My Little Baby

My Little Baby
239. Kebanggaan



"bapak kenapa? bapak memegang perut bapak seperti itu? apa bapak sakit ?"tanya pelangi sambil memperhatikan lelaki itu memegang erat perut nya.


"iya non..." lirih bapak tua itu.


"apa yang bapak rasakan ?"tanya pelangi mencoba memberi penanganan kepada lelaki itu.


"perut saya non." ujar nya lagi.


"Kenapa perut bapak? " tanya pelangi lagi memandang kearah lelaki yang mengerang kesakitan.


"sudah seminggu lamanya saya tidak makan non, saya tak punya uang barang serupiah pun, saya sudah mencoba meminta-minta namun tak seorangpun yang mau memberi nya." tutur lelaki setengah baya itu dengan wajah sedih dan memelas yang semakin membuat pelangi bertambah iba dan kasihan.


"ya sudah,silakan dimakan pak makanan nya!" ucap pelangi tersenyum manis.


"banyak sekali non ?" ada begitu banyak aneka masakan yang dihidangkan oleh pembantu rumah mereka di depan teras rumah.


"bapak kan sudah seminggu tak makan, jadi tentunya pasti sangat lapar kan ? maka kenyangkanlah perut bapak, setelah itu mandilah, saya sudah menyiapkan pakaian untuk bapak, agar bapak tidak kumat lagi, dan nanti kalau memang bapak benar tak punya sanak keluarga dan juga tak punya pekerjaan, bagaimana kalau bapak kerja saja di pool atau di salah satu perusahaan milik papa saya?" tutur pelangi menyarankan.


"terima kasih non, kalian baik sekali." ucap lelaki itu dengan air mata yang mengenang.


"lupakanlah, sekarang makan dulu! setelah itu bapak mandilah, saya juga sudah menyiapkan pakaian ganti, pakaian milik almarhum papa saya, yang rasanya pas untuk bapak pakai."ujar pelangi melirik kearah tubuh yang kekurangan daging itu.


"jadi ayahmu sudah meninggal ?" tanya Lelaki itu kaget.


"papalah yang mengajari saya dan kakak saya, untuk senantiasa peduli pada sesama dan berusaha menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan."ucap pelangi membanggakan ayah nya.


"betapa mulianya hati papa kalian non."ucap lelaki itu kagum.


" iya begitulah, itu sebabnya saya dan kakak saya, merasa sangat kehilangan, rasanya di dunia ini tak ada orang sebaik papa, papa bukan hanya baik pada saya, tetapi juga pada orang lain, terutama orang yang miskin dan lemah, itu sebabnya banyak pekerjaan di perusahaan-perusahaan papa adalah orang-orang yang semula hidup menderita." panjang lebar Pelangi menceritakan almarhum Teguh dengan wajah menunjukkan kebanggaan dan kekaguman, lelaki setengah baya itu pun mendengarkannya, dengan rasa kagum pula.


"saya turut menyampaikan turut berduka non."ucap lelaki itu menunduk kearah pelangi.


"terima kasih pak, oh ya bagaimana cerita perjalanan hidup bapak ? kenapa bapak sampai jadi seperti ini ?" tanya pelangi, sebab setiap orang-orang yang di tolong oleh bulan maupun pelangi, mereka pasti selalu menanyakan perihal kehidupan yang mereka jalani dan ada begitu banyak perjalanan kehidupan yang membuat mereka berdua semakin bersyukur atas apa yang mereka miliki.


"kayaknya panjang ceritanya non!" ujar lelaki itu menggaruk kepalanya.


"sudikah bapak menceritakannya pada saya?"tanya pelangi.


"karena non telah baik kepada saya, maka akan saya ceritakan perjalanan hidup saya." ujar lelaki itu menerima permintaan Pelangi.


"terima kasih pak, sebaiknya sambil cerita bapak makanlah."ujar pelangi mengizinkan.


"iya noh."


Lelaki setengah baya berpakaian kumat dan lusuh itu dengan wajah murung seakan penuh rasa sesal menceritakan perjalanan hidupnya.