
Sebuah mobil taksi online, terparkir di depan sebuah rumah yang di depannya terdapat sebuah warung yang menjual, bakso, mie ayam, pangsit dan sebagainya,
terlihat seorang wanita mengendong seorang anak turun dari mobil tersebut .
"kak Adit... kak Novi..." teriak wanita tersebut yang tak lain adalah Sarah, yang tersenyum bahagia bisa berkunjung ke rumah pengantin baru tersebut .
"Sarah... bulan..."ucap Adit hingga berjalan menyambut kedatangan adik dan ponakannya tersebut .
"om Adit, Tante Novi ,
apa kabar ?"ucap bulan lirih, sambil tersenyum bahagia kearah Adit dan Novi.
"om dan Tante baik-baik saja Sayang ,
kalau bulan apa kabar ? tanya Adit sambil meraih tubuh bulan di dalam dekapan Sarah.
"bulan baik-baik saja om,
tadi bulan habis Nemani mama ke sekolah..." ujar anak itu antusias .
"oh iya,
sekolah yang mana ?" tanya Adit tak kalah antusias nya.
"Di sekolah mama, gede...
banget om, ada ibuk guru, bapak guru, pak penjaga sekolah yang ada kumis nya..."ucap bulan menjelaskan .
"ooh gitu..."jawab Adit mengangguk paham .
"Sarah ajak bulan kekampus tadi kak,
Sarah ngantar skripsi sebentar, sekalian mampir kesini."sambung Sarah.
"ouh iya, Alex mana dek,
kok nggak sekalian ikut ?" tanya Adit, sebab sudah beberapa hari ia tak bertemu dengan sahabat nya itu, semenjak kematian ayah nya tempo hari.
"Kak Alex sibuk kak,
dia udah kerja di apotik sekarang, jadi setiap sore pulang nya,
hmm, kapan-kapan deh, kalau ada waktu luang , Sarah ajak kak Alex main kesini ..."
"iya dek..."
"Tante...Tante...
gimana Tante, udah ada adik bayi nya...?"tanya bulan polos kearah Novi dan seketika membuat Novi batuk-batuk tak karuan .
"aah, a-aku nggak apa-apa sayang,
aku hanya kaget aja, dengan pertanyaan mengejutkan dari bulan, hehe " ucap Novi salah tingkah.
"mama, kata nya sudah nikah, bisa punya adik bayi,
kok Tante Novi sama om Adit belum ada adik bayi nya sih ma...?
bulan kan mau main sama dedek bayi nya Tante Novi sama om Adit..."ucap bocah itu hingga membuat Novi dan Adit saling memandang satu sama lain.
"iya sayang,
bulan doakan saja yah, semoga Tante sama om bisa secara nya punya adik bayi..."sambung Sarah.
"iya mama...
pasti bulan doakan..."
"dek, bagaimana rasa nya tinggal bersama keluarga Alex,
nyaman ??" tanya Adit, ia sebenarnya khawatir, sebab Adit tau betul kalau orang tua nya Alex sangat tidak menyukai Sarah, ia takut adik nya akan menderita nanti nya.
"kalau kamu tidak nyaman tinggal di sana, lebih baik kamu pindah aja ke kediaman kita,
kakak akan senang kalau rumah ini rame dengan keributan kamu sama bulan, apa lagi Novi bisa membantu menjaga bulan saat kamu kuliah atau ada kegiatan lain nya dari pada di sana, kamu pasti sewa baby sitter kan ?"ujar Adit.
"baby sitter? " tanya Sarah spontan.
"iya, bukan nya saat kamu ingin pindah di sana mama nya Alex bilang akan menyewa Baby sitter untuk bulan,
apa semua nya bohong dek ?"selidik Adit.
"eeeh i-iya kak, mereka pekerjakan Baby sitter buat bulan,
karena tadi Sarah di kampus juga nggak lama, maka nya Sarah bawa bulan kekampus hehe" ucap Sarah berdalih.
"ouh gitu, bagus lah kalau mereka tidak berbohong terhadap kita..."lanjut Adit lagi.
"iya kak,"
Sarah dan bulan pun menikmati bakso buatan Adit dengan sangat lahap,
mereka sangat merindukan masakan Adit dan bukan hanya itu, mereka juga kelaparan saat ini, karena saat pagi ke kampus mereka belum menyentuh makanan sedikit pun,
Sarah terpaksa berbohong untuk kebaikan bersama.