My Little Baby

My Little Baby
175. Wanita gila



"Bulan gimana main nya, asyik tidak ?" tanya Sarah kepada bocah kecil yang sedang membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"asyik donk ma, Tante Novi hebat banget perang air nya, bulan sampai berkali-kali terminum air laut,tapi air nya tak enak ma, lebih enak air mineral dari pada air laut, acim..." ujar nya lagi, hingga membuat Sarah terkekeh geli mendengar ucapan anak nya.


"kamu lucu banget sayang, nama nya juga air laut, haha, kalau manis mah air susu pake gula donk... Haha..." tawa Sarah sambil mencium gemas wajah anak nya.


"ma, seandainya anak Tante Novi sama om Adit ada pasti lebih seru main nya..."ujar bulan sambil membayangkan membuat istana pasir bersama bayi kecil Novi dan Adit.


Sarah jadi sedih mendengar panutan anak nya, ia juga telah menanti kan kehadiran buah hati kakak nya itu, entah mengapa nasib buruk malah menimpa mereka.


Sedangkan di tempat lain terlihat Adit tengah memandang wajah Novi yang begitu tenang saat tertidur, Adit mengelus perlahan rambut nya, ia sangat menyayangi dan mencintai Novi, ia takut jika harus kehilangan Novi suatu saat nanti.


...FLASH BACK...


"Cantika, apa maksud mu menghasut orang tua Novi seperti itu?" ujar Adit geram sambil melirik tajam kearah seorang wanita cantik di depan nya.


"kenapa sayang, kamu malu yah ? memang benar kan, kamu hanya seorang pedagang bakso, mana mungkin kamu bisa menafkahi anak kolongmerat seperti Novi, dia hidup dalam kemewahan dan hidup sangat berkecukupan, sedang kan kamu apa ? menghidupi diri mu dan adik mu sendiri pun susah, apa lagi harus menghidupi Novi nanti nya, apa kamu yakin mampu membiayai kebutuhan nya yang branded itu..." ujar wanita itu membalas tatapan Adit.


"lebih baik, kamu sama aku sayang, aku akan modali kamu, supaya warung mu lebih berkembang dan maju, bahkan aku akan mencari pekerjaan yang layak untuk mu, kapan perlu aku akan mengurus paket C untuk mu dan menguliahkan mu supaya kamu bisa bekerja di perkantoran nanti nya..." ucap wanita itu sambil merangkul tubuh Adit


"Sudah Tika, itu semua bukan urusan mu, aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk kebahagiaan ku beserta keluarga ku, aku tidak memerlukan bantuan mu sama sekali, kapan perlu aku rela merangkak di jalanan asal keluarga ku berkecukupan, aku harap kamu jangan ikut campur lagi urusan ku, aku dan kamu sudah tidak ada hubungan lagi, aku mohon berbahagia lah dengan hidup mu, jangan campur tangan kehidupan ku atau malah menambah beban ku seperti ini..." ujar Adit, ia sangat tak paham jalan pikir wanita ini, apa untungnya dia, yang jauh-jauh datang hanya untuk mengotori pikiran buruk kepada orang tua Novi supaya membenci Adit seperti itu.


"itu semua urusan ku sayang, karena wanita itu telah merenggut mu di genggaman ku..."ujar nya sambil membelai wajah Adit.


"sayang, plisss aku mencintaimu..." tambah nya lagi.


"lepaskan Tika, jangan buat aku semakin membenci mu..." tutur Adit sambil mendorong tubuh Cantika menjauh dari diri nya.


"good, sayang..." wanita itu pun bertepuk tangan ketika tubuh nya di dorong oleh Adit.


"ingat satu hal Adit, aku akan selalu membuat diri mu menderita, karena telah menolak ku seperti ini..."ujar nya sambil berjalan mendekat kearah Adit.


"wanita gila..."ujar Adit mengumpat dan pergi meninggalkan wanita itu yang tersenyum simpul.


...FLASH BACK ON ...