
Malam hari nya Alex mendadak mengatakan kepada Sarah bahwa dia harus ke luar negeri guna untuk melakukan beberapa pekerjaan di sana bersama atasan nya selama dua hari, dan Sarah dengan terpaksa mengizinkan Alex untuk pergi.
"maaf kan aku yah sayang, aku juga nggak tau kalau atasan ku meminta aku pergi malam ini !" tutur Alex membohongi Sarah.
"iya nggak apa-apa, kamu hati-hati aja yah kak, aku selalu mendoakan, semoga kamu selalu di jaga dan di lindungi oleh tuhan." ujar Sarah memeluk suami nya Alex, yang tengah memasukkan pakaian nya kedalam koper.
"hmm iya."
Tak berselang lama mobil Alex pun berjalan meninggalkan kediaman nya, dan Alex terlihat menghubungi seseorang di dalam mobil nya, hingga beberapa jam kemudian mobil nya terparkir di sebuah rumah mewah kediaman keluarga meci.
"sayang, aku senang banget akhirnya kamu datang juga ! ayo masuk sayang..." tutur meci mengandeng tangan Alex.
"iya" Alex pun mengikuti langkah kaki meci yang membawa nya kerumah mewah tersebut.
Sedangkan di tempat Sarah, Sarah dan bulan tengah menikmati makanan, namun saat Sarah ingin meneguk air putih, seketika gelas yang berada di tangan nya pun terjatuh ke lantai, hingga pecah dan berserakan di lantai dapur rumahnya.
"ya ampun !" lirih Sarah sambil memungut satu persatu beling kaca yang pecah, namun seketika tangan nya tak sengaja bersentuhan dengan kaca-kaca yang pecah hingga tangan nya pun berdarah seketika.
"ma, tangan mama ?" ujar bulan histeris melihat tangan Sarah yang penuh darah dan berlari kearah mama nya.
"mama nggak apa-apa sayang, bulan lanjut aja makan nya yah, mama hanya luka kecil saja, ini mama mau obati luka mama lagi." ujar Sarah sambil menuju ke kamar nya dan membalut luka nya dengan perban dan tak lupa mengoles Beberapa obat-obatan di sana.
"kenapa aku jadi teledor seperti ini sih !" lirih Sarah di dalam kamar nya.
Sedangkan di kediaman meci, Alex dan meci baru saja selesai melakukan hal panas di atas ranjang, namun seketika perut meci menjadi aneh dan ia merasa mual-mual yang hebat, hingga ia memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi rumah nya.
"aku kenapa yah ? Kok aneh seperti ini ?" ujar meci sambil mencuci mulut nya.
"jangan-jangan aku...! aku kan sudah beberapa hari terlambat datang bulan." ujar nya tersenyum senang, sambil mengambil beberapa Test pack strip, dan kembali memasuki kamar mandi untuk memastikan nya, namun yang benar saja meci tersenyum bahagia melihat hasil dari test pack tersebut, garis dua merah terpampang jelas di sana.
"haaa aku beneran Hamil" tutur nya bahagia.
"akhirnya aku tidak perlu berpura-pura lagi dan sekarang aku beneran Hamil dan positif anak nya alex." tambah nya lagi, sambil bersorak gembira.
"dengan anak ini, aku bisa membuat Alex berpisah dengan Sarah dan anak nya." senyum licik mengembang di bibir meci.
Meci pun berjalan keluar kamar, terlihat Alex sudah duduk di sandera ranjang sambil menunggu kedatangan meci.
"kamu dari mana sayang?" tanya Alex, seketika.
"perut ku tak enak sayang, kamu kan tau aku sedang hamil saat ini, maka nya aku sering kali muntah-muntah." ujar meci.
"ouh, maaf kan aku yah sayang, aku main nya kasar yah tadi, hingga kamu jadi sakit perut seperti ini?" Alex merasa bersalah dan menarik tangan meci kedelapan nya, dan Alex pun mengelus perut rata meci dan sekali kali mencium nya.
"maaf kan papa yah nak...!" tutur Alex.