
...FLASH BACK...
"om, apa yang terjadi dengan om...?" saat pukul 3 dini hari seorang pria berjalan dengan begitu tertatih tatih, sambil memegang dada nya yang sesak.
"ar-aryo... to-long... to-long..."ujar lelaki itu hingga ia terjatuh di depan teras rumah Aryo, Aryo pun langsung bergegas membantu memapah lelaki itu masuk kedalam rumah.
"kak, dia siapa ?" tanya yoga yang turun dari tangga dan mendekat kearah kakak nya dan lelaki yang terbaring lemah.
"ini adalah atasan kakak di kantor, nama nya om Arman Mahesa, beliau sedang sakit, kamu hubungi dokter, untuk secepatnya datang kesini." ujar Aryo.
"baik kak..."
sesaat yoga menghubungi pihak rumah sakit, Aryo dengan talenta nya memberi penanganan pertama kepada atasan nya itu, ia juga menggosok minyak angin di dada atasan nya guna untuk membantu meringankan rasa sakit.
"bagaimana om, apa masih sakit ?" tanya Aryo dan di jawab anggukan oleh om Arman tersebut
"sabar yah om, sebentar lagi dokter akan kesini..." ujar Aryo menenangkan.
"i-iya Aryo..."
"om, apa yang sebenarnya terjadi terhadap om...?" tanya Aryo dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir, ia sangat menyayangi om Arman seperti layak nya keluarga nya sendiri, karena om Arman sudah begitu banyak membantu dia dan yoga kala sedang kesusahan.
"Aryo, tolong bantu Agam dan Jasmine..."ujar om Arman.
"tolong bantu Agam dan jasmani untuk mendapatkan nama..."ucapan itu terngiang-ngiang hingga om Arman menghembuskan nafas terakhir di kediaman Aryo, Aryo sangat sok akan hal itu hingga beberapa saat dokter pun datang dan mengatakan bahwa om Arman keracunan obat-obatan hingga membuat jantung nya berdebar kencang dan pembuluh darah nya pecah.
"apa yang terjadi terhadap om Arman, om Arman tidak mungkin berlaku ceroboh untuk memakan begitu banyak obat-obatan, pasti ada yang sengaja ingin menyakiti om Arman..."
semenjak hari itu, Aryo berusaha mencari keberadaan tentang kematian yang di alami oleh om Arman, Aryo yakin kematian om Arman ini sangat tidak wajar, beliau begitu kesakitan dan ucapan terakhir nya ada meminta untuk membantu Aryo dan Jasmine istri kedua nya.
Aryo menyusut tuntas dan mencari keberadaan Agam, hingga ia menemukan Agam dan membantu Agam untuk membiayai biaya pengobatan Jasmine, Aryo akan membantu Agam dan keluarga nya untuk mendapatkan nama dari keluarga Mahesa,
Agam adalah anak kandung dari om Arman Mahesa namun ia tidak mendapatkan sedikit pun harta warisan dari ayah nya, sedang Alex dan keluarga nya malah bergelimang harta di balik kesusahan keluarga Agam.
Aryo berjanji sedikit demi sedikit ia akan berusaha mencari tahu penyebab kematian om Arman dan membantu Agam mendapatkan hak nya.
...FLASH BACK ON...
"haha, gue hanya mengingatkan Lo, karena gue kasihan terhadap Lo, gue tau Lo berusaha menjadi anak baik dengan cara berbakti terhadap mama Lo, tapi Lo juga tidak bisa mengubah kebenaran yang ada jika memang mama Lo yang bersalah." ujar Agam lagi.
"jadi Lo juga menuduh mama gue ?" tuduh Agam.
"tidak, gue tidak menuduh mama Lo, gue hanya membantu Lo supaya tidak terhasut oleh bujuk iblis dan berubah menjadi iblis hingga menyesal di dalam neraka..."Aryo tertawa terbahak-bahak hingga membuat Alex berpikir mungkin Aryo sudah gila, tanpa Alex sadari Aryo sedang menertawakan kebodohan dan ketidak kepekaan Alex.