria berotot yang menghentikan laju mobil nya.


tanpa aba-aba mereka langsung menghajar Alex dengan sadis nya, tanpa memandang sama sekali.


Alex meringis kesakitan, ia masih bingung kenapa mereka melakukan ini kepada secara tiba-tiba.


namun tanpa menjelaskan terlebih dahulu, mereka langsung menarik tubuh Alex memasuki mobil nya dan melaju kan mobil itu ke suatu tempat.


"kenapa kalian melakukan ini kepada saya ? salah saya apa ?" tanya Alex, saat dua orang ini melajukan mobil nya entah kemana.


"kamu masih berani bertanya ? " ujar seorang lelaki melotot kearah Alex, Alex menelan Saliva nya, ia sangat kengerian dengan dua lelaki ini.


"kamu telah melakukan pemerkosaan terhadap nona muda kami, dan kamu harus mendapatkan ganjaran dari tuan Hery karena telah memperkosa anak nya hingga hamil." jelas pria yang lain.


"tapi, saya tidak sengaja melakukan itu..." dalih Alex, namun pria yang di samping nya langsung memukul kepala belakang nya, hingga Alex terkujur tanpa sadar diri.


"kenapa kamu lakukan itu ?" tanya pria yang sedang membawa mobil.


"dia cerewet dan banyak tanya, berisik..."


"kalau nona marah bagaimana ?" tanya pria yang membawa mobil lagi.


"kita katakan saja kalau dia mencoba melarikan diri..." ujar lelaki di belakang.