My Little Baby

My Little Baby
134. Arsya dan Alex



Pagi ini Alex sudah sampai di bandara pesawat,ia ingin menenangkan diri ke Amerika dan bertemu dengan adik nya melepas rindu, setelah seharian berada di dalam pesawat akhirnya dia sampai di bandara di Amerika, tanpa berlama-lama Alex langsung melaju ke apartemen Arsya tanpa mengabari terlebih dahulu.


Di apartemen terlihat lelaki tampan itu masih terlelap dalam tidur nya ia pun terkaget setelah mendengar suara ketukan dari luar pintu, hingga membuat ia berjalan sambil mengumpulkan kesadaran nya.


"aaah, ganggu aja, orang masih tidur juga !"ujar nya sambil mengucek kedua matanya.


CEKLEK


Arsya mematung menatap kembali bahwa ia tidak salah lihat saat ini, bahwa kakak nya sudah berdiri di ambang pintu.


"kak Alex ?"ujar nya tak percaya.


"kenapa, kamu melihat ku seperti itu ?"ujar Alex sambil menaikkan alis nya, tanpa menunggu perintah Arsya ,Alex langsung menerobos masuk dan langsung membaringkan tubuhnya di sofa ruangan tamu.


"kenapa kakak tidak memberi tahu kalau akan kesini ?"tanya Arsya lagi.


"kenapa ? apa aku harus memberi tahu jika akan menemui adik ku ? apa aku harus mengabarkan mu jika ingin berkunjung ke apartemen ku ?" ucap Alex sinis, apartemen yang di tinggali Arsya adalah apartemen Alex saat ia masih tinggal di sini.


"aaah bukan begitu kak, setidaknya aku bisa menyiapkan makanan dan menyambut kedatangan kakak dengan baik..."ujar Arsya beralasan.


"tidak perlu aku tidak memerlukan itu..."sambung Alex..


"ada apa, apa terjadi sesuatu?"tanya Arsya lagi untuk meyakinkan, karena ekspresi wajah Alex seperti tidak bersahabat.


"hmm, mereka sudah pergi dan kakak tidak tau jelas nya pergi kemana ?" ujar Alex mejelaskan.


"kenapa seperti itu, apa kakak melakukan sesuatu ? atau kakak mengusir mereka pergi?" tanya Arsya menyelidik.


"kakak tidak mengusir nya, mereka sendiri yang ingin pergi." terang Alex sambil membaringkan tubuh nya.


"mengapa bisa seperti itu, apa terjadi sesuatu atau mama berulah lagi ?"tanya Arsya ia takut mama nya melakukan hal macam-macam terhadap Sarah dan bulan.


"jangan asal ngomong, mama sudah berubah, dia tidak seperti yang kamu kira, Sarah nya saja yang tidak tau diri, sudah numpang malah ngelunjak..." lanjut Alex kekeh ia tak ingin menyalahkan mama nya karena yang ia lihat memang Sarah yang salah karena telah mengabaikan mama nya yang sakit.


"maksud kakak ? apa kakak bisa jelas kan kepada Arsya apa yang sebenarnya terjadi ?" Alex pun menceritakan perihal peristiwa yang ia lihat dengan mata kepala nya beserta apa yang di dengar nya melalui mama nya, ia tak suka dengan perlakuan Sarah hingga ia gelap mata melakukan kekerasan rumah tangga terhadap nya dan mengakibatkan Sarah dan bulan pergi dari kediaman nya.


"kenapa bisa seperti itu kak ?"Arsya sangat kaget setelah mendengar apa yang di katakan oleh kakak nya barusan.


"entah lah, kakak juga masih bingung saat ini, Arsya kakak di sini tidak lama, kakak harap kamu bisa menemani kakak bersenang-senang melepas beban pikiran kakak, kakak capek setiap hari berkutik dengan masalah."


"baik kak, Arsya akan membawa kakak liburan..."