
"Sarah, coba kamu jelas kan kepada ku...?
kenapa kamu ada disini ?
bukan kah kamu mendapatkan biaya siswa berprestasi di universitas xxx?
kenapa kamu ada di kampus ini ?
kapan kamu pulan Sarah,?
kenapa kamu tidak kabari aku..?
dan satu lagi, selama ini kamu menghilangkan kemana ?
tidak pernah menghubungi aku,
tidak pernah memberi kabar,
di telpon nggak pernah angkat,
di SMS nggak pernah bales,
sekarang malah muncul di depan ku seperti ini, maksud kamu apa Sarah, ?
apa yang sebenarnya terjadi...?
jelas kan kepada ku Sarah, jika kamu masih menganggap ku sebagai seorang sahabat...?"ujar ayu panjang lebar.
"sudah ku duga ...." batin sarah
"kamu bisa nggak yu, nanya nya satu-satu,
aku bingung mau jawab yang mana dulu,"lanjut Sarah sambil memegang kepala nya yang sakit atas pertanyaan ayu.
"oke, aku bakal tanya satu-satu,
kenapa kamu ada sini, Sarah....?
bukan nya kamu di kota xxx dan kuliah di sana ?"
"aku jawab yah..."
"iya, jawab..."
"sekarang nih jawab nya...?"
"tahun depan"
"aah tahun depan...?"
"ya sekarang lah,
masa tahun depan, kamu bikin aku cepat tua tau nggak Sarah... pusing aku..."ujar ayu.
"hahaha sorry sorry,
maaf yah, sahabat ku,
aku bakal Jawab semuaaaaa pertanyaan kamu hari ini, namun terlebih dahulu kamu harus ikut yah dengan ku, pulang kerumah,"
"kerumah?
kenapa di rumah?
atau jangan-jangan kamu mau sogok aku dengan bakso kakak mu itu yah,...
hahaha nggak mempan..."
"siapa bilang aku mau kasih kamu makan bakso gratis...kamu suka kegeeran..."
"terus kenapa ke rumah kamu,ada apa di rumah kamu ha...?"
"kamu kan ingin aku menjawab pertanyaan kamu yang sepanjang kereta api itu, yah semua jawaban nya ada di rumah..."
"di rumah ?
kamu bikin aku bodoh Sarah, ya udah deh ayo ke rumah, jika tidak ada apa-apa di rumah, awas kamu,"
"oke..."
_____________________________________________
"Ini apa Sarah,?
kamu mencuri bayi yah...?
atau jangan-jangan kamu melarikan diri karena menjadi komplotan para pencuri anak,
maka nya kamu sembunyikan ke sini yah Sarah, astaga, sahabat ku seorang pencuri....aaaaahhhhhh
Sarah, jangan dekat-dekat Sarah, aku nggak mau ikut ikutan masuk penjara bersama kamu,Sarah sana pulangin anak ini, kamu kenapa jadi pencuri bayi seperti ini sih..."
"hei hei siapa yang mencuri, bapak mu yang tukang curi..."ujar Sarah tak terima disebut pencuri bayi.
"terus ini anak siapa...?" sambung ayu bingung.
"Ini anak ku, nama nya Bulan"jawab Sarah sambil melirik baby bulan.
"aaah anak mu, Jangan bohong aah, dosa tau..."
"siapa yang bohong Peak,
ini bulan anak ku, darah daging ku..."ujar Sarah lagi.
"terus mana suami mu, ?
kapan kamu nikah, ?
kenapa tak mengundang ku...?
kamu benar-benar telah melupakan ku Sarah, aku sedih hiks hiks hiks "
"bodoh"
"aah siapa yang bodoh..."
"kamu"
"a-aku...?
Sarah aku bingung, benar-benar bingung...
tolong jelasin apa yang sebenarnya terjadi Sarah..."ujar ayu sambil menggosok kepala nya yang tidak gatal itu.
"ok, aku jelasin kamu Diam yah,
jangan memotong pembicaraan dan jangan bertanya atau komentar saat aku bercerita...
kecuali aku minta kamu berbicara, ok..."
"aaa,oke oke deh, cepat ceritain ?"
"oke"
"hufffff,
ayu aku ingin bertanya, selama kita lulus SMA sampai hari ini kita ospek sudah berapa bulan berlalu...?"
"sudah-sudah sekitar 6 atau 7 bulan berlalu..."
"segitu yah,!
ngomong ngomong, usia Bulan juga udah mau beberapa bulan sih...
aku hamil bulan pada saat kita lulus SMA sekitar 2 atau 3 bulan lah..."
"AAAH, KAMU HAMI...L" teriak ayu tak percaya.
"sudah di bilang jangan di potong,"hardik sarah tak terima pembicaraan nya di potong oleh ayu.
"aahaa iya iya, sorry sorry, lanjut kan..."
"hmm,
bulan lahir prematur saat aku hamil dia 7 bulan, dia harus di rawat selama seminggu di ruang NICU, tapi syukurlah bulan sehat-sehat sampai sekarang."ucap Sarah dengan penuh rasa syukur atas kesembuhan baby bulan.
"siapa ayah kandung bulan...?
setau ku, kamu kan nggak pernah pacaran,?
atau kamu menjadi korban pemerkosaan ya Sarah,? berapa orang yang memperkosa mu Sarah, apa pelaku nya sudah di aman kan,?"tanya ayu khawatir terhadap Sarah.
"aaaah, capek ngomong sama kamu ayu,
cerita ini aja belum kelar, udah nanya yang lain lagi..."