
"untung aja Sarah belum pulang,
saat aku dan bulan sampai di sini,
kalau pulang pasti ia tak mengizinkan ku membawa anak nya kemana-mana,
hahaha, aku beruntung sekali hari ini,
udah dapat santai, bisa jalan sama bebet yayang, dan dapat gaji berlipat-lipat lagi,
dari tuan Alex dan dari Sarah... hahaha
kamu memang mesin uang buat ku bulan,
gini terus yah... biar aku bisa senang hehehe"
saat berjalan sambil membayangkan seonggok uang,
tanpa di sadari Adit sudah berdiri di depan baby sitter itu untuk mengintrogasi nya.
"habis dari mana kalian...?
kamu bawa bayi bulan kemana Maya...?"tanya Adit tak terima baby sitter itu membawa bulan tanpa seizin nya.
"oo,ini tuan saya hanya membawa baby bulan keliling aja tuan,"
"keliling mana...?
dari pagi sampai sore kamu bawa bulan seperti itu, kamu pikir saya tidak khawatir apa,
saya tau kamu orang kepercayaan Alex tapi bukan berarti saya harus percaya secepatnya terhadap kamu,"
"hmm maaf kan saya tuan Adit, saya tidak akan membawa baby bulan pergi tanpa izin..."
"hmm iya sudah, sana kamu mandiin bulan dan tiduri dia, sebentar lagi Sarah pulang,
dia bakal marah kalau anak nya masih kucel seperti ini..."
"ba-baik tuan..."
tak berselang lama ayu dan Sarah pun sampai ke rumah, Sarah pun langsung berlari ke kamar mencari putri tercinta nya,
"nyonya, aaah maaf...
maksud saya dek Sarah, baby bulan udah tidur..." ucap nya sambil memperlihatkan kepada Sarah,Sarah hanya senyum dan mengecup kening sang anak.
"ya udah, baby bulan di baring kan saja di atas kasur, kakak sudah bisa pulang sekarang,
karena ada saya yang akan menjaga bulan..."titah Sarah.
"ouh baik dek Sarah..."
Maya pun membaringkan bulan yang sangat tertidur pulas karena seharian bermain bersama papa nya tanpa sepengetahuan Sarah,
Maya pun meminta izin untuk pulang
dan Sarah pun memberi selembar uang berwarna merah kepada baby sitter yang menjaga bulan hari ini.
"terima kasih ya Sarah..." ucap nya lembut.
"iya, terima kasih kembali yah kak sudah menjaga anak ku hari ini..."
"eeh iya dek sarah,"
Maya pun berpamitan dan pergi dari rumah mereka, Sarah pun memasang selimut putri nya biar tidak kedinginan, setelah itu ia pun mengajak ayu untuk duduk di warung bakso kak Adit sambil menikmati bakso dagangan kak Adit,
Sarah pun membawa dua porsi bakso untuk nya dan ayu, mereka menikmati bakso dengan bercengkrama bergosip hebat tentang para dosen, para teman sekelas bahkan para geng Maco dari jurusan kesehatan, Arsya Febri dan Rizal, meski Arsya sudah pindah keluar negeri,
tanpa terasa bakso yang mereka nikmati pun ludes tanpa sisa, mereka pun membantu kak Adit menyiapkan bakso,mie ayam dan pentol ikan untuk para pelanggan, ayu juga menikmati keseruan sambil membantu kak Adit , ia bahkan lupa bahwa ia sedang galau memikirkan Arsya sedari tadi.
setelah selesai dan barang dagangan habis,
seperti biasa kak Adit akan membuat pentol untuk di jual besok hari, Sarah dan ayu pun membantu kak Adit untuk membuat pentol malam ini, kak Adit sangat senang sekali,
karena tugas nya menjadi mudah karena di bantu oleh ayu dan Sarah.
beberapa jam kemudian, karena terlalu malam dan pekerjaan pun sudah selesai,
sarah dan ayu pun masuk ke kamar,
Sarah membaringkan bulan di samping berhadapan dengan dinding biar bulan tidak jatuh saat tidur, sarah berada di tengah sedang kan ayu di sebelah nya lagi.