My Little Baby

My Little Baby
115. Ketakutan Riska



Beberapa hari pun berlalu mama Riska sudah di nyatakan sembuh dari sakit nya, ia pun sudah bisa pulang kerumahnya,


pagi ini Alex dan Amel membawa mama Riska kembali ke rumah mewah nya dengan mengendarai mobil mewah milik Alex.


"terima kasih yah Amel, kamu sudah mau membantu buat jagain mama."ujar Alex tulus.


"aah kamu bisa aja Lex, aku ikhlas kok bantuin Tante, lagian aku juga sudah menganggap orang tua kamu itu keluarga nya aku..."jawab Amel dengan senyum mengembang.


"hmm sekali lagi terima kasih Amel..."


"iya Alex..."jawab Amel, sambil menatap penuh arti kearah Alex.


Amel pun izin pamit kepada Alex dan mama Riska, ada urusan penting yang harus ia lakukan, ujar nya beralasan dan tanpa ada yang membantah ia pun berjalan gontai menuju pagar besar rumah mewah tersebut.


"Amel baik kan Alex..."tanya Riska kepada putranya.


"iya ma..."jawab Alex singkat.


"mama Alex izin ke rumah buat jengukin Sarah sama bulan yah ? Alex udah begitu kangen terhadap mereka."ucap Alex memohon.


"kalau kamu pergi, mama siapa yang jagain Lex...?"ujar mama Riska, ia sangat tidak suka jika Alex selalu menemui Sarah dan bulan.


"mama kan sudah sembuh, lagian aku pergi nya nggak lama kok ma, nanti juga kesini lagi..."ujar Alex beralasan.


"tapi kan, tubuh mama masih lemah nak..."lanjut nya lagi.


"a-aryo...?"ucap Riska membelalakkan matanya.


"iya, Aryo teman Alex itu, yang kerja di perusahaan farmasi papa..."ucap Alex menjelaskan.


Aryo adalah salah satu sahabat dekat Alex, meski ia berusaha keras untuk menyatukan Alex dengan Merry sekretaris nya dan juga menghasut Alex untuk menceraikan Sarah,namun Aryo tetap berusaha membantu Alex saat Alex tertimpa masalah, karena Aryo sangat berjasa besar dengan papa nya Alex, papa Alex adalah lelaki baik yang telah membantu nya saat ia tengah kesulitan, aryo adalah lelaki yang sedang menggasup tuntas sebab dari kematian papa nya Alex yang meninggal secara mendadak, ia yakin kematian papa nya Alex ada unsur pembunuhan, bukan di karena kan sakit jantung yang ia alami.


"Tidak, mama tidak mau..."teriak mama Riska dengan gemetar, keringat dingin mengucur di pelipis nya, ia seketika ketakutan saat mendengar nama Aryo, entah apa alasannya, beberapa kali mama Riska terlihat menelan Saliva nya, ia lebih baik membiarkan Alex pergi menemui anak dan istri dan tinggal sendirian di rumah mewah ini, dari pada di temani oleh Aryo.


"Ya sudah kamu temui saja istri dan anak kamu itu, tidak usah bawa Aryo ke rumah ini, mama juga sudah membaik..."ucap mama Riska beralasan.


"Tapi ma, Aryo bisa bantuin mama jika mama butuh apa-apa nanti nya...?"ucap Alex kekeh.


"mama tidak butuh di temani siapa pun, mama mau sendiri saat ini,


sana kamu pergi?"usir Riska sambil membuang muka di hadapan Alex.


"mama yakin tidak apa-apa ma...?"tanya Alex lagi sambil memandang lekat wajah mama nya.


"i-iya mama tidak apa-apa, sana pergi... tapi jangan lama-lama yah, mama nggak bisa sendirian terlalu lama..."


"hmm baik ma..."