
Sudah beberapa hari Sarah bekerja di restoran keluarga teguh, Sarah sudah sangat dekat dan sudah memiliki banyak teman yang sama-sama bekerja di restoran ini.
"pagi kak...!" ujar Sarah kepada seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan di restoran yang di kelola oleh teguh.
"pagi juga Sarah, bagaimana kabar anak mu ?" tanya wanita itu, wanita itu tidak memiliki anak meskipun bertahun tahun menikah, sehingga ia sangat menyukai bulan ketika Sarah membawa nya ketempat kerja.
"bulan baik-baik saja kak." jawab Sarah kepada wanita itu.
"ouh syukur lah, kalau ada waktu saya boleh kan mampir ke rumah kamu atau mengajak kalian jalan-jalan..." pinta wanita itu.
"boleh kak, kakak boleh kapanpun main ke rumah dan kalau mau jalan-jalan Sarah siap kapanpun soal nya udah lama nggak liburan hehe... ?"ujar Sarah, ia memang membutuhkan liburan seperti nya.
"tunggu kita cuti kerja lah, kalau sudah libur pasti kakak akan menemui Sarah yah...!"
"ok kak..."
wanita itu bernama Utami, kata para pelayan yang lain wanita ini adalah wanita bodoh yang rela di madu oleh suami nya dan suami nya juga tidak pernah memberikan nafkah untuk nya, seperti nya mereka hampir satu frekuensi sama-sama di perlakukan buruk.
"apa yang kalian bahas tadi ?" tanya teguh yang melihat percakapan serius antara kak Utami dengan Sarah.
"tidak ada bos, kami hanya membahas tentang liburan, mana tau saat cuti bisa liburan bos..."ujar kak Utami.
"ouh begitu, iya sudah kalian saya libur kan saja hari ini...!"ujar teguh, Sarah memang memerlukan liburan untuk menenangkan diri nya.
"iya saya serius, tapi hanya kamu dan Sarah saja yang akan saya libur kan hari ini..."sambung teguh.
"kenapa seperti itu bos...?" tanya Utami kepada atasan nya, dia memang sedikit aneh dengan sikap bos nya akhir-akhir ini yang jadi sering membantu pekerjaan mereka saat di dapur dan begitu perhatian terhadap para pekerja nya.
"hmm,apa saya harus memberi alasan kepada mu ?" ujar teguh lagi.
"aah tidak bos, saya hanya bingung atau jangan-jangan bos naksir yah sama Sarah..."tuduh Utami dengan tersenyum kearah bos nya itu.
"hmm, bukan urusan kamu, yang jelas kalian saya libur kan hari ini dan saya tetap akan memberikan gaji kalian hari ini..." tambah teguh.
"se-serius bos..." Utami membelalakkan matanya ia tak menyangka teguh sebaik itu.
"kalau kamu nggak mau yang sudah saya tidak akan rugi akan hal itu..." teguh pun berjalan meninggalkan Utami yang masih sibuk dengan pikiran nya.
"ah bos, mana mungkin saya tidak mau, saya mau donk bos, terima kasih yah bos, bos muda memang terbaik lah..." ujar Utami sambil membututi Teguh dari belakang.
"hmm iya sudah sana pergi..."
"baik bos..."
Utami pun memberi tahu Sarah bahwa mereka di libur kan hari ini, meski kelihatan aneh dan mencurigakan namun Sarah tidak ingin memikirkan lebih jauh, pikiran nya sudah sangat lelah memikirkan perihal hidup, asal dapat cuti dari teguh ia sudah sangat bersyukur setidaknya ia bisa melepas penat hari ini dan sesekali membawa bulan jalan-jalan.