My Little Baby

My Little Baby
107. Di fitnah



"Udah pulang kak...?"tanya Sarah sambil membaringkan bulan di atas kasur empuk di rumah mewah tersebut.


" kakak, mau Sarah buat kan minum ? kakak pasti capek kan habis kerja ?"ucap Sarah namun Alex tak menggubris ucapan nya.


"kak..."ucap Sarah bingung.


"nggak perlu..."jawab Alex ketus.


Sarah merasa ada yang tidak beres tidak biasa nya Alex seperti ini kepada Sarah, terlihat lagi Sarah sempat melirik mertua nya yang tersenyum penuh arti saat Sarah baru sampai ke rumah, ini pasti ulah wanita itu,


pikir Sarah.


"mana handphone mu...?" tanya Alex sambil menadah kan tangan.


"ada kak, ini..."jawab Sarah sambil memberikan handphone nya kepada Alex.


"hmm, mulai sekarang handphone ini kakak bawa."lanjut alex.


"loh, kenapa kak ?


kalau aku butuh apa-apa gimana?


seperti aku ingin menghubungi kak Alex,kak Adit, dosen pembimbing dan teman-teman kuliah ku gimana ?" protes Sarah,ia tak terima handphone kesayangan nya di sita seperti itu.


"juga untuk jualan kan ?"sambung Alex menatap tajam kearah Sarah.


"maksud kakak apa ?"tanya Sarah bingung, ia semakin khawatir, apa lagi yang telah di ucapkan mertua nya itu.


"cukup yah?


kamu tega yah, menjelek-jelekkan aku pada para pelanggan mu,


kamu bilang aku kurang becus lah jadi suami, tidak memberi kalian nafkah lah,


kamu tau sendiri kan, setiap hari aku kerja di apotik yang gajinya tidak seberapa itu untuk kalian,


kenapa kamu malah ngomongin aku yang tidak-tidak seperti itu."ujar Alex geram.


"maksud kakak apa, aku nggak ngerti ?


lagian aku nggak pernah menjelek-jelekkan kakak pada siapa pun,


ini pasti karena hasutan mama kan ?


ini fitnah kak, aku nggak pernah melakukan hal yang seperti mama kakak ucap kan itu."ucap Sarah sambil menatap kearah Alex ia tak terima selalu di kambing hitam oleh mertua nya itu.


PLAK


sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Sarah.


"kak, kakak memukul aku lagi...?"ujar Sarah sambil menatap wajah nya yang sangat perih dan panas bekas tamparan.


"itu karena kamu menuduh mama ku yang bukan-bukan,


sudah ku katakan jangan pernah memfitnah mama ku..."lirik Alex tajam dengan penuh amarah.


Sarah mengusap air matanya ia pun membangun kan bulan dan membawa bulan pergi dari rumah itu.


"Sarah, mau kamu bawa kemana bulan haa...?" teriak Alex sambil berjalan mengejar Sarah yang tengah mengendong bulan,


Alex pun menghentikan Sarah tepat di hadapan mama nya.


"ada apa ini ?" bentak Riska kearah Sarah sinis.


"mama tega yah !


apa yang mama kata kan kepada kak Alex hingga aku mendapat kan tamparan seperti ini..."ujar Sarah sambil menunjuk wajah nya yang memerah bekas tamparan.


"maksud kamu apa ?


kamu menuduh mama haa,


kamu berani-beraninya yah memfitnah mama kepada anak mama sendiri,


seolah yang kamu lakuin itu benar, iya..." ujar wanita bernama Riska itu tak kalah garam.


"Sarah, kenapa kamu membentak mama ku seperti itu ?


kamu memang wanita yang tidak tau di untung..." ujar Alex yang tak terima perlakuan Sarah kepada ibu nya, ia pun hendak melayang kan kembali tangannya di pipi mulus istri nya namun seketika di cegah oleh mama nya.


"udah nak, udah...


mama nggak tahan melihat pertengkaran kalian ini, sakit mama bisa kambuh nak..."ujar Riska sambil pura-pura sakit.


Sarah sangat tidak tahan dengan drama yang dimainkan oleh ibu dan anak ini, ia pun mempercepat langkahnya menuju pagar rumah mewah itu hingga ia memberhentikan sebuah ojek yang lewat di depan rumah tersebut dengan air mata yang berlinang.