My Little Baby

My Little Baby
26. Keseharian sarah



POV AUTHOR


Sarah pun bangun setiap pagi hari,


seperti biasa nya, ia selalu melakukan ritual sehari-hari nya selama kehadiran baby bulan,


menyusui baby bulan,


memandikan baby bulan,


Menganti pakaian dan popok baby bulan,


meniduri baby bulan kembali,


saat di lihat nya baby bulan sudah terlelap,


ia pun membersihkan badan nya,


mencuci pakaian kotor, dari pakaian nya, pakaian baby bulan dan pakaian kakak nya Adit,


setelah itu ia pun membersihkan rumah mereka,


menyapu dan mengepel lantai, hingga memasak makanan kesukaan nya dan kesukaan kakak nya,


dilihat nya di luar rumah para pelanggan masih rame membeli barang dagangan kakak nya, yang laris manis itu,


ia pun memanggil kakak nya untuk makan dulu, namun kakak nya Malah meminta Sarah untuk makan terlebih dahulu,


di karena kan para pelanggan yang masih antrian membeli bakso,mie ayam dan pentol


di warung kak Adit, yang tepat di depan rumah,


sekarang kak Adit sudah tidak berjualan keliling lagi, dia sudah punya warung sendiri yang di bangun di pekarangan rumah mereka atau di depan rumah.


Sarah pun makan terlebih dahulu dan tak lupa ia memasukkan makanan kak Adit ke dalam kulkas, mana tau nanti kak Adit lapar,


kak Adit bisa menghangatkan sendiri makanan nya,


setelah selesai makan, sarah pun menuju ke kamar nya,


sarah melihat baby bulan yang masih tidur terlelap, tak lupa ia memfoto si cantik Bulan,


hingga ia ikut terlelap bersama baby bulan.


______________________________________________


KYAA


KYAAA


UWAAAA


"ahhh, udah bangun sayang..."


ucap Sarah, sambil menatap wajah cantik anak nya.


"ayo Mama gendong nak,


SATU, DUA , TIGA..."


sambil mengangkat sang anak.


"anak mama, memang pintar yah,


kita keluar yu sayang,


kita lihat om lagi jualan yuk, di luar"


Sarah pun mengendong baby kecil nya,


menuju warung bakso kak adit, dilihat nya, para pelanggan sudah tidak seramai pagi tadi.


"kak, kakak udah makan...?" tanya Sarah khawatir, pasalnya dari pagi hingga siang kakak nya belum Makan sama sekali.


"eeh belum Sarah,


kak lupa,hehe...!


kakak titip warung dulu yah, kalau ada pembeli panggil aja kakak di dalam yah,


kakak makan dulu,"


"iya kak,


makanan nya udah Sarah masuk kan dalam kulkas, kakak tinggal panasi saja yah kak,"


"iya, terima kasih ya dek,"


"sayang, om makan dulu yah,


da da...."


ucap Sarah sambil memegang tangan kecil anak nya menirukan tangan sedang melambai.


"Sarah...


kamu Sarah kan, adik nya Adit...?" tanya salah seorang pembeli.


"eeh iya kak,"


"kapan pulang nya Sarah,


kata Adit kamu kuliah di luar kota yah ? kok udah pulang aja, terus ini anak siapa lagi,


yang kamu gendong... ?"tanya pelanggan itu atau tetangga mereka.


"aaah ini...."


UWEAAA


UWEAAA


UWEAAA


"aa sayang, kamu lapar yah nak,


sebentar yah..."ujar Sarah sambil menenangkan anak nya.


"i-ini, ini anak saya buk,


nama nya bulan..." jawab Sarah dalam mode masih menenangkan baby bulan.


"a-anak...?"ucap wanita itu bingung.


"ka-kamu...?"


"udah dulu yah buk, Sarah mau menenangkan baby bulan lagi, pasti dia haus..."


"aahh,i-iya,


iya Sarah..."


di ambang warung terlihat seorang wanita memperhatikan Sarah dan dia tak lain adalah Novi, kekasih kakak nya Sarah.


"aah dia mau nyusuin di sini, !!!


mau kasih ASI pada anak nya di tempat seperti ini, !!!


jadi seorang ibu, demi anak nya yang lapar,


Sarah pasti akan lakukan apa pun demi anak, nya, Sarah sangat berkorban menjadi seorang ibu, aku harus hentikan Sarah,


supaya tidak menyusui anak nya di sini..."


batin Novi.


"Sarah..."


teriak Novi, yang melihat Sarah hampir memberikan ASI kepada baby bulan di warung bakso sang kakak.


"eeh, kak Novi..."


"kamu mau ngapain Sarah...?"


"ini kak, baby bulan haus..."


"kamu mau nyusuin baby bulan di sini...?"ujar Novi Sambil melirik sekilas ke semua arah.


"eee iya kak..."


"Sarah, sana susui bayi bulan di rumah,


biar kakak yang jagain warung,"


"tapi kak, aku...?"


"udah sana susui di rumah aja,malu tau di lihatin orang..."ujar Novi Sambil terus melirik para pelanggan.


"eeeh, iya kak,


terima kasih ya kak, Sarah masuk dulu yah..."


"iya Sarah..."


"hampir saja,


bikin heboh satu kompleks


huffff Sarah, Sarah..."