My Little Baby

My Little Baby
24. Penyesalan Sarah dan Adit



"Sayang, coba lihat anak Sarah cantik banget,putih sama seperti Sarah...


imut lagi, rambut nya berwarna pirang,


kayak rambut bule-bule gitu sayang,


mata nya berwarna biru,


hidung nya mancung,


bibir nya juga merah tuh, merah ceriiiii,


anak ini cantik banget sayang,


cantik banget... kamu sempurna banget nak jadi orang...


Tante Jadi pengen cepat-cepat punya anak rasa nya... hehe,


Sarah... kamu ngidam apa sih...


sampai punya anak kayak bule-bule gini...


kakak harus banyak belajar kayak nya sama kamu sarah hehe"


"Sarah...!"


"eeh i-iya kak"


"kemasi barang-barang kamu, ikut kakak pulang hari ini..."


"i-iya kak"


setelah berkemas Adit pun membawa adik tercinta nya pulang ke rumah,


meski Sarah merasa bersalah, tidak sempat berpamitan kepada orang yang sangat baik terhadap nya selama ini,


seperti Agam, Lee , buk Ratna dan pemilik kontrakan,


ada begitu banyak kenangan di kota ini,


Sarah berjanji suatu hari akan kesini kembali...


malam ini mereka pun bersiap untuk pulang ke rumah,


Sarah telah mengemasi semua barang-barang nya,


Adit pun memasukan barang-barang Sarah kedalam bagasi mobil Novi.


baby bulan masih berada di pelukan kak Novi,


seperti nya kak Novi pengen cepat-cepat punya anak, jadi terharu dengan hubungan mereka yang sudah jalan selama 5 tahun masih Langen sampai sekarang,


kak Novi memang orang baik, dewasa dan bijaksana, Sarah sangat menyayangi kak Novi.


"kak, kenapa kak Novi duduk di belakang bareng Sarah,


siapa yang bakal jadi supir nya...?"


"tuh, kak Adit mu, sudah jago loh bawa mobil..."


"beneran kak, ! sejak kapan...?


yah, Sarah jadi ketinggalan informasi sepenting itu..."


"hahaha"


mobil pun melaju, dengan Adit sebagai pengemudi nya,


aku selalu menatap lekat wajah kak Adit di balik kaca spion mobil itu,


aku sangat rindu dengan lelaki itu,


aku ingin sekali, memeluk kak Adit,


maaf kan Sarah, kak Adit


Sarah hanya bisa membuat kak Adit susah,


Sarah belum bisa membahagiakan kak Adit,


maaf kan Sarah...


terima kasih kak Adit,


lelaki yang selalu menyayangi dan melindungi Sarah lebih dari apapun.


UWEK


UWEK


UWEK


"Sarah,bayi mu nangis nih"ujar novi


"baby Bulan pasti lapar, soal nya dia udah tidur dari tadi, pasti haus,


ya udah kak, sini Sarah susui terlebih dahulu,"


"eeh i-iya Sarah"


UWEK


UWEK


UWEK


"sayang, jangan nangis seperti itu nak,


sini sama mama, Bulan lapar ya nak, sini mama susui yah sayang,"


"uhhh anak pintar..."


"di susui langsung diam baby bulan nya yah Sarah,?"tanya Novi.


"haha iya kak,


bulan pasti sangat haus dan lapar..."


"anak cantik, anak manis...


anak baik, nggak boleh nangis yah sayang..."


"hahaha"


POV ADIT


Sarah adik kecil ku sudah dewasa,


sarah maaf kan kakak,


yang harus seperti ini pada mu,


kakak sebenarnya juga tidak sanggup seperti ini dek, maaf kan kakak yah...


kakak sangat menyayangi mu,


maaf kan kakak, yang egois seperti ini dek...


kakak masih ingat waktu kamu kecil, kamu menangis karena berkelahi dengan teman sekolah mu, terus kamu juga menangis saat terjatuh dari sepeda, saat kamu di ganggu teman sekelas mu, kamu selalu menangis,


dan kakak yang menguat kan kamu,


kakak yang mendiami kamu,


tapi sekarang, kamu sangat sudah dewasa dek, kamu tidak membutuhkan kakak lagi, sebagai penghibur mu, kamu bahkan mampu mendiami seorang bayi yang menangis seperti itu, kakak Banga kepada mu dek...