
Alex mengikuti instruksi oleh dokter untuk terapi, awal-awal nya Alex sangat kesulitan untuk menjalani terapi tersebut,namun setiap kali ia terbayang wajah Sarah dan anak nya, semangat nya pun kembali berkobar, ia sangat ingin bertemu dengan memeluk dua orang wanita itu, ia sangat merindukan istri dan anak nya, meski ntah sudah berapa lama ia dan Sarah berpisah, Alex tak pernah menganggap itu sebuah perceraian, ia selalu beranggapan bahwa itu hanya perpisahan sementara.
"semangat yah Kak, Arsya yakin kakak pasti bisa..."ucap Arsya memberi semangat, Alex pun mengangguk dan tersenyum kearah adik nya tersebut, ia sangat berterima kasih, karena semangat dari Arsya dan motivasi nya, Alex jadi bisa bangkit lagi dan bersemangat untuk sembuh dari lumpuh nya.
"iya nak, kamu harus semangat dan cepat sembuh, supaya kamu bisa membuka lembaran baru lagi..."ujar mama Riska sambil menuntun Alex berjalan, Alex sengaja tidak menggubris ucapan mama nya, ia sangat yakin, jika sekarang ini dia dan mama nya berdebat, maka tetapi yang sedang dia jalani ini pasti tidak akan berjalan dengan lancar, atau bisa jadi, tidak akan ada terapi lagi jika mama nya tau, motivasi nya sembuh hanya untuk bertemu Sarah dan bulan.
diam-diam Alex sudah menyusun sebuah rencana, saat ini ia akan berpura-pura mengikuti semua keinginan mama nya, jika sudah waktunya tiba, ia akan pergi meninggalkan mama dan kembali kepada Sarah dan bulan, ia tak ingin mengikuti semua mama nya lagi , Alex begitu menyesal telah terjebak terlalu dalam, di genggaman mama nya, Alex sudah bertekad ia akan membawa Sarah berserta anak nya jauh dari jangkauan mama nya, kapan perlu ia akan membawa Sarah dan bulan berlayar ke pulau lain yang akan sulit di temui dan di hubungi oleh mama nya.
"aku tidak akan pernah meninggalkan istri dan anak ku, aku sadar aku salah, namun aku yakin Sarah pasti akan selalu membuka maaf untuk ku, karena aku dan dia memang saling mencintai...". ucap Alex di dalam hati.
sedangkan mama Riska, ia juga sudah menyiapkan sesuatu untuk Alex secara sembunyi-sembunyi, ia telah mencari beberapa orang wanita yang akan Alex pilih sebagai jodoh nya, dan calon-calon tersebut tentu saja dari kalangan berada, sama seperti mereka, bahkan ada yang jauh dari kekayaan yang mereka punya, namun ia tak pernah membahas itu saat ini, biar kan saja Alex sembuh terlebih dahulu, jika ia sudah sembuh baru ia akan membahas tentang jodoh, jika ia terlalu gegabah dan terburu-buru, takut nya Alex akan menolak untuk ikut terapi dan malah memilih untuk lumpuh seumur hidup.
"Alex, kita lihat saja nanti, kamu pasti tidak akan menolak wanita pilihan mama kali ini, apa lagi wanita itu !
kamu kan sangat mengagumi nya saat kamu kecil, pasti saat ini juga seperti itu saat mama pertemu kan kamu dengan dia,hahaha..."ujar batin mama Riska..
"dia anak ku, dia milik ku, aku yang berhak terhadap anak ku,
hanya aku yang boleh memegang kemudi terhadap putra-putra ku...".