
"apa, ?
kamu hamil,kamu serius Sarah, kamu jangan bercanda seperti itu, ini nggak lucu"
ucap seorang lelaki tampan blesteran itu
"iya kak,aku hamil...
aku nggak bercanda, aku udah telat 2 Minggu,
dan aku juga sudah pake test peck dan aku garis dua, itu berarti positif hamil,"
"nggak, nggak ini nggak mungkin,
kamu nggak mungkin hamil , aku selalu memakai pengaman saat melakukan dan kamu juga memakan pil KB saat melakukan, kenapa bisa hamil "
"aku juga nggak tau kak,
kak bagaimana ini, bagaimana dengan sekolah ku, aku masih kelas 12 SMA kak,
dan bagaimana jika kakak ku tau, kak Adit pasti marah besar hiks hiks"
...FLASH BACK...
POV ALEX
"Alex..."
"ya ma..."
"Alex kamu anak lelaki pertama di rumah ini,
kamu harus jadi contoh yang baik buat adik-adik kamu,
kamu tau kan, cita-cita mama sangat besar kepada mu,
mama mau kamu sukses seperti papa,
menjadi seorang dokter yang terkenal di kota ini,
dan menjadi lelaki kebanggaan di keluarga Mahesa ini,
kamu sudah serjana nak, mama harap kamu masih mau mendengarkan nasehat mama,
mama ingin kamu, menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi di luar negeri,
supaya papa semakin yakin kepada kamu dan supaya papa tidak goyah buat menyerahkan rumah sakit ternama di kota ini beserta perusahaan farmasi , di bawah pimpinan mu,
mama nggak rela nak, jika perusahaan dan rumah sakit itu jatuh di tangan adik tiri mu itu,
hanya kamu nak harapan satu-satunya mama,
apa kamu paham nak ?"
"ya ma, Alex bakal menuntut ilmu di luar negeri, dan Alex bakal berusaha mengambil hak yang seharusnya menjadi milik kita"
mama Banga sama kamu nak, kamu memang anak terbaik maka"
"iya ma"
...FLASH BACK ON...
"maaf kan aku Sarah, aku nggak bisa..
kamu harus gugur kan kandungan kamu itu, kakak bakal cari rumah sakit ternama supaya kamu bisa melakukan aborsi dengan selamat,yah "
"nggak kak,aku nggak mau...
kak Alex kan janji buat tangung jawab ketika terjadi sesuatu kepada ku, kenapa kak Alex seperti ini, kenapa kak Alex ingkar janji seperti ini, kenapa kak Alex mau membunuh anak kita... kenapa kak...hiks hiks hiks"
"Sarah kakak mohon, mengerti lah kondisi kakak,
kamu tau kan, kakak adalah calon penerus perusahaan farmasi dan rumah sakit ternama di kota ini, Kakak nggak bisa menikah sekarang, kakak masih harus melanjutkan kuliah kakak, kakak juga belum membahagiakan mama kakak,
kakak belum bisa menikahi mu sekarang,kakak minta maaf"
"apa,?
kakak bilang kuliah ?
kakak pikir aku nggak mau sekolah atau kuliah?
terus kakak bilang mau membahagiakan mama kakak,
kakak pikir aku yang yatim piatu ini nggak mau membahagiakan kakak kandung ku satu satunya, kak jangan egois seperti itu,
aku benci sama kakak hiks hiks hiks"
" kamu bilang mau sekolah, kamu bilang mau membahagiakan kakak mu,
ya udah ini adalah jalan satu-satunya supaya kita bisa membahagiakan orang yang kita cintai,
ayo ikut kakak,kita gugur kan anak ini,
ayo..." ucap nya memaksa sambil menarik pergelangan tangan Sarah
"nggak mau, Sarah nggak mau...
Sarah takut kak, Sarah nggak mau..."
"ayo ikut, jangan bikin kakak marah Sarah...
ayo..."
"nggak, Sarah nggak mau,
Sarah benci sama kakak,
Sarah kecewa sama kakak" ucap Sarah sambil menarik tangan nya lalu berlari menjauh dari Lelaki yang pernah ia cintai itu.