
POV ALEX
Aku tidak bisa tidur semalaman ini, karena pikirkan ku di penuhi dengan bayang-bayang Sarah, setelah kejadian siang tadi, aku selalu berpikir keras, ada begitu banyak pertanyaan yang ingin aku lontarkan,saat ini.
apa benar itu Sarah...?
siapa bayi yang di gendong Sarah waktu itu...?
apa kah itu anak ku, darah daging ku...?
apa yang sebenarnya telah terjadi kepada nya selama dua tahun ini, apa kah Sarah memilih melahirkan anak itu, ketimbang mengugurkan nya...?
kalau benar itu anak ku, kenapa ia tak memberi tahu ku kalau ia sudah melahirkan,
sedangkan Adit juga tidak mengatakan apapun kepada ku saat aku hubungi nya,
apa benar apa yang di ucapkan Sarah waktu itu, ia akan merawat anak itu tanpa aku ?
tapi saat aku tanya kembali kepada Arsya,
Kenapa Arsya mengatakan Sarah belum menikah dan ia juga kuliah di universitas xxx di kota ku, bukan kah Adit mengatakan dia di kota lain xxx saat ini, apa yang terjadi sebenarnya, aku harus ke rumah Sarah,
aku harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
aku pun melajukan mobil mewah ku dengan kecepatan penuh,hingga aku telah sampai di rumah sahabat ku Adit,
ada begitu banyak perubahan selama dua tahun ini, ternya Adit membuka toko bakso di depan rumah nya dan ia tidak perlu jualan keliling lagi.
aku pun berjalan menuju warung bakso Adit,
entah kaget, atau apa, Adit langsung menghampiri ku dan memeluk ku penuh rindu.
"kapan pulang bro, kenapa nggak kasih tau dulu sih kalau mau kesini"tanya Adit sambil memeluk tubuhku.
"aah iya, gue baru pulang kemarin, jadi nggak sempat aja hubungi Lo,"
"ouh gitu yah..."
"hmm,
rame pelanggan Lo dit...?" ucap ku sambil melirik satu persatu para pelanggan.
"haha, ya lumayan lah...
ouh ya, ayo masuk dulu bro,
kita ngopi yuk di rumah...hehe" ucap nya sambil merangkul ku.
"terus dagangan Lo , siapa yang jagain..."
"aaaa aman kalau masalah dagangan, nanti gue minta Novi buat jagain"
"novi...?
pacar Lo itu..."
aku pun masuk ke dalam rumah Adit, tidak ada yang berubah dengan suasana rumah tersebut, tampak seperti biasa nya.
"Novi, nov..." teriak Adit memanggil kekasih nya.
"eeeh iya, sebentar..." teriak Novi di sebalik kamar.
setau ku itu kamar almarhum orang tua nya Adit, tak berselang lama Novi pun keluar dengan membawa seorang bayi di dalam dekapan nya.
"eeh ada Alex, apa kabar Lex ..?"tanya Novi.
"baik, kalau Lo apa kabar nov...?"
"sama, gue baik juga..." jawab nya sambil duduk di sebelah pacar nya.
"sayang, tolong jagain warung sebentar yah,
aku mau ngobrol dengan Alex dulu, udah lama nggak ketemu soal nya hehe"
"aaah iya sayang,
aku ke warung dulu yah..." ucap nya sambil berdiri dari duduknya.
"sayang,baby bulan sama aku aja yah?"
"eeh iya,"
Novi pun menyerahkan bayi kecil itu kepada Adit, kulihat Adit sangat menyayangi anak kecil itu, ia juga beberapa kali mencium nya.
"Adit, ini anak siapa...?" tanya ku langsung, karena aku memang sangat penasaran.
"ouh ini bulan,anak nya Sarah..."ucap nya lantang.
seketika jantung ku jadi berdebar hebat,
ada begitu banyak rasa yang tak bisa ku jelas kan saat ini, ada rasa senang, bahagia, sedih dan kecewa.
"gue buatin kopi dulu yah lex...? ucap nya sambil berdiri mengendong bayi kecil itu.
"a-adit..." ucap ku ragu-ragu.
"iya ada apa...?"
"a-apa gue boleh mengendong nya...?"
"eeeh iya boleh..."
tanpa pikir panjang Adit pun menyerahkan bayi itu kepada ku, jujur saja bayi ini sangat-sangat cantik, wajah persis sekali dengan wajah ku saat masih kecil,
warna rambut nya, hidung nya, bahkan mata nya sama seperti ku,
aku tak tau apa yang terjadi kepada ku, air mata ku seketika tumpah, saat memperhatikan anak yang berada dalam dekapan ku saat ini, aku merasa sangat bersalah kepada Sarah, tidak seharusnya aku menelantarkan Sarah dan darah daging ku seperti ini.