My Little Baby

My Little Baby
104. Kalung liontin mewah



Sarah dan bulan telah sampai di kediaman Mahesa, Sarah melirik ke sekitar ternyata Alex sudah pulang, mobil mewah nya terparkir berjajar di halaman luas tersebut,


bulan terlihat antusias memandang mobil ayah nya ia pun melirik kearah Sarah dan tersenyum bahagia.


"papa..."ujar nya sesekali memandang Sarah dan mobil Alex secara berganti dan Sarah hanya mengangguk mengiyakan ucapan anak nya,


bulan pun berlari kencang kearah rumah, ia ingin bertemu dengan papa nya saat ini.


"papa...papa..." teriak bulan bergema di sekitar rumah, Alex yang sedang duduk di depan televisi pun berjalan menuju asal suara,


Alex tersenyum manis kearah bulan yang teriak memanggil nya.


"papa...."ucap bulan lalu berlari kedalam pelukan sang ayah yang telah melebarkan kan kedua tangan, menyambut kedatangan sang anak.


"papa, bulan kangen..."ucap anak itu memeluk erat tubuh anak nya.


"papa juga nak..."sambut Alex sambil mengecup kepala sang anak.


Sarah, Alex dan bulan pun berjalan kekamar saat ini,


Sarah dan bulan belum mandi semenjak ketempat Adit hingga tubuh mereka terlihat berkeringat saat ini.


"sayang...cuup..."Alex mencum leher jenjang istri nya.


"kak, nggak enak di lihat bulan..."ucap Sarah sambil melirik kearah bulan yang sedang sibuk dengan handuk nya yang sering merosot ia kenakan.


"aku kangen soal nya..."ujar Alex manja.


"apaan sih kak,


aku bau tau.... keringat nih..."


"keringat pun kakak suka..."lanjut Alex tanpa mempedulikan ucapan Sarah.


"sayang, kakak ada sesuatu buat kamu..." ujar Alex sambil merogoh saku celana nya.


"apaan tuh kak...?"tanya Sarah lagi.


"taraaaa...."Alex pun memperlihatkan sebuah kalung liontin mewah kepada Sarah.


"bu-buat aku kak ? " tanya Sarah sambil mengarahkan telunjuk kearah nya.


"Iya buat kamu lah,


"kakak dapat ini dari mana kak ?


ini pasti mahal kan kak ?


kakak kan belum gajian, terus ini uang dari mana ?" tanya Sarah penasaran.


"hehe, itu hadiah buat kamu dari sahabat kakak, kata mereka hadiah pernikahan kita..."


"beneran kak ?


wah mewah sekali, sahabat kakak baik banget yah,


kak bilang sama mereka, Sarah sangat berterima kasih kak sama sahabat kakak, kalung liontin nya bagus banget."kagum Sarah, seumur umur ia tak pernah mengenakan kalung semewah ini.


"iya dek."


Karena belum makan malam, Alex pun meminta Sarah membuat kan sambal ayam balado untuk nya,


Sarah pun mengangguk menyetujui dan berjalan menuju dapur.


Setelah beberapa menit, akhirnya makanan pun telah tersaji kan di atas meja makan, Sarah pun memanggil Alex dan bulan makan malam, tak lupa ia juga memanggil mertua nya untuk ikut serta,


mereka makan dalam diam, saat Sarah ingin memasukan air kedalam gelas suami nya, mata Riska menangkap sebuah kalung liontin mewah yang melingkar di leher jenjang Sarah,


Riska pun seketika menghentikan makannya dan meninggal kan anak menantu nya yang menatap kebingungan.


"kak, mama kenapa ?" tanya Sarah menatap heran.


"kakak juga nggak tau Sayang,


nanti aja biar kakak tanya sama mama..." mereka pun terus melanjutkan makanan nya,


setelah makan Alex menemui mama nya yang terbaring sambil membaca beberapa majalah di atas kasur nya.


"ma..."ucap Alex sambil berjalan kearah mama nya,


hening tidak ada sahutan dari mama nya, wanita itu sibuk dengan majalah yang ada di tangan nya.


"ma, mama kenapa ...?"tanya Alex bingung,, tak biasa nya mama nya acuh saat ia bicara.