My Little Baby

My Little Baby
230. Kisah teguh



Teguh dan Sarah pun mengikuti langkah kaki Pelangi, menuju ke aula di mana acara wisuda akan dilangsungkan, Pelangi mengambil tempat duduk di deretan yang paling depan, di mana teman-teman kuliahnya yang lain yang akan diwisudakan berada.


Sementara Teguh dan Sarah duduk di belakang deretan para mahasiswa yang akan diwisudakan, jam 8.15 acara wisuda pun dimulai panitia wisuda terlebih dulu membacakan susunan acara, lalu mengumumkan siapa saja sarjana yang lurus dengan nilai terbaik dan Pelangi adalah sarjana dengan nilai paling baik.


Tak berselang lama bulan pun datang dengan tergesa-gesa, dan langsung duduk bersama kedua orang tua nya di kursi bagian belakang.


Setelah itu acara pun dimulai dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama dari rektorat universitas, diteruskan dengan sambutan dari wakil orang tua dan sebagaimana yang diminta oleh rektor, maka teguhlah yang diminta menjadi wakil, dari orang tua mahasiswa yang melaksanakan wisuda, ketika Teguh melangkah kan kaki ke podium, untuk memberikan sambutan , Sarah Pelangi dan bulan memandanginya dengan mata berkaca-kaca, karena bahagia bahkan semua orang pun turut berkaca-kaca, begitu pula dengan Teguh sendiri yang menyampaikan sambutannya, dia menceritakan tentang perjalanan hidupnya dan perjalanan kehidupan keluarga nya.


"mungkin anda sekalian yang hadir di sini sudah mengenal siapa saya dari mas media, baik cetak maupun elektronik, anda sekalian di sini hanya tahu kalau saya seorang pengusaha transportasi yang sukses, yang memiliki ratusan armada transportasi, memiliki puluhan SPBU dan pom bensin, memiliki beberapa showroom mobil yang tersebar di hampir seluruh wilayah kota dan sekitarnya, tetapi pernahkah anda sekalian berpikir siapa saya sebenarnya dan siapa keluarga saya sebenarnya ?" tanya teguh sambil menyapu pandang kesemua tempat, semua orang terdiam, hanya mata mereka yang menatap kearah teguh.


"hah di sini saya akan menjelaskan siapa saya sebenarnya, sejujurnya ini adalah rahasia saya, rahasia besar saya yang sebenarnya, hanya saya dan keluarga tertentu yang mengetahui nya, saya sebenarnya hanyalah orang miskin, saya anak yatim piatu, yang dari bayi sudah ada di panti asuhan, saya tak tahu siapa dan bagaimana rupa ayah dan ibu saya,


hidup saya dipenuhi dengan kekurangan dan penderitaan, sehingga saya diasuh oleh seorang lelaki dan dianggap menjadi seorang anak, sehingga lelaki yang sangat saya sayangi itu, menyekolahkan saya dan membesarkan saya seperti sekarang ini. " ucapan teguh membuat semua orang terbelalak, termaksud Sarah dan anak-anak nya, selama ini mereka sama sekali tidak mengetahui siapa teguh sebenarnya, yang mereka tahu teguh adalah seorang anak pengusaha restoran yang memiliki begitu banyak cabang setiap kota.


"walaupun telah menjadi seorang anak angkat dari seorang yang memiliki begitu banyak restoran, malah membuat hidup saya semakin tertekan dan tersiksa, sebab keluarga ayah angkat saya yang tidak terima kalau semua warisan ayah angkat saya di wariskan kepada saya, hingga saya di siksa, di buli bahkan di hina dan di caci oleh keluarga angkat saya, saya berusaha untuk berkerja keras tanpa sepengetahuan keluarga angkat saya, saya diam-diam mengunjugi teman semasa SMA saya, dan bekerja menjadi seorang supir taksi, hingga saya lulus serjana bersama istri saya dan teman-teman saya, ayu dan yoga, hingga saat itu pun saya tetap menjadi seorang supir taksi tanpa di ketahui oleh keluarga atau bahkan teman-teman saya."


air mata Teguh mulai mengalir deras begitu mengingat kehidupan masa lalunya begitu juga dengan Sarah dan anak-anaknya, mereka tak tahu kalau teguh memiliki rahasia kelam masa lalu seperti itu, yang mereka tahu dari teguh hanya lah seorang lelaki yang hebat dan penuh tanggung jawab.


"hahaha penderita hidup saya tidak berakhir di situ saja, penderitaan hidup saya terus berlanjut, dan terus menyelimuti perjalanan hidup saya dan keluarga saya, bahkan sampai Putri kedua kami lahir, yaitu Pelangi. kami masih hidup serba kekurangan, saya masih menjadi seorang sopir taksi, kesuksesan saya memang semata-mata karena kehendak tuhan, dan dorongan semangat dari istri dan anak-anak saya, tanpa kehendak dari Tuhan tak akan mungkin saya berhasil karena hanya Tuhanlah yang punya kuasa untuk mengubah semua nya, dari miskin menjadi kaya, dari kaya menjadi miskin, dari kuat menjadi sakit, dari sakit menjadi kuat, karena itu lah wajiblah bagi saya untuk senantiasa berterima kasih kepada Tuhan, juga pada istri dan anak-anak saya, dan wajiblah bagi saya untuk selalu ingat bahwa apa yang saya miliki bukanlah milik saya, tetapi milik Tuhan, Tuhan lah yang menitipkan dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengelolanya jadi pantaskah saya sombong ?" tanya Teguh pertanyaan itu selain ditunjukkan untuk dirinya juga untuk semua ya hadir di aula.


Itu adalah panutan pelajaran hidup Teguh, seorang pengusaha sukses yang ternama dan terkenal yang wajahnya sering muncul di layar televisi dan juga koran, sehingga mereka semua mengenalnya dengan baik ternyata dulunya adalah anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan dan hidup dalam penderitaan setelah diasuh oleh ayah angkatnya, hidup penuh kesusahan dan penderitaan serta hinaan dan cemoohan, oleh keluarga ayah angkat nya.


"tidak" ujar teguh tersenyum lirih.


"tidak sepantasnya saya bersombong diri karena yang kaya bukanlah saya tetapi tuhan, Tuhanlah yang maha kaya dan apa yang ada pada saya adalah miliknya, sehingga jika suatu saat tuhan menghendakinya maka dengan sekejap mata saja semua yang ada pada saya akan musnah dengan sendirinya, bagaimanapun juga saya harus ingat ketika saya lahir ke dunia ini saya tak membawa apa-apa, maka bila nanti saya pergi meninggalkan dunia ini saya pun tetap tak akan membawa apa-apa, kecuali selembar kain kafan serta amalan perbuatan saya semasa hidup di dunia ini, itulah yang senantiasa saya tekankan kepada anak-anak saya dan syukurlah ternyata anak saya pun mengerti, serta memahami apa yang saya tekankan kepada mereka."


Sejenak Teguh terdiam memandang ke arah bulan dan pelangi yang tampak menangis haru dan bahagia, namun gadis secantik mereka berusaha untuk tersenyum menatap ke arah bapaknya.


"Sebelum saya akhiri sambutan saya izinkanlah saya untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada tuhan, kepada rektor, kepada para dekan, para dosen dan semua pihak yang telah memberikan kesempatan kepada saya, juga telah mendidik anak-anak saya tercinta, saya berharap kiranya ilmu yang telah dimiliki oleh putri-putri saya, juga putra-putri yang lainnya, kelak dapat berguna bagi sesamanya, akhirnya saya mohon maaf apabila dalam penyampaian sambutan ini ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian saya mohon maaf."


Teguh pun mengakhiri sambutannya dengan dihadiahkan tepuk tangan oleh semua yang berada di dalam aula tersebut,


dengan dipimpin langsung oleh rektor beliau menyambut dan menyelami Teguh serta memeluknya dengan penuh keharuan dan kebahagiaan, bahkan Sarah dan putri-putrinya pun menangis tersedu-sedu dalam pelukan Teguh, serta semua yang hadir hingga kembali ke tempat duduk masing-masing.


Acara pun dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat ijazah pada para sarjana yang di wisuda kan hari itu, lalu diteruskan dengan ramah-tamah dan foto bersama rektor dan beberapa orang dekan.


dan dosen lebih banyak ngobrol bertukar pengalaman dengan Teguh juga beberapa orang tua lainnya, mereka ngobrol sambil sesekali di sela dengan canda tawa dan semua itu semakin membuat bulan dan Pelangi bertambah kagum serta salut kepada papanya Teguh.