My Little Baby

My Little Baby
132. Mendengar panutan



Hari ini Alex masih libur untuk bekerja, ia akan melanjutkan pencarian Sarah dan bulan sebentar lagi setelah ia selesai dengan olahraga pagi nya, Alex berlari mengitari setiap jalan, hingga ia berhenti di sebuah warung makan guna untuk membeli kan minuman karena sedang kehausan.


"air mineral nya satu mbak !"ujar Alex sambil memberikan uang kepada pedagang, penjaga warung itu pun melirik kearah Alex sambil menatap lekat wajah Alex, seperti tengah mengingat sesuatu.


"ada apa mbak, ada yang salah dengan wajah saya ?"tanya Alex bingung.


"tidak, tidak ada yang salah, hanya mirip dengan salah satu pelanggan saya, dia sudah tidak pernah lagi makan di sini, apa sudah pindah ke kota lain kali yah ?"ujar wanita itu sambil terus menatap lekat wajah Alex.


"tapi mas ini sangat mirip dengan wajah anak nya itu, mata biru yang cantik..."Alex pun terperanjat mendengar panutan penjaga nasi makan tersebut.


"kalau boleh tau nama nya siapa mbak ?"Alex sangat yakin yang wanita ini maksud adalah Sarah dan bulan.


" nama nya bulan, anak nya lucu dan cantik, ibu nya juga cantik, nama ibu nya Sarah, biasa setiap hari selalu mampir makan di sini..."sambung penjaga warung dan seketika Alex berpikir buruk terhadap Sarah.


"pantasan saja uang belanjaan cepat sekali habis nya, memang ini pekerjaan nya, makan selalu di luar, dasar boros dan pemalas..." batin Alex.


"berani-berani nya dia menjelek-jelekkan mama, hingga sampai ke sini, benar-benar wanita tak tau di untung, benar kata mama dia memang bukan wanita yang baik, bukti nya dia sampai menghasut bulan, anak sekecil itu untuk memfitnah mama..."


"tapi mas, semenjak di sini, saya sangat jarang loh melihat dia bersama suami nya, bahkan belum pernah sama sekali, apa suami nya juga kejam seperti mertua nya yah ? kok saya jadi ngeri gini bayangin nya mas,isss..."


"awas kamu Sarah, kamu pikir kami siapa berani berani nya membicarakan keburukan ku dan mama... aku berusaha untuk tetap mencari mu karena aku masih cinta sama kamu, tapi kalau seperti ini kelakuan mu, aku jadi malas untuk melanjutkan mencari mu, biar kan saja kamu pergi , aku tak peduli."


"mas kalau udah nikah nanti nya, jangan mau tinggal sama orang tua, lebih baik berdua saja sama istri, lebih enak hidup mandiri dari pada tertekan batin, contoh nya banyak orang yang bunuh diri hanya karena depresi tidak sanggup mendengar ucapan mertua yang kejam."sambung penjaga warung lagi.


"hmm iya..."


Alex pun bergegas pergi ia tak terima mendengar panutan penjaga warung yang menjelek-jelekkan mama nya dan dia, Alex sangat marah jika mama nya di hina, karena ia memang sangat menyayangi mama nya, ia tahu sejak awal mama nya memang tidak menyukai Sarah, namun ia tidak yakin jika mama nya tidak memberi Sarah dan bulan makan selama tinggal di kediaman nya.