
"Jadi ini rumah penjual bakso dan adik nya tinggal, kumuh gini, tidak layak kamu bermain kesini Lex, bikin pusing aja kamu ini..."tutur sang mama.
mama nya Alex sangat menggerutu saat turun dari mobil dengan di ikuti Alex dan papa nya menuju ke rumah Sarah, karena Alex sudah menghubungi Adit terlebih dahulu sebelum kesini, Adit dan Sarah pun sudah bersiap siap menunggu kedatangan keluarga Alex.
"ayo masuk, om ,Tante..." ucap Adit sopan.
"iya terima kasih..." sambung papa Alex,
mereka pun duduk di sofa ruang tamu rumah Adit dan Sarah.
mama Alex, memutar bola mata nya melirik rumah Adit dan Sarah yang sangat sederhana itu, hingga membuat mama Alex jijik.
"cihhh"
"ini wanita yang kamu bilang itu Alex...?" tanya mama nya sambil menunjuk kearah Sarah yang duduk berhadapan dengan nya dengan mengendong buah hati nya.
"iya ma, ini Sarah dan yang di gendong itu bulan anak kami..." ucap Alex menjelaskan.
"kalian Jangan bercanda seperti ini yah,
bagaimana saya yakin ini anak nya Alex..."
lanjut sang mama tanpa basa-basi.
"benar atau bukan lebih baik Tante tanya kan kepada anak Tante terlebih dahulu..." jawab Adit sambil menatap tajam kearah mama nya Alex yang seperti tidak tau sopan santun.
"Bisa saja kan adik mu itu hamil dengan orang lain, tapi malah meminta pertanggung jawab dari anak saya, kalian pasti ingin menipu anak saya, supaya kalian bisa hidup enak kan, tanpa perlu berjualan bakso seperti itu..."tuduh mama Alex.
Alex dan papa nya menatap lekat kearah sang mama, tidak percaya sang mama malah mengatakan hal seperti itu.
"MAMA...." teriak Alex sambil berdiri menghadap sang mama.
"maaf sebelumnya, jangan pernah menuduh saya penipu seperti itu Tante, saya tidak pernah menipu anak Tante atau memanfaatkan anak Tante, sama sekali tidak pernah, saya tidak suka Tante memfitnah saya seperti itu..." lanjut Sarah tidak terima dengan ucapan mama nya Alex.
"aah,kamu ini tidak sopan dan tidak tau malu, pantas saja kamu bisa hamil di luar nikah seperti ini, memalukan cihh..."
hinaan demi hinaan di lontarkan wanita di hadapan Sarah tersebut, Sarah sangat kesal dan tidak terima akan semua ini, kenapa hanya dia yang di salah kan dalam hal ini, kenapa Alex tidak pernah di pojokan, bukan kah yang bersalah di sini dia dan Alex,
kenapa hanya dia yang di interogasi seperti ini.
"ya, adik saya seperti ini, itu karena anak anda, anak anda yang tidak tau malu, yang pergi setelah menyetubuhi adik saya dan menghamili nya..." tatap Adit tajam sambil menunjuk kearah Alex yang diam tanpa suara.
"jangan bicara sembarangan, jika kalian tidak punya bukti nya, anak saya berpendidikan tinggi dan dia tidak mungkin mau sama adik kamu yang jalan ini..." sambung nya lagi.
"Jangan pernah anda menghina adik saya seperti itu, saya tidak terima, saya tidak akan segan menyeret anda ke penjara atas tuduhan pencemaran nama baik," sambung Adit geram.
"lagian saya ingat sama kamu, kamu kan yang datang bersama teman mu, menghancurkan pertunangan anak saya."
Sarah pun kembali mengingat kejadian waktu ia dan ayu ke rumah Arsya untuk membatalkan pertunangan Arsya dan kekasih nya hingga membuat ia di pindahkan keluar negeri.
"kamu memang wanita nggak benar, kalian hanya mau memanfaatkan anak saya,
mulai dari Alex hingga Arsya, Arsya harus tinggal di luar negeri juga gara-gara kamu dan teman kamu itu." tuduh mama Alex.
"cukup yah, anda mengatakan kami hanya mau memanfaatkan anak anda,
kami tidak pernah memanfaatkan anak anda sedikit pun, sepersen pun kami tidak membutuhkan harta nya, di sini adik saya yang menderita, adik saya yang menjadi korban kebejatan anak anda..." balas Adit tidak terima.
"jika tidak ada bukti, sampai kapan pun saya tidak akan mau menerima nya dan tidak akan mempercayai kalian..."
"Baik kalau Tante mau bukti, Sarah rela jika baby bulan dan kak Alex melakukan tes DNA..." ucap sarah mantap.
"baik lah besok kita akan lakukan tes DNA,
jika terbukti anak ini bukan anak kandung nya Alex, saya akan membuat tuntutan hukum jika kalian membuat tuduhan palsu kepada anak saya dan kami juga akan menutup ganti rugi yang besar," sambung nya lagi.
"oke, tapi jika ini terbukti anak nya Alex, apa anda siap menerima hukuman dan memberi ganti rugi yang sangat besar kepada kami...?"
lanjut Adit menyudutkan mama nya Alex.
"eehmm maaf nak Adit dan nak Sarah,
untuk kebaikan kita bersama, memang lebih baik kita lakukan tes DNA, biar dapat membuktikan kebenaran nya, maaf kan istri saya yang lancang terhadap kalian," sambung papa Alex merasa tak enak hati.
"pagi besok saya harap kalian hadir di rumah sakit xxx, saya dan sekeluarga akan menunggu kehadiran kalian di sana..."
"hmm baik om, dengan senang hati..." sambung Sarah sambil menundukkan sedikit kepalanya hormat.
"mama, ayo kita pulang..."ucap papa Alex.
mama Alex pun berjalan keluar tanpa berpamitan terlebih dahulu meninggal kan semua orang yang masih duduk di ruang tamu tersebut.
"aah, sekali lagi maaf kan istri saya yah...
kami permisi dulu,"
mereka pun pergi dengan di susul oleh alex yang seperti nya sangat marah kepada mama nya.