My Little Baby

My Little Baby
190. Kecelakaan !



"Meci datang ke rumah saya sekarang juga ?" teriak mama Riska geram di sebalik telepon.


"i-iya Tante..." jawab meci terbata-bata ia sangat kaget mendengar teriakkan calon mertua nya yang tiba-tiba itu.


Beberapa menit kemudian Meci pun telah sampai di kediaman Mahesa.


"kemana Alex ! jawab meci !" tanya mama Riska, sebab orang yang terakhir di temui Alex adalah meci dan pasti meci mengetahui keberadaan Alex.


Meci terperanjat kaget, bukan nya mengizinkan meci duduk terlebih dahulu, Riska malah berlagak pinggang saat meci baru memasuki rumah nya.


"a-alex ke-kerumah Sarah Tan... dan kata nya dia ingin menalak Sarah di sana..." jelas meci.


"Bodoh... perempuan bodoh...." teriak histeris Riska hingga membuat meci mengigit bibir bawahnya, ia juga gemetar takut terhadap wanita ini.


"tapi Tante, Alex ke rumah Sarah hanya untuk menalak nya dan untuk memberikan nafkah untuk anak nya..." ujar meci menatap kearah Riska.


"kamu percaya begitu saja ? dan malah memberi kan uang kepada nya ? kamu pikir Alex akan jujur terhadap mu ? dia itu hanya berbohong, dia sangat mencintai Sarah dan anak nya, mana mungkin dia mau menceraikan istrinya semudah itu." geram Riska.


"ma-maksud Tante ?" tanya meci bingung.


"jika semudah itu meminta Alex untuk menceraikan istrinya, sudah saya berikan separuh harta saya untuk nya dan bahkan untuk dia berikan kepada wanita itu pun saya tidak keberatan, namun dia hanya berbohong, dia hanya ingin pergi dari sini dengan memanfaatkan kamu supaya kamu bisa memberikan modal untuk nya dan wanita itu..." meci terbelalak, ia tak menyangka Alex hanya ingin memanfaatkan nya saja.


"terus bagaimana ini Tante ?" tanya meci khawatir.


"satu-satunya cara adalah dengan bersandiwara..." ujar Riska lirih.


"bersandiwara !"


Tak berselang lama Alex yang sedang menghabiskan waktu nya bersama bulan mendapatkan sebuah pesan dan sebuah video di ponsel nya.


[Alex, Tante Riska menggelami kecelakaan dan kritis]


Tulis Meci dengan di sanding kan dengan sebuah Vidio, Riska terbujur di ranjang rumah sakit.


namun saat Alex memasukkan handphone nya kedalam saku tiba-tiba handphone nya berdering, panggilan telepon dari Arsya pun masuk.


"kak, kakak ada dimana ?" ujar Arsya panik dan terdengar langkah kaki keras seperti nya Arsya sedang berlari sambil teleponan.


"di rumah Sarah, ada apa dek ?" tanya Alex lagi.


"kak, kakak kenapa masih disana ? mama koma dirumah sakit kak ?" suara Arsya memburu seperti menangis di sana, Alex pun seketika menjatuh kan handphone nya saat mendengar ucapan Arsya, dia kaget dan tak menyangka yang meci kirim kan adalah benar ada nya.


"kak...kakak..." panggilan telepon masih tersambung Arsya masih memanggil kakak nya hingga ia memutuskan panggilan itu karena kakak nya yang tidak menjawab apapun.


"pa...papa kenapa ? kenapa telepon nya di jatuhkan ?" tanya bulan sambil meraih handphone papa nya.


"bu-bulan, bulan di sini dulu yah, papa ada urusan sebentar, nanti papa kesini lagi..." ucap Alex sambil mengecup kening anak nya.


"tapi pa..." protes bulan yang tak ingin di pisah kan dengan ayah nya lagi.


"ada apa kak ?" tanya Sarah yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu.


"mama, mama, kecelakaan dan koma di rumah sakit, kakak harus ke sana sekarang juga..." ucap Alex penuh kekhawatiran.


"Sarah, ayo kita ke rumah sakit, kita lihat kondisi mama di sana, takut nya terjadi hal serius dengan mama, kata Arsya mama koma di rumah sakit..." jelas Alex lagi.


"Sarah nggak mau kak !" ujar Sarah memutar badan dan ingin meninggalkan Alex, namun Alex seketika menarik tangan nya hingga Sarah menghentikan langkahnya.


"ayo Sarah.." pinta Alex mengiba.


"maaf kak..."


Sarah pergi meninggalkan Alex di depan pintu kamar nya, hati Sarah sangat sakit saat ini, bagaimana pun dia memang bukan prioritas nya Alex, bahkan hanya sehari tinggal di rumah ini Alex sudah sangat tak tahan untuk menemui mama nya, hanya karena mendengar mama nya sakit, dan Sarah sangat yakin kalau itu pasti hanya bulaian mama nya Alex saja.